MARKET DATA

Amran Warning Jangan Keliru, SPPG Beli Telur-Ayam Langsung ke Peternak

Martyasari Rizky,  CNBC Indonesia
27 July 2026 14:50
Menteri Pertanian (Mentan) Amran Sulaiman saat ditemui di kantor Kementan, Jakarta, Senin (27/7/2026). (CNBC Indonesia/Martyasari Rizky)
Foto: Menteri Pertanian (Mentan) Amran Sulaiman saat ditemui di kantor Kementan, Jakarta, Senin (27/7/2026). (CNBC Indonesia/Martyasari Rizky)

Jakarta, CNBC Indonesia - Menteri Pertanian (Mentan) Amran Sulaiman mengungkap penyebab harga ayam dan telur sempat jatuh di tingkat peternak. Menurutnya, persoalan itu dipicu oleh adanya pihak tertentu yang mengambil keuntungan dalam rantai distribusi dari peternak ke dapur Satuan Pelayanan Pemenuhan Gizi (SPPG).

Untuk mengatasi persoalan tersebut, pemerintah telah bersepakat dengan Badan Gizi Nasional (BGN) agar dapur SPPG, penyedia Program Makan Bergizi Gratis (MBG) membeli ayam dan telur langsung dari peternak. Langkah ini diharapkan dapat memangkas rantai distribusi sekaligus menjaga harga di tingkat produsen.

"Alhamdulillah, Pinsar (Perhimpunan Insan Perunggasan Rakyat Indonesia) tadi melaporkan bahwasanya harga ayam, harga telur sudah naik. Tetapi, dengan kami juga tadi pagi-pagi bersama Kepala BGN, kita sudah sepakat menjaga harga komoditas pertanian, khususnya ayam dengan telur," kata Amran saat ditemui di kantornya, Jakarta, Senin (27/7/2026).

Amran mengatakan, pemerintah juga telah menyepakati harga acuan pembelian (HAP) di tingkat peternak dijaga ketat, Rp25.000 per kg untuk ayam hidup (live bird) dan telur ayam ras Rp26.000 per kg, agar harga ayam dan telur tidak jatuh di bawah batas yang ditetapkan.

"Jadi nanti dikontrol harganya, tidak boleh di bawah harga acuan pembelian. Kami sudah sepakat dengan.. kalau harga ayam Rp25.000 per kg dan harga telur itu Rp26.000 per kg, harga acuan pembelian," ujarnya.

Saat ditanya apakah pengawasan tersebut akan melibatkan Satgas Pangan, Amran mengatakan cukup dilakukan oleh BGN melalui perbaikan pola pengadaan bahan baku untuk dapur MBG.

"Nggak, cukup BGN. Ternyata ada keliru selama ini. Ini harus SPPG, dapur-dapurnya itu bila perlu langsung saja ke peternak. Dan itu nanti ditugaskan, tidak boleh ada lagi yang main-main. Ini luar biasa, saya berterima kasih kepada kepala BGN yang baru, Pak Sudaryono," ucap dia.

Amran kemudian menjelaskan kekeliruan yang dimaksud adalah adanya pihak yang mengambil keuntungan dalam proses distribusi dari peternak ke dapur SPPG.

"Jadi gini, ada mengambil... ada orang tertentu mengambil keuntungan. Nah, ini harus yang diberesin," tegasnya.

Lebih lanjut, Amran menilai Program MBG berperan sebagai off-taker bagi hasil produksi sektor pertanian, termasuk peternakan. Menurutnya, meningkatnya kebutuhan program tersebut ikut menopang permintaan ayam dan telur.

"Iya. Jadi gini, MBG adalah off-taker untuk produksi-produksi pertanian 160 juta petani-peternak-pekebun yang menjadi off-taker mereka. Jadi MBG adalah off-taker-nya komoditas pertanian," pungkas Amran.

 

(dce) Add logo_svg as a preferred
source on Google
[Gambas:Video CNBC]
Next Article Mendag Bilang Harga Telur & Daging Ayam Kondisi Ideal, Ini Alasannya


Most Popular
Features