MARKET DATA

Usai Viral 'Mandi Telur' di Solo, Peternak Ungkap Ada Kabar Baik Ini

Martyasari Rizky,  CNBC Indonesia
15 July 2026 10:20
Peternak ayam ras petelur mengumpulkan telur di Peternakan Bumdes Karya Mandiri, Kalisuren, Kabupaten Bogor, Jawa Barat, Senin (11/5/2026). Pelaku usaha peternakan kini menghadapi tekanan ganda akibat lonjakan harga pakan di tengah anjloknya harga ju
Foto: Peternak ayam ras petelur mengumpulkan telur di Peternakan Bumdes Karya Mandiri, Kalisuren, Kabupaten Bogor, Jawa Barat, Senin (11/5/2026). Pelaku usaha peternakan kini menghadapi tekanan ganda akibat lonjakan harga pakan di tengah anjloknya harga jual telur dan ayam hidup di tingkat peternak. (CNBC Indonesia/Muhammad Sabki)

Jakarta, CNBC Indonesia - Beberapa waktu lalu beredar aksi protes peternak di Solo, Jawa Tengah, yang mandi telur dan membagikan ayam kepada masyarakat. Aksi tersebut dilakukan sebagai bentuk kekecewaan terhadap anjloknya harga ayam dan telur di tingkat peternak, sementara biaya produksi, terutama pakan, terus meningkat.

Sekretaris Jenderal Gabungan Organisasi Peternak Ayam Nasional (GOPAN) Sugeng Wahyudi membenarkan aksi tersebut merupakan bentuk protes peternak atas kondisi usaha yang semakin berat.

"Betul para peternak di Solo raya mengekspresikan kekecewaan, efek dari rendahnya harga ayam maupun telur, juga naiknya harga pakan, dengan cara mandi telur," ujar Sugeng kepada CNBC Indonesia, Rabu (15/7/2026).

Namun di sisi lain, ia menyebut pemerintah melalui Direktorat Jenderal Peternakan dan Kesehatan Hewan (PKH) Kementerian Pertanian telah mengimbau agar produsen pakan tidak menaikkan harga pakan terlebih dahulu pada bulan ini.

Peternak ayam ras petelur mengumpulkan telur di Peternakan Bumdes Karya Mandiri, Kalisuren, Kabupaten Bogor, Jawa Barat, Senin (11/5/2026). Pelaku usaha peternakan kini menghadapi tekanan ganda akibat lonjakan harga pakan di tengah anjloknya harga jual telur dan ayam hidup di tingkat peternak. (CNBC Indonesia/Muhammad Sabki)Peternak ayam ras petelur mengumpulkan telur di Peternakan Bumdes Karya Mandiri, Kalisuren, Kabupaten Bogor, Jawa Barat, Senin (11/5/2026). Pelaku usaha peternakan kini menghadapi tekanan ganda akibat lonjakan harga pakan di tengah anjloknya harga jual telur dan ayam hidup di tingkat peternak. (CNBC Indonesia/Muhammad Sabki) Foto: Peternak ayam ras petelur mengumpulkan telur di Peternakan Bumdes Karya Mandiri, Kalisuren, Kabupaten Bogor, Jawa Barat, Senin (11/5/2026). Pelaku usaha peternakan kini menghadapi tekanan ganda akibat lonjakan harga pakan di tengah anjloknya harga jual telur dan ayam hidup di tingkat peternak. (CNBC Indonesia/Muhammad Sabki)

"Terkait harga pakan, Kementan melalui Ditjen PKH menghimbau untuk bulan ini tidak ada kenaikan harga pakan terlebih dahulu," katanya.

Di tengah kondisi tersebut, Sugeng menilai Program Makan Bergizi Gratis (MBG) mulai memberikan harapan baru bagi industri perunggasan, karena dapat meningkatkan permintaan ayam dan membantu mengurangi kelebihan pasokan yang selama ini menekan harga di tingkat peternak.

"Jika MBG sudah mulai, pasti ada penambahan demand (permintaan), dan setidaknya mengurangi suplai daging ayam ditengah kelebihan suplai , yang pada gilirannya suplai ayam hidup juga mulai tertangani sehingga keseimbangan supply demand mendekati ideal," ucap dia.

Sugeng mengungkapkan, harga jual ayam hidup (live bird) di tingkat peternak saat ini trennya sudah mulai mengalami kenaikan, namun masih di bawah harga pokok produksi (HPP).

"Harga ayam saat ini trennya naik, walaupun belum sampai ke biaya pokok produksi peternak, yang besarannya Rp20.500 (per kg), sedangkan harga saat ini di posisi Rp18.000-Rp19.000 per kg. Artinya tren naik," bebernya.

Menurut dia, pemerintah daerah juga mulai bergerak mengoptimalkan penyerapan ayam dari peternak untuk kebutuhan MBG. Salah satunya dilakukan Pemerintah Provinsi Jawa Barat.

"Tentang serapan MBG, pemerintah Provinsi Jabar melalui Dinas Ketahanan Pangan dan Peternakan hari ini mengumpulkan satgas MBG untuk dapat menyerap ayam produksi para peternak di Jabar. Artinya, dampak langsung selama ini belum dirasakan, tetapi dampak MBG sudah membantu meningkatkan demand," ujar dia.

Meski demikian, Sugeng mengingatkan harga ayam hidup saat ini masih berada di bawah harga pokok produksi (HPP) peternak yang mencapai sekitar Rp20.500 per kg. Harga di tingkat peternak baru berkisar Rp18.000-Rp19.000 per kg sehingga pelaku usaha masih belum menikmati keuntungan.

Di sisi lain, ia juga menyoroti biaya produksi yang masih berpotensi meningkat, terutama akibat fluktuasi nilai tukar rupiah terhadap dolar AS yang dapat mendorong kenaikan harga pakan ternak.

"Ekonomi global, perubahan dolar juga biasanya memacu produsen pakan untuk menaikkan harga jual pakan ternak," pungkasnya. 

(wur) Add logo_svg as a preferred
source on Google
[Gambas:Video CNBC]
Next Article Kementan Siapkan Jurus Ini agar Harga Telur Ayam Peternak Tak Anjlok


Most Popular
Features