Ada Perang & RI Masih Impor BBM, Prabowo Titah ke Menteri Teknologi

Emir Yanwardhana, CNBC Indonesia
Jumat, 06/03/2026 16:05 WIB
Foto: Menteri Pendidikan Tinggi, Sains dan Teknologi (Mendikti Saintek) Brian Yuliarto di Istana Kepresidenan, Jakarta, Senin (15/9/2025). (CNBC Indonesi/Tri Susilo)

Jakarta, CNBC Indonesia - Menteri Pendidikan Tinggi Sains dan Teknologi, Brian Yuliarto mengungkapkan arahan Presiden Prabowo Subianto untuk membantu pengembangan teknologi agar Indonesia bisa mengurangi ketergantungan impor BBM dan LPG. Caranya dengan mengganti Pembangkit Listrik Tenaga Disel (PLTD) dengan energi surya, melakukan konversi motor listrik, hingga mendorong penggunaan kompor listrik.

Hal ini diungkapkan Brian, usai rapat terbatas dengan Presiden Prabowo Subianto, terkait transisi energi, di Istana Negara, Kamis (5/3/2026). Dalam rapat itu juga dihadiri oleh Menteri ESDM Bahlil Lahadalia, Menteri Investasi dan Hilirisasi Rosan Roeslani.

Brian menjelaskan dari pihaknya diminta dukungan riset dari perguruan tinggi untuk mempercepat pembangunan PLTS.


"Kami dari perguruan tinggi riset-riset hasil-hasil penelitian dan juga kajian-kajian itu diminta mendukung percepatan solar cell ya, PLTS terutama untuk mengganti pembangkit-pembangkit yang harganya masih mahal yaitu pembangkit-pembangkit yang berasal dari disel," kata Brian.

Kemudian, presiden juga meminta adanya percepatan program konversi motor konvensional ke motor listrik, karena konsumsi BBM dari juga memakan porsi yang besar.

"Kendaraan listrik. Kenapa? Karena kedua hal tadi, pembangkit yang masih diesel maupun kendaraan listrik itu kan masih tergantung pada BBM ya," katanya.

Brian menjelaskan bahwa saat ini harga BBM impor cukup tinggi. Sehingga dampaknya besar terhadap keuangan negara. Untuk itu, dengan penggantian PLTD dengan PLTS dan konversi kendaraan listrik bisa mengurangi ketergantungan Indonesia terhadap impor BBM.

"Sehingga ketergantungan kita terhadap import, ketergantungan kita terhadap harga yang mungkin cepat berubah itu bisa dikurangi," tuturnya.

Brian juga mengatakan presiden meminta untuk mempercepat penggunaan kompor listrik di masyarakat semakin meluas. Pasalnya ketergantungan Indonesia terhadap LPG juga cukup besar. Sehingga ketika harga naik, menjadi beban terhadap keuangan negara.

"Sehingga nanti ketika harga LPG naik, ketergantungan kita terhadap LPG, Subsidi kita, beban subsidi LPG listrik itu intinya harus kita kurangi, sehingga BBM kita lebih stabil," kata Brian.


(hoi/hoi) Add as a preferred
source on Google
Saksikan video di bawah ini:

Video: PLN Bangun 3 SPKLU Fast Charging di Kemendag