MARKET DATA
Internasional

Trump Santai BBM Naik Akibat Perang Iran: "Kalau Naik, Ya Naik Saja"

sef,  CNBC Indonesia
06 March 2026 12:00
Presiden AS Donald J. Trump menyampaikan pidato kenegaraan pertama pada masa jabatan keduanya di hadapan sidang gabungan Kongres di Ruang Sidang DPR di Gedung Capitol Amerika Serikat di Washington, D.C., pada hari Selasa, 24 Februari 2026. Di belakangnya terdapat Wakil Presiden JD Vance dan Ketua DPR Mike Johnson (R-LA). (Kenny Holston /Pool via REUTERS)
Foto: Presiden AS Donald J. Trump menyampaikan pidato kenegaraan pertama pada masa jabatan keduanya di hadapan sidang gabungan Kongres di Ruang Sidang DPR di Gedung Capitol Amerika Serikat di Washington, D.C., pada hari Selasa, 24 Februari 2026. Di belakangnya terdapat Wakil Presiden JD Vance dan Ketua DPR Mike Johnson (R-LA). (via REUTERS/Kenny Holston/The New York Times)

Jakarta, CNBC Indonesia - Presiden Amerika Serikat, Donald Trump, mengatakan dirinya tidak khawatir dengan kenaikan harga bahan bakar di Amerika Serikat (AS) yang dipicu oleh konflik dengan Iran. Dalam wawancara dengan Reuters, Trump menegaskan bahwa kenaikan harga bensin bukanlah hal yang perlu dikhawatirkan.

"Saya tidak punya kekhawatiran tentang itu," ujarnya dimuat Jumat (6/3/2026).

"Harga akan turun sangat cepat ketika ini semua selesai. Dan jika naik, ya naik saja, tetapi ini jauh lebih penting daripada harga bensin naik sedikit," kata Trump.

Konflik yang terjadi dengan Iran telah mendorong harga bensin di AS naik sekitar 20 sen per galon, atau sekitar 7% hanya dalam beberapa hari terakhir. Jika dirupiahkan, ia sekitar 3.360 per galon atau sekitar 880-900 per liter kenaikan harga BBM.

Meski harga energi meningkat, Trump mengatakan pemerintahannya tidak berencana menggunakan cadangan minyak darurat nasional, yaitu Strategic Petroleum Reserve. Cadangan minyak terbesar di dunia tersebut disimpan dalam jaringan gua garam bawah tanah di negara bagian Louisiana dan Texas.

Trump juga menyatakan keyakinannya bahwa jalur penting perdagangan minyak dunia, yaitu Selat Hormuz, akan tetap terbuka. Selat yang berada di dekat pantai selatan Iran itu merupakan rute bagi sekitar 20% pasokan minyak global.

Ia bahkan menyebut armada laut Iran tidak lagi menjadi ancaman. Menurutnya mereka bukan apa-apa.

"Angkatan laut mereka berada di dasar laut," kata Trump.

Komentar tersebut muncul lebih dari sepekan setelah Trump memuji penurunan harga bensin di AS dalam pidato kenegaraannya, yang dikenal sebagai State of the Union Address.

Namun, eskalasi konflik di Timur Tengah kini kembali memicu kekhawatiran pasar energi global, terutama terkait potensi gangguan pasokan minyak dunia.

(sef/sef) Add as a preferred
source on Google
[Gambas:Video CNBC]
Next Article Video: November, Tarif Listrik Stabil Tapi Harga BBM Non-Subsidi Naik


Most Popular
Features