MARKET DATA
Internasional

15 Fakta Baru Epstein Files: 902 Kali RI Disebut, Rothschild-Hitler

sef,  CNBC Indonesia
04 February 2026 08:05
Bukti foto yang dirilis Departemen Kehakiman AS menunjukkan mantan presiden Bill Clinton hingga Michael Jackson bagian dari social circle penjahat seks Jeffrey Epstein.
Foto: Bukti foto yang dirilis Departemen Kehakiman AS menunjukkan mantan presiden Bill Clinton hingga Michael Jackson bagian dari social circle penjahat seks Jeffrey Epstein. (via REUTERS/U.S. Justice Department)

11. Pangeran Inggris & Wanita Rusia

Dalam dokumen tersebut terungkap bagaimana Epstein mengundang seorang Pangeran Inggris (The Duke) untuk bertemu dengan wanita Rusia. The Duke sendiri diyakini sebagai Andrew Mountbatten Windsor, adik Raja Charles III.

Dokumen tersebut mengungkap hubungan sangat dekat mantan pemodal itu dengan kalangan elit Inggris. Dalam dokumen yang diperlihatkan keduanya membahas makan malam di Istana Buckingham, di mana terdapat "banyak privasi".

Email-email tersebut berlangsung sekitar Agustus 2010, dua tahun setelah Epstein mengaku bersalah atas perbuatan merayu anak di bawah umur. Dalam rilis berkas terbaru itu, terdapat juga foto yang tampaknya menunjukkan Andrew berlutut dengan keempat anggota tubuhnya di atas seorang wanita yang terbaring di tanah.

Bukan hanya Andrew, beberapa email diyakini juga terakit korespondensi antara Epstein dan Sarah Ferguson, mantan istri Andrew. Satu email tertanggal 4 April 2009, ditandatangani "Salam, Sarah, Si Rambut Merah.!!".

Email tersebut menyatakan bahwa ia akan berada di Palm Beach dan ingin minum teh. Email tersebut kemudian membahas ide-ide untuk perusahaan Ferguson, Mother's Army, di mana mantan Duchess of York itu menyebut Epstein sebagai "Sahabatku yang luar biasa dan istimewa, Jeffrey", "legenda" dan "Aku sangat bangga padamu".

12. Miliuner Richard Branson

Dalam file terbaru, terdapat pula nama pendiri Virgin Group asal Inggris, Richard Branson, disebut dalam berkas tersebut. Dalam pertukaran email dari tahun 2013, Branson tampaknya mengatakan kepada Epstein bahwa "sangat menyenangkan" bertemu dengannya".

"Kapan pun Anda berada di daerah ini, saya ingin bertemu Anda. Asalkan Anda membawa harem Anda!" tulisnya.

Sebenarnya, Virgin Group mengklarifikasi bahwa "harem" merujuk pada tiga anggota dewasa dari tim Epstein. Perusahaan mengatakan kontak apa pun yang dilakukan Richard Branson dengan Epstein hanya terjadi hanya beberapa kali dari dua belas tahun yang lalu, dan terbatas pada pengaturan kelompok atau bisnis, seperti acara tenis amal.

13. Suap Dubes Rp 1,2 M

Dalam dokumen tersebut diketahui bagaimana Epstein membayar uang ke rekening yang terkait dengan Peter Mandelson. Ia adalah anggota Partai Buruh Inggris, yang juga dikenal sebagai Lord Mandelson, dan sempat menjabat sebagai Dubes AS tahun 2003-2004.

Epstein melakukan pembayaran sebesar US$75.000 (sekitar Rp 1,2 miliar) ke rekening yang terhubung dengan Mandelson. Ini terjadi antara tahun 2003 dan 2004.

"Epstein tampaknya telah mengirimkan tiga pembayaran terpisah sebesar US$25.000 dengan menyebutkan nama Lord Mandelson," tulis BBC International.

14. Epstein Menyebut Trump Ratusan Kali

Trump disebut ratusan kali dalam berkas yang baru dirilis soal Epstein. Dokumen juga memuat daftar laporan kepada FBI mengenaiTrump, yang dikompilasi oleh National Threat Operations Center.

Banyak di antaranya berupa tuduhan tentang pelecehan seksual yang melibatkan Trump, Epstein, dan tokoh lain. Meski Trump disebut ratusan kali dalam berkas tersebut, ia selalu membantah terlibat dalam kejahatan Epstein.

"Beberapa dokumen berisi klaim yang tidak benar dan sensasional terhadap Presiden Trump yang diserahkan kepada FBI tepat sebelum pemilihan 2020," kata DOJ.

"Agar jelas, klaim tersebut tidak berdasar dan salah, dan jika memiliki sedikit kredibilitas, klaim tersebut pasti sudah digunakan sebagai senjata melawan Presiden Trump," tambahnya.

15.Pembicaraan Sebelum Epstein Tewas Gantung Diri

Dalam Epstein Files diketahui juga bahwa kurang dari 2 minggu sebelum kematian Epstein, pengacaranya bertemu jaksa federal Manhattan dan membahas kemungkinan kerja sama.

"Pada 29 Juli 2019, FBI dan jaksa bertemu dengan pengacara Epstein, yang secara umum membahas kemungkinan penyelesaian kasus dan kemungkinan kerja sama terdakwa," kata FBI.

Memo lain berjudul Jeffrey Epstein Significant Case Notification memberikan detail tambahan, menunjukkan negosiasi itu berlangsung hanya beberapa hari sebelum Epstein ditemukan tewas di selnya.

(sef/sef)
[Gambas:Video CNBC]




Most Popular
Features