15 Fakta Baru Epstein Files: 902 Kali RI Disebut, Rothschild-Hitler
9. Menantu Trump Bagian Kunci Kelompok Agama Yahudi, Bakal Acak-Acak Pemerintahan
Berkas Epstein berisi sebuah memo FBI yang mengatakan bahwa Israel "mengkompromikan" Trump. Di sini ada tangan menantu Trump, Jared Kushner, dan sebuah kelompok agama Yahudi, yang dituduh berupaya membajak kepresidenan Trump, Chabad-Lubavitch.
Memo tersebut mengambil informasi dari sumber rahasia (CHS) dan muncul di antara sejumlah besar berkas terkait Epstein yang dirilis oleh Departemen Kehakiman AS. CHS memberi tahu Chabad bahwa mereka melakukan segala yang mereka bisa untuk membajak kepresidenan Trump di masa jabatan pertamanya.
Chabad-Lubavitch, sebuah sekte agama Yahudi yang didirikan di Rusia, telah berkembang hingga diperkirakan memiliki 90.000 anggota. Ideologi mesianik dan ultra-Ortodoksnya telah berulang kali dikaitkan dengan politik kolonialisme pemukim garis keras di Palestina.
Memo tersebut juga mengutip Berel Lazar, seorang anggota Chabad dan mantan kepala rabi Rusia. Ia digambarkan sebagai penasihat dekat Presiden Rusia Vladimir Putin.
"Chabad pada dasarnya adalah Yudaisme yang disetujui negara. Ini digunakan oleh Putin untuk mengawasi semua oligarki Rusia-Yahudi," tambah memo FBI tersebut.
"Pada hari Trump terpilih sebagai Presiden, Ivanka Trump dan Jared [Kushner] berada di makam Rabbi Schneersom [sic] yang merupakan Rabbi paling berpengaruh di jaringan Chabad," demikian isi memo tersebut.
Foto: Penasehat senior Gedung Putih, Jared Kushner (AP Photo/Andrew Harnik) |
10.Epstein Intelijen Israel Mossad?
Masih mengutip data FBI yang dirilis DOJ, dokumen tersebut juga menyebut Epstein telah bekerja sama dengan intelijen Israel. Bahkan sebuah sumber mengatakan Epstein adalah agen Mossad yang direkrut.
"Epstein dekat dengan mantan Perdana Menteri (PM) Israel, Ehud Barak, dan dilatih sebagai mata-mata di bawahnya," tambah memo tersebut.
Epstein dan Barak memiliki hubungan selama satu dekade. Barak, yang juga merupakan tokoh senior intelijen militer Israel di awal kariernya, mengunjungi rumah Epstein di New York lebih dari 30 kali antara tahun 2013 dan 2017.
Dalam salah satu pertukaran email, Epstein menulis kepada Barak "Anda harus menjelaskan bahwa saya tidak bekerja untuk Mossad". Dokumen tersebut menghubungkan klaim tersebut dengan kesepakatan pengakuan bersalah Epstein tahun 2008, yang menggambarkan percakapan yang diduga melibatkan pengacaranya, akademisi pro-Israel Alan Derschowitz, dan jaksa federal saat itu, Alex Acosta, yang diberitahu bahwa Epstein "terlibat dalam intelijen".
Berkas FBI mengungkapkan bahwa menurut CHS, Derschowitz sendiri telah "direkrut oleh Mossad". Ia disebut mendukung misi mereka.
Halaman 4>>> Nama Trump, Pangeran Inggris, Pembicaraan Sebelum Epstein Tewas Gantung Diri
(sef/sef)
Foto: Penasehat senior Gedung Putih, Jared Kushner (AP Photo/Andrew Harnik)