Jakarta, CNBC Indonesia - Sejumlah fakta baru muncul dari dokumen-dokumen yang dirilis Departemen Kehakiman Amerika Serikat (DOJ) terkait kejahatan seksual Jeffrey Epstein. Sebelumnya akhir pekan, jutaan berkas dirilis lembaga resmi AS tersebut, setebal 3 halaman, dengan 180.000 gambar dan 2.000 video.
Banyak email dan dokumen tersebut berasal dari lebih dari satu dekade yang lalu. Banyak tokoh ternama disebut, mulai dari Trump sendiri, sejumlah petinggi negara, pengusaha, bahkan Mossad Israel dan kiswah, kain penutup Ka'bah.
Dalam fakta terbaru, simulasi akan adanya pandemi tiga tahun sebelum Covid-19 muncul juga terungkap. Nama pulau di Indonesia yakni Bali juga disebut-sebut, termasuk pula keluarga konglomerat Rothschild sampai Hitler.
Epstein sendiri sudah dihukum di 2008 karena meminta hubungan seks dari seorang gadis berusia 14 tahun. Di 2019, ia meninggal saat berada di penjara dengan cara bunuh diri, meski kematiannya itu masih penuh kontroversi.
Dirinya ditemukan tewas di sel penjara Kota New York pada Agustus saat menunggu persidangan atas tuduhan perdagangan seks. Berikut 20 fakta yang dirangkum CNBC terkait Epstein Files, Rabu (4/2/2026).
1.Ada 902 Kali Nama Indonesia Disebut di Epstein Files
Epstein Files ternyata setidaknya menyebut 902 kali nama Indonesia. Namun pembahasan yang dilakukan meliputi tema-tema yang berbeda, mulai dari pengiriman barang, invoice hingga lampiran lain ke AS.
Merujuk DOJ, beberapa menjadi bahan briefing. Seperti laporan GEM Equity Strategy Outlook 2014, Deutsche Bank AG yang bersumber pada Bloomberg LP, yang salah satunya mencantumkan Indonesia di tabel penjelasan bersama negara lain.
Ada pula JP Morgan pada 2014. Ini soal memuat alokasi aset global dan situasi ekonomi RI secara general, dikaitkan dengan AS.
"Di pasar negara berkembang, peristiwa politik penting adalah pemilihan presiden di Indonesia. Pekan ini, Komisi Pemilihan Umum (KPU) menyatakan Widodo sebagai pemenang dengan selisih suara yang cukup besar," tulisnya.
Situasi terkini di tanah air juga sempat terlihat dalam dokumen, meski merujuk ke artikel berita tertentu. Seperti soal peristiwa di tengah pandemi Covid-19.
Ada pula nama Hary Tanoesoedibjo tercantum dalam laporan FBI dengan label unclassified (tidak rahasia) dan kop laporan "Federal Berau of Investigation CHS Reporting" pada Oktober 2020. Disebut bahwa ia relasi Trump, mengembangkan hotel dan merupakan seorang miliarder.
2.Nama Bali juga Disebut-sebut
Secara spesifik, ada banyak nama Bali muncul dalam kumpulan dokumen terbaru terkait kasus hukum Epstein. Dokumen tersebut menyertakan sejumlah foto dan keterangan yang mengindikasikan adanya aktivitas di Pulau Dewata yang berkaitan dengan jaringan tersebut.
Berdasarkan dokumen yang beredar, terdapat satu berkas dengan nomor file EFTA00129111 yang menampilkan foto seorang wanita. Di bawah foto tersebut, terdapat keterangan eksplisit berbunyi "Before a group/gang training exercise in Bali".
Dokumen ini juga mencantumkan alamat yang telah disensor. Hal tersebut memperkuat indikasi lokasi spesifik di wilayah tersebut.
Selain itu, ditemukan rangkaian foto lain dengan nomor file EFTA00004477. Berkas ini berisi lembaran katalog foto berjudul "Clinton Far East".
Di dalamnya, terdapat puluhan thumbnail foto dengan nama file mulai dari "Bali09.JPG" hingga "Bali50.JPG". Semuanya menampilkan berbagai visual lokasi di Bali.
Foto-foto dalam file EFTA00004477 mencakup lanskap alam seperti pantai, pohon kelapa, serta arsitektur lokal berupa pura dan patung. Terdapat pula dokumentasi yang menunjukkan area penginapan, kolam renang, dan paviliun terbuka yang menyerupai arsitektur resor mewah di Bali.
Beberapa foto juga merekam aktivitas di pesisir pantai dan interaksi dengan warga lokal. Namun, dokumen ini tidak merinci secara detail mengenai tanggal pengambilan foto tersebut.
Dari kualitas visual dan format penyimpanan, foto-foto ini diduga diambil pada periode tahun 2000-an. Nama-nama seperti "Brunei00.JPG" juga terlihat di bagian bawah halaman dokumen, menunjukkan adanya rangkaian perjalanan di wilayah Asia Tenggara.
Hingga saat ini, belum ada konfirmasi resmi dari pihak berwenang mengenai relevansi penuh dari foto-foto ini terhadap penyelidikan kasus Epstein secara keseluruhan. Dokumen-dokumen ini merupakan bagian dari pengungkapan bukti-bukti terkait jaringan internasional sang miliarder yang telah lama menjadi sorotan publik global.
 Foto: Epstein Files. (Dok. Departemen Kehakiman AS)
|
3.Percakapan Epstein & Rothschild soal Hitler Dibiayai 3 Keluarga Kaya Yahudi
Epstein Files terbaru juga menunjukkan adanya pertukaran email antara Epstein dan bankir Ariane de Rothschild. Di mana keduanya diketahui membahas klaim bahwa Adolf Hitler tinggal di tempat penampungan yang dilaporkan didanai oleh keluarga Epstein dan Rothschild.
Mengutip Anadolu Agency, unggahan dibagikan di platform media sosial AS X oleh pengguna @AdameMedia. Ia mengunggah tangkapan layar pertukaran email tanggal 31 Desember 2018 antara Epstein dan de Rothschild.
Pesan-pesan tersebut berpusat pada pernyataan bahwa Hitler tinggal di tempat penampungan untuk tunawisma dan orang miskin selama tahun-tahun awalnya, yang dibiayai oleh tiga keluarga Yahudi kaya. De Rothschild menepis cerita itu sebagai teori konspirasi, sementara Epstein tampaknya berpendapat bahwa itu akurat.
"Saya pikir kamu akan merasa geli bahwa di kelas Harvard tentang Hitler, mereka menceritakan kisah ketika dia sangat miskin sehingga tinggal di tempat penampungan bagi tunawisma dan orang miskin... yang telah dibiayai oleh tiga keluarga kaya... Gutmann, Epstein, dan Rothschild. Ternyata itu akurat," tulis Epstein.
"Apakah itu cara untuk mengatakan bahwa kemurahan hati tidak dihargai atau bahwa teori konspirasi masih ada, itu cukup menyedihkan..." balas de Rothschild, menandatangani namanya di bagian bawah pesan.
Hal ini kemudian ditanggapi kembali oleh Epstein. Ia makin menegaskan kembali klaim tersebut.
"Pertama, ternyata 100 persen benar, Hitler menjual pakaian dan karya seninya serta tinggal di tempat perlindungan yang didanai oleh orang Yahudi. Epstein, Rothschild, dan Gutman. Tidak ada konspirasi, keluarga Epstein adalah bankir Wina, membeli bank mereka melalui jaringan tersebut sehingga masih bernama Palais Epstein," tulisnya.
Dokumen-dokumen tersebut juga menunjukkan adanya transaksi bisnis antara Epstein dan keluarga Rothschild.
Sebuah dokumen tertanggal 5 Oktober 2015 menunjukkan Epstein, melalui perusahaannya Southern Trust Company Inc., membuat perjanjian dengan Grup Rothschild senilai US$25 juta.
Kontrak tersebut mencakup analisis risiko dan layanan terkait algoritma, dengan Epstein terdaftar sebagai presiden Southern Trust. Perusahaan itu berbasis di Kepulauan Virgin AS.
4.Simulasi Pandemi Dibuat di 2017, 3 Tahun Sebelum Covid-19
Epstein File juga membuka fakta baru soal pandemi. Hal ini terungkap dalam sebuah email tertanggal 3 Maret 2017.
Email itu ditujukan langsung kepada pendiri Microsoft, Bill Gates. Ini mengungkapkan bahwa serangkaian topik penting, termasuk simulasi pandemi.
Bukan hanya itu, email itu juga berisi senjata neuroteknologi yang berkaitan dengan keamanan nasional. Pembahasan itu dilakukan persis tiga tahun penuh sebelum pandemi virus corona (Covid-19) yang melanda dunia.
Secara rinci, dalam email yang dikirim dengan subjek "pengiriman dan ruang lingkup BGC3", Epstein menawarkan proposal di berbagai bidang, mulai dari keamanan nasional hingga kesehatan. Surat-menyurat tersebut secara langsung ditujukan kepada Gates dengan sapaan "Bill" dan menyebutkan bahwa pekerjaan sedang dilakukan pada lima topik utama.
Pertama, terkait simulasi pandemi. Ini mengarah ke persiapan spesifikasi teknis dan rekomendasi pelacakan untuk strain pandemi.
Kedua, senjata neuroteknologi. Ini merujuk ke studi makalah putih tentang neuroteknologi yang dapat digunakan sebagai "senjata" dalam industri intelijen dan pertahanan nasional.
Lalu ketiga, data kesehatan digital. Ini mengarah ke pengembangan sistem digital berdasarkan "bukti tanpa pengetahuan" yang akan meningkatkan akses ke data kesehatan pribadi dan memastikan keamanan.
Keempat, penyakit kronis dan ilmu otak. Hal ini memberikan rekomendasi neuroteknologi untuk penyakit degeneratif dan kronis.
Kelima, ini membahas ekonomi kesehatan. Itu merujuk persiapan laporan komprehensif tentang pengeluaran kesehatan konsumen di Amerika Serikat.
Menurut dokumen tersebut, Epstein menyatakan bahwa setelah pertemuannya dengan Gates, ia bekerja sama dengan sekelompok ahli yang mencakup nama-nama seperti "Rodger, Mark, Chris, Trevor, dan Geoff" untuk menghasilkan proyek-proyek tersebut. Di akhir surat menyurat, Epstein mengungkapkan rasa terima kasihnya atas kesempatan ini dan menyatakan bahwa ia "siap membantu dengan cara apa pun."
Halaman 2>>>> Pangeran Arab-Kiswah Ka'bah
5.Penguasa UEA dan Putra Mahkota Arab Saudi MBS
Epstein mengatakan penguasa UEA 'menjebak' putra mahkota Arab Saudi terkait pembunuhan Khashoggi. Epstein menyebut jurnalis yang terbunuh itu sebagai 'teroris' dan mengusulkan untuk menyebut pembunuhan itu sebagai 'operasi rahasia yang gagal'.
Korespondensi yang baru dirilis yang diterbitkan sebagai bagian dari Epstein Files menunjukkan Epstein, bertukar pesan beberapa hari setelah pembunuhan jurnalis Saudi Jamal Khashoggi di Istanbul. Khashoggi sendiri dibunuh di dalam konsulat Saudi di Istanbul pada 2 Oktober 2018, dan intelijen AS kemudian menyimpulkan bahwa Putra Mahkota Saudi Mohammed bin Salman (MBS) menyetujui operasi tersebut.
Pada 12 Oktober, kasus ini telah meletus menjadi krisis internasional. Ini bahkan memicu kemarahan global atas pembunuhan brutal kontributor Middle East Eye (MEE) dan kolumnis Washington Post tersebut.
"Sepertinya ada sesuatu yang lebih besar. Saya tidak akan terkejut jika MBZ menjebaknya," kata Epstein merujuk pada penguasa UEA Mohammed bin Zayed (MBZ).
Dalam email lanjutan lain yang termasuk dalam berkas tersebut, Epstein mengatakan bahwa "sumber sekunder" memberitahunya bahwa salah satu peserta operasi merekam video di telepon sebelum perangkat tersebut diretas dan rekaman tersebut diperoleh. Korespondensi tersebut tidak menyebutkan siapa yang meretas telepon tersebut.
Dokumen-dokumen tersebut menunjukkan juga Epstein menerima pesan dari seorang kenalan yang namanya disensor. Namun ia mengatakan bahwa MBZ telah meminta pertemuan "mendesak", dengan keberangkatan yang direncanakan untuk pagi berikutnya.
 Foto: Foto Paus Yohanes Paulus II dan Putra Mahkota Arab Saudi Mohammad Bin Salman (MBS) dalam sebuah figura yang dipajang dalam rumah Epstein. (Dok. epsteinsimages)
|
6.Elon Musk Tanyakan Kapan 'Pesta Terliar' Epstein Diadakan
Komunikasi antara Epstein dan Elon Musk juga tercatat. Elon Musk bahkan menulis pertanyaan kepada Epstein "kapan pesta terliar di pulaunya akan diadakan".
Ini terlihat dari email-email Musk di tahun 2012. Di email November 2012, Epstein bahkan bertanya ke Musk berapa banyak orang yang perlu diangkutnya dengan helikopter ke pulau itu dan Musk menjawab bahwa hanya dirinya dan istrinya saat itu, Talulah Riley.
Ada pula sebuah email dari Musk kepada Epstein pada Natal tahun 2012. Berisi pertanyaan Musk apakah sang pemodal telah merencanakan pesta karena ia perlu "bersantai".
"Saya telah bekerja hingga batas kewarasan tahun ini dan jadi, begitu anak-anak saya pulang setelah Natal, saya benar-benar ingin pergi berpesta di St Barts atau tempat lain dan bersantai," tulisnya.
"Pengalaman pulau yang damai adalah kebalikan dari apa yang diinginkannya," ujarnya.
Sebenarnya Musk mengatakan bahwa Epstein memang telah mengundangnya ke pulaunya. Tetapi, ujar dia, dirinya menolak hal tersebut.
7.Bill Gates Tertular Penyakit Menular Seksual
Dalam dokumen Epstein terbaru, dilaporkan dua email tanggal 18 Juli 2013. Satu email ditulis sebagai surat pengunduran diri dari Yayasan Bill dan Melinda Gates, di mana ada keluhan tentang obat untuk Gates "guna mengatasi konsekuensi dari hubungan seks dengan gadis-gadis Rusia".
Email lain, yang dimulai dengan "Bill yang terhormat", mengeluh tentang Gates yang telah mengakhiri persahabatan dan membuat klaim lebih lanjut tentang Gates yang telah mencoba menutupi infeksi menular seksual, termasuk dari istrinya saat itu, Melinda. Namun, seorang juru bicara Gates mengatakan kepada BBC, "klaim-klaim ini dari seorang pembohong yang terbukti dan tidak puas, benar-benar tidak masuk akal dan sepenuhnya salah".
8.Epstein Terima Hadiah Kiswah, Kain Penutup Ka'bah
Berkas Epstein menunjukkan ada potongan kain Ka'bah dari Mekah, Arab Saudi, yang dikirim ke pria tersebut, melalui kontak di UEA. Mengutip Middle East Monitor (MEMO), data korespondensi merinci bagaimana kain suci Ka'bah sampai ke Epstein melalui pengusaha wanita UEA.
Email menunjukkan pengiriman kontroversial kain suci itu tertanggal Februari dan Maret 2017. Nama pengusaha tersebut adalah Aziza Al-Ahmadi.
Ia bekerja sama dengan seorang pria bernama Abdullah Al-Maari untuk mengatur pengiriman tiga potong kain hitam bersulam emas yang menutupi Kabah, yakni Kiswah. Kiswah memiliki makna keagamaan yang mendalam bagi umat Muslim di seluruh dunia, di mana setiap tahun para pekerja melepas kain tersebut dan menutupi Ka'bah dengan kain baru.
"Email dalam berkas menunjukkan barang-barang tersebut dikirim melalui kargo udara dari Arab Saudi ke Florida melalui British Airways, dengan koordinasi yang mencakup faktur, pengaturan bea cukai, dan pengiriman di dalam Amerika Serikat," tulis laman itu.
"Pesan-pesan tersebut menggambarkan tiga bagian terpisah: satu dari dalam Ka'bah, satu dari penutup luar yang digunakan, dan yang ketiga terbuat dari bahan yang sama tetapi tidak digunakan," tambahnya.
Lebih lanjut dikatakan bahwa korespondensi menggambarkan kiswah sebagai "karya seni". Pengiriman tersebut tiba di rumah Epstein.
Dalam satu email, Al-Ahmadi menggarisbawahi signifikansi religius kain tersebut sambil berbicara langsung kepada Epstein. Ia menulis "potongan hitam itu disentuh oleh setidaknya 10 juta Muslim dari berbagai denominasi, Sunni, Syiah, dan lainnya".
"Mereka berjalan mengelilingi Ka'bah tujuh putaran, kemudian setiap orang berusaha sebisa mungkin untuk menyentuhnya dan mereka menyimpan doa, harapan, air mata, dan keinginan mereka pada potongan ini. Berharap setelah itu semua doa mereka akan diterima," tambahnya dalam surat.
Surat-menyurat tersebut tidak menjelaskan bagaimana Al Ahmadi mengenal Epstein atau mengapa surat-surat itu dikirim kepadanya. Dalam serangkaian email lain, Al Ahmadi menanyakan kabar Epstein setelah Badai Irma melanda Karibia pada September 2017, ketika pulau pribadinya mengalami kerusakan parah.
Email-email tersebut tidak menunjukkan apakah Al Ahmadi pernah mengunjungi pulau Epstein atau memahami sepenuhnya apa yang terjadi di sana. Dalam pesan lain, asisten Epstein yang sudah lama bekerja dengannya, Lesley Groff, mengirimkan alat uji DNA kepada Al-Ahmadi, namun tidak jelas untuk apa.
Halaman 3>>>> Mantu Trump Yahudi-Mossad
9. Menantu Trump Bagian Kunci Kelompok Agama Yahudi, Bakal Acak-Acak Pemerintahan
Berkas Epstein berisi sebuah memo FBI yang mengatakan bahwa Israel "mengkompromikan" Trump. Di sini ada tangan menantu Trump, Jared Kushner, dan sebuah kelompok agama Yahudi, yang dituduh berupaya membajak kepresidenan Trump, Chabad-Lubavitch.
Memo tersebut mengambil informasi dari sumber rahasia (CHS) dan muncul di antara sejumlah besar berkas terkait Epstein yang dirilis oleh Departemen Kehakiman AS. CHS memberi tahu Chabad bahwa mereka melakukan segala yang mereka bisa untuk membajak kepresidenan Trump di masa jabatan pertamanya.
Chabad-Lubavitch, sebuah sekte agama Yahudi yang didirikan di Rusia, telah berkembang hingga diperkirakan memiliki 90.000 anggota. Ideologi mesianik dan ultra-Ortodoksnya telah berulang kali dikaitkan dengan politik kolonialisme pemukim garis keras di Palestina.
Memo tersebut juga mengutip Berel Lazar, seorang anggota Chabad dan mantan kepala rabi Rusia. Ia digambarkan sebagai penasihat dekat Presiden Rusia Vladimir Putin.
"Chabad pada dasarnya adalah Yudaisme yang disetujui negara. Ini digunakan oleh Putin untuk mengawasi semua oligarki Rusia-Yahudi," tambah memo FBI tersebut.
"Pada hari Trump terpilih sebagai Presiden, Ivanka Trump dan Jared [Kushner] berada di makam Rabbi Schneersom [sic] yang merupakan Rabbi paling berpengaruh di jaringan Chabad," demikian isi memo tersebut.
 Foto: Penasehat senior Gedung Putih, Jared Kushner (AP Photo/Andrew Harnik)
|
10.Epstein Intelijen Israel Mossad?
Masih mengutip data FBI yang dirilis DOJ, dokumen tersebut juga menyebut Epstein telah bekerja sama dengan intelijen Israel. Bahkan sebuah sumber mengatakan Epstein adalah agen Mossad yang direkrut.
"Epstein dekat dengan mantan Perdana Menteri (PM) Israel, Ehud Barak, dan dilatih sebagai mata-mata di bawahnya," tambah memo tersebut.
Epstein dan Barak memiliki hubungan selama satu dekade. Barak, yang juga merupakan tokoh senior intelijen militer Israel di awal kariernya, mengunjungi rumah Epstein di New York lebih dari 30 kali antara tahun 2013 dan 2017.
Dalam salah satu pertukaran email, Epstein menulis kepada Barak "Anda harus menjelaskan bahwa saya tidak bekerja untuk Mossad". Dokumen tersebut menghubungkan klaim tersebut dengan kesepakatan pengakuan bersalah Epstein tahun 2008, yang menggambarkan percakapan yang diduga melibatkan pengacaranya, akademisi pro-Israel Alan Derschowitz, dan jaksa federal saat itu, Alex Acosta, yang diberitahu bahwa Epstein "terlibat dalam intelijen".
Berkas FBI mengungkapkan bahwa menurut CHS, Derschowitz sendiri telah "direkrut oleh Mossad". Ia disebut mendukung misi mereka.
Halaman 4>>> Nama Trump, Pangeran Inggris, Pembicaraan Sebelum Epstein Tewas Gantung Diri
11. Pangeran Inggris & Wanita Rusia
Dalam dokumen tersebut terungkap bagaimana Epstein mengundang seorang Pangeran Inggris (The Duke) untuk bertemu dengan wanita Rusia. The Duke sendiri diyakini sebagai Andrew Mountbatten Windsor, adik Raja Charles III.
Dokumen tersebut mengungkap hubungan sangat dekat mantan pemodal itu dengan kalangan elit Inggris. Dalam dokumen yang diperlihatkan keduanya membahas makan malam di Istana Buckingham, di mana terdapat "banyak privasi".
Email-email tersebut berlangsung sekitar Agustus 2010, dua tahun setelah Epstein mengaku bersalah atas perbuatan merayu anak di bawah umur. Dalam rilis berkas terbaru itu, terdapat juga foto yang tampaknya menunjukkan Andrew berlutut dengan keempat anggota tubuhnya di atas seorang wanita yang terbaring di tanah.
Bukan hanya Andrew, beberapa email diyakini juga terakit korespondensi antara Epstein dan Sarah Ferguson, mantan istri Andrew. Satu email tertanggal 4 April 2009, ditandatangani "Salam, Sarah, Si Rambut Merah.!!".
Email tersebut menyatakan bahwa ia akan berada di Palm Beach dan ingin minum teh. Email tersebut kemudian membahas ide-ide untuk perusahaan Ferguson, Mother's Army, di mana mantan Duchess of York itu menyebut Epstein sebagai "Sahabatku yang luar biasa dan istimewa, Jeffrey", "legenda" dan "Aku sangat bangga padamu".
12. Miliuner Richard Branson
Dalam file terbaru, terdapat pula nama pendiri Virgin Group asal Inggris, Richard Branson, disebut dalam berkas tersebut. Dalam pertukaran email dari tahun 2013, Branson tampaknya mengatakan kepada Epstein bahwa "sangat menyenangkan" bertemu dengannya".
"Kapan pun Anda berada di daerah ini, saya ingin bertemu Anda. Asalkan Anda membawa harem Anda!" tulisnya.
Sebenarnya, Virgin Group mengklarifikasi bahwa "harem" merujuk pada tiga anggota dewasa dari tim Epstein. Perusahaan mengatakan kontak apa pun yang dilakukan Richard Branson dengan Epstein hanya terjadi hanya beberapa kali dari dua belas tahun yang lalu, dan terbatas pada pengaturan kelompok atau bisnis, seperti acara tenis amal.
13. Suap Dubes Rp 1,2 M
Dalam dokumen tersebut diketahui bagaimana Epstein membayar uang ke rekening yang terkait dengan Peter Mandelson. Ia adalah anggota Partai Buruh Inggris, yang juga dikenal sebagai Lord Mandelson, dan sempat menjabat sebagai Dubes AS tahun 2003-2004.
Epstein melakukan pembayaran sebesar US$75.000 (sekitar Rp 1,2 miliar) ke rekening yang terhubung dengan Mandelson. Ini terjadi antara tahun 2003 dan 2004.
"Epstein tampaknya telah mengirimkan tiga pembayaran terpisah sebesar US$25.000 dengan menyebutkan nama Lord Mandelson," tulis BBC International.
14. Epstein Menyebut Trump Ratusan Kali
Trump disebut ratusan kali dalam berkas yang baru dirilis soal Epstein. Dokumen juga memuat daftar laporan kepada FBI mengenaiTrump, yang dikompilasi oleh National Threat Operations Center.
Banyak di antaranya berupa tuduhan tentang pelecehan seksual yang melibatkan Trump, Epstein, dan tokoh lain. Meski Trump disebut ratusan kali dalam berkas tersebut, ia selalu membantah terlibat dalam kejahatan Epstein.
"Beberapa dokumen berisi klaim yang tidak benar dan sensasional terhadap Presiden Trump yang diserahkan kepada FBI tepat sebelum pemilihan 2020," kata DOJ.
"Agar jelas, klaim tersebut tidak berdasar dan salah, dan jika memiliki sedikit kredibilitas, klaim tersebut pasti sudah digunakan sebagai senjata melawan Presiden Trump," tambahnya.
15.Pembicaraan Sebelum Epstein Tewas Gantung Diri
Dalam Epstein Files diketahui juga bahwa kurang dari 2 minggu sebelum kematian Epstein, pengacaranya bertemu jaksa federal Manhattan dan membahas kemungkinan kerja sama.
"Pada 29 Juli 2019, FBI dan jaksa bertemu dengan pengacara Epstein, yang secara umum membahas kemungkinan penyelesaian kasus dan kemungkinan kerja sama terdakwa," kata FBI.
Memo lain berjudul Jeffrey Epstein Significant Case Notification memberikan detail tambahan, menunjukkan negosiasi itu berlangsung hanya beberapa hari sebelum Epstein ditemukan tewas di selnya.