Jakarta, CNBC Indonesia - Jutaan berkas baru terkait pelaku kejahatan seksual Jeffrey Epstein telah dirilis oleh Departemen Kehakiman Amerika Serikat (DOJ), akhir pekan kemarin. Ini adalah jumlah dokumen terbesar yang dibagikan oleh pemerintah Paman Sam, sejak undang-undang mewajibkan perilisannya tahun lalu.
Dilaporkan BBC International, ada 3 juta halaman, 180.000 gambar, dan 2.000 video yang dipublikasikan. Perilisan ini terjadi 6 minggu setelah departemen tersebut melewati tenggat waktu yang ditandatangani oleh Presiden AS Donald Trump, yang mewajibkan semua dokumen terkait Epstein untuk dibagikan kepada publik.
"Perilisan hari ini menandai akhir dari proses identifikasi dan peninjauan dokumen yang sangat komprehensif untuk memastikan transparansi kepada rakyat Amerika dan kepatuhan," kata Wakil Jaksa Agung Todd Blanche, dikutip Senin (2/2/2026).
Banyak email dan dokumen tersebut berasal dari lebih dari satu dekade yang lalu. Banyak tokoh ternama disebut, mulai dari Trump sendiri, sejumlah petinggi negara, pengusaha, bahkan Mossad Israel dan kiswah, kain penutup Ka'bah.
Perlu diketahui, Epstein dihukum di 2008 karena meminta hubungan seks dari seorang gadis berusia 14 tahun. Epstein sendiri telah meninggal pada Agustus 2019 saat berada di penjara dengan cara bunuh diri, meski masih menjadi misteri.
Lalu apa saja faktanya? Berikut beberapa di antaranya yang disebut dalam Epstein file terbaru.
1.Epstein & Pangeran Inggris Bertemu Wanita Rusia
Dalam dokumen tersebut terungkap bagaimana Epstein mengundang seorang Pangeran Inggris (The Duke) untuk bertemu dengan wanita Rusia. The Duke sendiri diyakini sebagai Andrew Mountbatten Windsor, adik Raja Charles III.
Dokumen tersebut mengungkap hubungan sangat dekat mantan pemodal itu dengan kalangan elit Inggris. Dalam dokumen yang diperlihatkan keduanya membahas makan malam di Istana Buckingham, di mana terdapat "banyak privasi".
Email-email tersebut berlangsung sekitar Agustus 2010, dua tahun setelah Epstein mengaku bersalah atas perbuatan merayu anak di bawah umur. Dalam rilis berkas terbaru itu, terdapat juga foto yang tampaknya menunjukkan Andrew berlutut dengan keempat anggota tubuhnya di atas seorang wanita yang terbaring di tanah.
Bukan hanya Andrew, beberapa email diyakini juga terakit korespondensi antara Epstein dan Sarah Ferguson, mantan istri Andrew. Satu email tertanggal 4 April 2009, ditandatangani "Salam, Sarah, Si Rambut Merah.!!".
Email tersebut menyatakan bahwa ia akan berada di Palm Beach dan ingin minum teh. Email tersebut kemudian membahas ide-ide untuk perusahaan Ferguson, Mother's Army, di mana mantan Duchess of York itu menyebut Epstein sebagai "Sahabatku yang luar biasa dan istimewa, Jeffrey", "legenda" dan "Aku sangat bangga padamu".
2.Epstein Bertemu Miliuner Richard Branson, Sebut-Sebut Harem
Dalam file terbaru, terdapat pula nama pendiri Virgin Group asal Inggris, Richard Branson, disebut dalam berkas tersebut. Dalam pertukaran email dari tahun 2013, Branson tampaknya mengatakan kepada Epstein bahwa "sangat menyenangkan" bertemu dengannya".
"Kapan pun Anda berada di daerah ini, saya ingin bertemu Anda. Asalkan Anda membawa harem Anda!" tulisnya.
Sebenarnya, Virgin Group mengklarifikasi bahwa "harem" merujuk pada tiga anggota dewasa dari tim Epstein. Perusahaan mengatakan kontak apa pun yang dilakukan Richard Branson dengan Epstein hanya terjadi hanya beberapa kali dari dua belas tahun yang lalu, dan terbatas pada pengaturan kelompok atau bisnis, seperti acara tenis amal.
3.Epstein Bayar Eks Dubes Inggris Rp 1,2 M
Dalam dokumen tersebut diketahui bagaimana Epstein membayar uang ke rekening yang terkait dengan Peter Mandelson. Ia adalah anggota Partai Buruh Inggris, yang juga dikenal sebagai Lord Mandelson, dan sempat menjabat sebagai Dubes AS tahun 2003-2004.
Epstein melakukan pembayaran sebesar US$75.000 (sekitar Rp 1,2 miliar) ke rekening yang terhubung dengan Mandelson. Ini terjadi antara tahun 2003 dan 2004.
"Epstein tampaknya telah mengirimkan tiga pembayaran terpisah sebesar US$25.000 dengan menyebutkan nama Lord Mandelson," tulis BBCÂ International.
4.Epstein Menyebut Trump Ribuan Kali
Trump disebut ribuan kali dalam berkas yang baru dirilis soal Epstein. Namun saat diklarifikasi, Trump mengakui memiliki hubungan pertemanan dengan Epstein, meski ia mengatakan hubungan itu memburuk bertahun-tahun yang lalu dan telah membantah mengetahui kejahatan seksualnya.
Di antara dokumen-dokumen baru tersebut terdapat daftar yang disusun oleh FBI tahun lalu tentang tuduhan yang diajukan terhadap Trump oleh penelepon ke saluran informasi, Pusat Operasi Ancaman Nasional AS. Banyak dari tuduhan ini tampaknya didasarkan pada informasi yang tidak terverifikasi yang diterima oleh lembaga tersebut dan dibuat tanpa bukti pendukung.
"Beberapa dokumen berisi klaim yang tidak benar dan sensasional terhadap Presiden Trump yang diserahkan kepada FBI tepat sebelum pemilihan 2020," kata DOJ.
"Agar jelas, klaim tersebut tidak berdasar dan salah, dan jika memiliki sedikit kredibilitas, klaim tersebut pasti sudah digunakan sebagai senjata melawan Presiden Trump," tambahnya.
Perlu diketahui, sutradara film dokumenter baru tentang Ibu Negara AS, Melania Trump, juga muncul dalam dokumen Epstein. Dalam sebuah foto, Brett Ratner, terlihat sedang memeluk seorang wanita muda.
Ia sebelumnya menyutradarai film Rush Hour dan X-Men: The Last Stand. Ia terlihat duduk di sofa di samping Epstein dan dua wanita yang identitasnya telah disamarkan.
Halaman 2>>> Elon Musk 'Pesta Terliar' sampai 'Penyakit Menular' Bill Gates
5.Elon Musk Sebut 'Pesta Terliar' Epstein
Komunikasi antara Epstein dan Elon Musk juga tercatat. Elon Musk bahkan menulis pertanyaan kepada Epstein "kapan pesta terliar di pulaunya akan diadakan".
Ini terlihat dari email-email Musk di tahun 2012. Di email November 2012, Epstein bahkan bertanya ke Musk berapa banyak orang yang perlu diangkutnya dengan helikopter ke pulau itu dan Musk menjawab bahwa hanya dirinya dan istrinya saat itu, Talulah Riley.
Ada pula sebuah email dari Musk kepada Epstein pada Natal tahun 2012. Berisi pertanyaan Musk apakah sang pemodal telah merencanakan pesta karena ia perlu "bersantai".
"Saya telah bekerja hingga batas kewarasan tahun ini dan jadi, begitu anak-anak saya pulang setelah Natal, saya benar-benar ingin pergi berpesta di St Barts atau tempat lain dan bersantai," tulisnya.
"Pengalaman pulau yang damai adalah kebalikan dari apa yang diinginkannya," ujarnya.
Sebenarnya Musk mengatakan bahwa Epstein memang telah mengundangnya ke pulaunya. Tetapi, ujar dia, dirinya menolak hal tersebut.
6.Dokumen Epstein Sebut Bill Gates Tertular Penyakit Menular Seksual
Dalam dokumen Epstein terbaru, dilaporkan dua email tanggal 18 Juli 2013. Satu email ditulis sebagai surat pengunduran diri dari Yayasan Bill dan Melinda Gates, di mana ada keluhan tentang obat untuk Gates "guna mengatasi konsekuensi dari hubungan seks dengan gadis-gadis Rusia".
Email lain, yang dimulai dengan "Bill yang terhormat", mengeluh tentang Gates yang telah mengakhiri persahabatan dan membuat klaim lebih lanjut tentang Gates yang telah mencoba menutupi infeksi menular seksual, termasuk dari istrinya saat itu, Melinda. Namun, seorang juru bicara Gates mengatakan kepada BBC, "klaim-klaim ini dari seorang pembohong yang terbukti dan tidak puas, benar-benar tidak masuk akal dan sepenuhnya salah".
7.Epstein Klaim UEA Jebak Pangeran Arab MBS
Epstein mengatakan penguasa UEA 'menjebak' putra mahkota Arab Saudi terkait pembunuhan Khashoggi. Epstein menyebut jurnalis yang terbunuh itu sebagai 'teroris' dan mengusulkan untuk menyebut pembunuhan itu sebagai 'operasi rahasia yang gagal'.
Korespondensi yang baru dirilis yang diterbitkan sebagai bagian dari Epstein Files menunjukkan Epstein, bertukar pesan beberapa hari setelah pembunuhan jurnalis Saudi Jamal Khashoggi di Istanbul. Khashoggi sendiri dibunuh di dalam konsulat Saudi di Istanbul pada 2 Oktober 2018, dan intelijen AS kemudian menyimpulkan bahwa Putra Mahkota Saudi Mohammed bin Salman (MBS) menyetujui operasi tersebut.
Pada 12 Oktober, kasus ini telah meletus menjadi krisis internasional. Ini bahkan memicu kemarahan global atas pembunuhan brutal kontributor Middle East Eye (MEE) dan kolumnis Washington Post tersebut.
"Sepertinya ada sesuatu yang lebih besar. Saya tidak akan terkejut jika MBZ menjebaknya," kata Epstein merujuk pada penguasa UEA Mohammed bin Zayed (MBZ).
Dalam email lanjutan lain yang termasuk dalam berkas tersebut, Epstein mengatakan bahwa "sumber sekunder" memberitahunya bahwa salah satu peserta operasi merekam video di telepon sebelum perangkat tersebut diretas dan rekaman tersebut diperoleh. Korespondensi tersebut tidak menyebutkan siapa yang meretas telepon tersebut.
Dokumen-dokumen tersebut menunjukkan juga Epstein menerima pesan dari seorang kenalan yang namanya disensor. Namun ia mengatakan bahwa MBZ telah meminta pertemuan "mendesak", dengan keberangkatan yang direncanakan untuk pagi berikutnya.
Halaman 3>>> Menantu Trump Anggota Kelompok Agama Yahudi hingga Kiswah Ka'bah
8.Dokumen Epstein Sebut Menantu Trump Bagian Kunci Kelompok Agama Yahudi
Berkas Epstein berisi sebuah memo FBI yang mengatakan bahwa Israel "mengkompromikan" Trump. Di sini ada tangan menantu Trump, Jared Kushner, dan sebuah kelompok agama Yahudi, yang dituduh berupaya membajak kepresidenan Trump, Chabad-Lubavitch.
Memo tersebut mengambil informasi dari sumber rahasia (CHS) dan muncul di antara sejumlah besar berkas terkait Epstein yang dirilis oleh Departemen Kehakiman AS. CHS memberi tahu Chabad bahwa mereka melakukan segala yang mereka bisa untuk membajak kepresidenan Trump di masa jabatan pertamanya.
Chabad-Lubavitch, sebuah sekte agama Yahudi yang didirikan di Rusia, telah berkembang hingga diperkirakan memiliki 90.000 anggota. Ideologi mesianik dan ultra-Ortodoksnya telah berulang kali dikaitkan dengan politik kolonialisme pemukim garis keras di Palestina.
Memo tersebut juga mengutip Berel Lazar, seorang anggota Chabad dan mantan kepala rabi Rusia. Ia digambarkan sebagai penasihat dekat Presiden Rusia Vladimir Putin.
"Chabad pada dasarnya adalah Yudaisme yang disetujui negara. Ini digunakan oleh Putin untuk mengawasi semua oligarki Rusia-Yahudi," tambah memo FBI tersebut.
"Pada hari Trump terpilih sebagai Presiden, Ivanka Trump dan Jared [Kushner] berada di makam Rabbi Schneersom [sic] yang merupakan Rabbi paling berpengaruh di jaringan Chabad," demikian isi memo tersebut.
9.Epstein memiliki hubungan dengan Intelijen Israel Mossad
Masih mengutip data FBI yang dirilis DOJ, dokumen tersebut juga menyebut Epstein telah bekerja sama dengan intelijen Israel. Bahkan sebuah sumber mengatakan Epstein adalah agen Mossad yang direkrut.
"Epstein dekat dengan mantan Perdana Menteri (PM) Israel, Ehud Barak, dan dilatih sebagai mata-mata di bawahnya," tambah memo tersebut.
Epstein dan Barak memiliki hubungan selama satu dekade. Barak, yang juga merupakan tokoh senior intelijen militer Israel di awal kariernya, mengunjungi rumah Epstein di New York lebih dari 30 kali antara tahun 2013 dan 2017.
Dalam salah satu pertukaran email, Epstein menulis kepada Barak "Anda harus menjelaskan bahwa saya tidak bekerja untuk Mossad". Dokumen tersebut menghubungkan klaim tersebut dengan kesepakatan pengakuan bersalah Epstein tahun 2008, yang menggambarkan percakapan yang diduga melibatkan pengacaranya, akademisi pro-Israel Alan Derschowitz, dan jaksa federal saat itu, Alex Acosta, yang diberitahu bahwa Epstein "terlibat dalam intelijen".
Berkas FBI mengungkapkan bahwa menurut CHS, Derschowitz sendiri telah "direkrut oleh Mossad". Ia disebut mendukung misi mereka.
10.Epstein Sebut Putri Mahkota Norwegia 1000 Kali
Nama Putri Mahkota Norwegia Mette-Marit muncul setidaknya 1.000 kali dalam jutaan dokumen Epstein, yang baru dirilis. Surat-menyurat yang dipublikasikan di media Norwegia berasal dari tahun 2011 hingga 2014.
Dalam salah satu email, Mette-Marit bertanya kepada Epstein apakah "tidak pantas bagi seorang ibu untuk menyarankan dua wanita telanjang membawa papan selancar untuk wallpaper kamar putra saya yang berusia 15 tahun". Pada hari Sabtu, Mette-Marit mengatakan dia "menunjukkan penilaian yang buruk dan saya sangat menyesal telah berhubungan dengan Epstein", menyebut hubungan itu "memalukan".
Namun menurut istana, Mette-Marit telah menghentikan kontak dengan Epstein pada tahun 2014 karena dia merasa Epstein "berusaha menggunakan hubungannya dengan putri mahkota sebagai pengaruh terhadap orang lain". Mette-Marit telah meminta maaf atas persahabatannya yang "memalukan" dengan Epstein.
Kebocoran ini terjadi pada waktu yang buruk bagi keluarga kerajaan, yang putranya yang berusia 29 tahun, Marius Borg Hoiby, akan diadili di pengadilan distrik Oslo pada hari Selasa. Dia dituduh melakukan 38 kejahatan, termasuk pemerkosaan terhadap empat wanita serta penyerangan dan pelanggaran narkoba.
11.Epstein Terima Kiswah, Kain Penutup Ka'bah
Berkas Epstein menunjukkan ada potongan kain Ka'bah dari Mekah, Arab Saudi, yang dikirim ke pria tersebut, melalui kontak di UEA. Mengutip Middle East Monitor (MEMO), data korespondensi merinci bagaimana kain suci Ka'bah sampai ke Epstein melalui pengusaha wanita UEA.
Email menunjukkan pengiriman kontroversial kain suci itu tertanggal Februari dan Maret 2017. Nama pengusaha tersebut adalah Aziza Al-Ahmadi.
Ia bekerja sama dengan seorang pria bernama Abdullah Al-Maari untuk mengatur pengiriman tiga potong kain hitam bersulam emas yang menutupi Kabah, yakni Kiswah. Kiswah memiliki makna keagamaan yang mendalam bagi umat Muslim di seluruh dunia, di mana setiap tahun para pekerja melepas kain tersebut dan menutupi Ka'bah dengan kain baru.
"Email dalam berkas menunjukkan barang-barang tersebut dikirim melalui kargo udara dari Arab Saudi ke Florida melalui British Airways, dengan koordinasi yang mencakup faktur, pengaturan bea cukai, dan pengiriman di dalam Amerika Serikat," tulis laman itu.
"Pesan-pesan tersebut menggambarkan tiga bagian terpisah: satu dari dalam Ka'bah, satu dari penutup luar yang digunakan, dan yang ketiga terbuat dari bahan yang sama tetapi tidak digunakan," tambahnya.
Lebih lanjut dikatakan bahwa korespondensi menggambarkan kiswah sebagai "karya seni". Pengiriman tersebut tiba di rumah Epstein.
Dalam satu email, Al-Ahmadi menggarisbawahi signifikansi religius kain tersebut sambil berbicara langsung kepada Epstein. Ia menulis "potongan hitam itu disentuh oleh setidaknya 10 juta Muslim dari berbagai denominasi, Sunni, Syiah, dan lainnya".
"Mereka berjalan mengelilingi Ka'bah tujuh putaran, kemudian setiap orang berusaha sebisa mungkin untuk menyentuhnya dan mereka menyimpan doa, harapan, air mata, dan keinginan mereka pada potongan ini. Berharap setelah itu semua doa mereka akan diterima," tambahnya dalam surat.
Surat-menyurat tersebut tidak menjelaskan bagaimana Al Ahmadi mengenal Epstein atau mengapa surat-surat itu dikirim kepadanya. Dalam serangkaian email lain, Al Ahmadi menanyakan kabar Epstein setelah Badai Irma melanda Karibia pada September 2017, ketika pulau pribadinya mengalami kerusakan parah.
Email-email tersebut tidak menunjukkan apakah Al Ahmadi pernah mengunjungi pulau Epstein atau memahami sepenuhnya apa yang terjadi di sana. Dalam pesan lain, asisten Epstein yang sudah lama bekerja dengannya, Lesley Groff, mengirimkan alat uji DNA kepada Al-Ahmadi, namun tidak jelas untuk apa.