MARKET DATA
Internasional

11 Fakta Epstein Files Terbaru: Trump, Mossad, dan Kain Kiswah Ka'bah

sef,  CNBC Indonesia
02 February 2026 22:00
USA-TRUMP/BRITAIN
Foto: REUTERS/Phil Noble

8. Dokumen Epstein Sebut Menantu Trump Bagian Kunci Kelompok Agama Yahudi

Berkas Epstein berisi sebuah memo FBI yang mengatakan bahwa Israel "mengkompromikan" Trump. Di sini ada tangan menantu Trump, Jared Kushner, dan sebuah kelompok agama Yahudi, yang dituduh berupaya membajak kepresidenan Trump, Chabad-Lubavitch.

Memo tersebut mengambil informasi dari sumber rahasia (CHS) dan muncul di antara sejumlah besar berkas terkait Epstein yang dirilis oleh Departemen Kehakiman AS. CHS memberi tahu Chabad bahwa mereka melakukan segala yang mereka bisa untuk membajak kepresidenan Trump di masa jabatan pertamanya.

Chabad-Lubavitch, sebuah sekte agama Yahudi yang didirikan di Rusia, telah berkembang hingga diperkirakan memiliki 90.000 anggota. Ideologi mesianik dan ultra-Ortodoksnya telah berulang kali dikaitkan dengan politik kolonialisme pemukim garis keras di Palestina.

Memo tersebut juga mengutip Berel Lazar, seorang anggota Chabad dan mantan kepala rabi Rusia. Ia digambarkan sebagai penasihat dekat Presiden Rusia Vladimir Putin.

"Chabad pada dasarnya adalah Yudaisme yang disetujui negara. Ini digunakan oleh Putin untuk mengawasi semua oligarki Rusia-Yahudi," tambah memo FBI tersebut.

"Pada hari Trump terpilih sebagai Presiden, Ivanka Trump dan Jared [Kushner] berada di makam Rabbi Schneersom [sic] yang merupakan Rabbi paling berpengaruh di jaringan Chabad," demikian isi memo tersebut.

9. Epstein memiliki hubungan dengan Intelijen Israel Mossad

Masih mengutip data FBI yang dirilis DOJ, dokumen tersebut juga menyebut Epstein telah bekerja sama dengan intelijen Israel. Bahkan sebuah sumber mengatakan Epstein adalah agen Mossad yang direkrut.

"Epstein dekat dengan mantan Perdana Menteri (PM) Israel, Ehud Barak, dan dilatih sebagai mata-mata di bawahnya," tambah memo tersebut.

Epstein dan Barak memiliki hubungan selama satu dekade. Barak, yang juga merupakan tokoh senior intelijen militer Israel di awal kariernya, mengunjungi rumah Epstein di New York lebih dari 30 kali antara tahun 2013 dan 2017.

Dalam salah satu pertukaran email, Epstein menulis kepada Barak "Anda harus menjelaskan bahwa saya tidak bekerja untuk Mossad". Dokumen tersebut menghubungkan klaim tersebut dengan kesepakatan pengakuan bersalah Epstein tahun 2008, yang menggambarkan percakapan yang diduga melibatkan pengacaranya, akademisi pro-Israel Alan Derschowitz, dan jaksa federal saat itu, Alex Acosta, yang diberitahu bahwa Epstein "terlibat dalam intelijen".

Berkas FBI mengungkapkan bahwa menurut CHS, Derschowitz sendiri telah "direkrut oleh Mossad". Ia disebut mendukung misi mereka.

10. Epstein Sebut Putri Mahkota Norwegia 1000 Kali

Nama Putri Mahkota Norwegia Mette-Marit muncul setidaknya 1.000 kali dalam jutaan dokumen Epstein, yang baru dirilis. Surat-menyurat yang dipublikasikan di media Norwegia berasal dari tahun 2011 hingga 2014.

Dalam salah satu email, Mette-Marit bertanya kepada Epstein apakah "tidak pantas bagi seorang ibu untuk menyarankan dua wanita telanjang membawa papan selancar untuk wallpaper kamar putra saya yang berusia 15 tahun". Pada hari Sabtu, Mette-Marit mengatakan dia "menunjukkan penilaian yang buruk dan saya sangat menyesal telah berhubungan dengan Epstein", menyebut hubungan itu "memalukan".

Namun menurut istana, Mette-Marit telah menghentikan kontak dengan Epstein pada tahun 2014 karena dia merasa Epstein "berusaha menggunakan hubungannya dengan putri mahkota sebagai pengaruh terhadap orang lain". Mette-Marit telah meminta maaf atas persahabatannya yang "memalukan" dengan Epstein.

Kebocoran ini terjadi pada waktu yang buruk bagi keluarga kerajaan, yang putranya yang berusia 29 tahun, Marius Borg Hoiby, akan diadili di pengadilan distrik Oslo pada hari Selasa. Dia dituduh melakukan 38 kejahatan, termasuk pemerkosaan terhadap empat wanita serta penyerangan dan pelanggaran narkoba.

11.Epstein Terima Kiswah, Kain Penutup Ka'bah

Berkas Epstein menunjukkan ada potongan kain Ka'bah dari Mekah, Arab Saudi, yang dikirim ke pria tersebut, melalui kontak di UEA. Mengutip Middle East Monitor (MEMO), data korespondensi merinci bagaimana kain suci Ka'bah sampai ke Epstein melalui pengusaha wanita UEA.

Email menunjukkan pengiriman kontroversial kain suci itu tertanggal Februari dan Maret 2017. Nama pengusaha tersebut adalah Aziza Al-Ahmadi.

Ia bekerja sama dengan seorang pria bernama Abdullah Al-Maari untuk mengatur pengiriman tiga potong kain hitam bersulam emas yang menutupi Kabah, yakni Kiswah. Kiswah memiliki makna keagamaan yang mendalam bagi umat Muslim di seluruh dunia, di mana setiap tahun para pekerja melepas kain tersebut dan menutupi Ka'bah dengan kain baru.

"Email dalam berkas menunjukkan barang-barang tersebut dikirim melalui kargo udara dari Arab Saudi ke Florida melalui British Airways, dengan koordinasi yang mencakup faktur, pengaturan bea cukai, dan pengiriman di dalam Amerika Serikat," tulis laman itu.

"Pesan-pesan tersebut menggambarkan tiga bagian terpisah: satu dari dalam Ka'bah, satu dari penutup luar yang digunakan, dan yang ketiga terbuat dari bahan yang sama tetapi tidak digunakan," tambahnya.

Lebih lanjut dikatakan bahwa korespondensi menggambarkan kiswah sebagai "karya seni". Pengiriman tersebut tiba di rumah Epstein.

Dalam satu email, Al-Ahmadi menggarisbawahi signifikansi religius kain tersebut sambil berbicara langsung kepada Epstein. Ia menulis "potongan hitam itu disentuh oleh setidaknya 10 juta Muslim dari berbagai denominasi, Sunni, Syiah, dan lainnya".

"Mereka berjalan mengelilingi Ka'bah tujuh putaran, kemudian setiap orang berusaha sebisa mungkin untuk menyentuhnya dan mereka menyimpan doa, harapan, air mata, dan keinginan mereka pada potongan ini. Berharap setelah itu semua doa mereka akan diterima," tambahnya dalam surat.

Surat-menyurat tersebut tidak menjelaskan bagaimana Al Ahmadi mengenal Epstein atau mengapa surat-surat itu dikirim kepadanya. Dalam serangkaian email lain, Al Ahmadi menanyakan kabar Epstein setelah Badai Irma melanda Karibia pada September 2017, ketika pulau pribadinya mengalami kerusakan parah.

Email-email tersebut tidak menunjukkan apakah Al Ahmadi pernah mengunjungi pulau Epstein atau memahami sepenuhnya apa yang terjadi di sana. Dalam pesan lain, asisten Epstein yang sudah lama bekerja dengannya, Lesley Groff, mengirimkan alat uji DNA kepada Al-Ahmadi, namun tidak jelas untuk apa.

(sef/sef)
[Gambas:Video CNBC]




Most Popular
Features