MARKET DATA
INTERNASIONAL

Iran Respons AS Serang Venezuela & Tangkap Maduro

tfa,  CNBC Indonesia
05 January 2026 20:00
Pemimpin Tertinggi Iran Ayatollah Ali Khamenei menghadiri upacara untuk memperingati Asyura, hari paling suci dalam kalender Muslim Syiah, di Teheran, Iran, 5 Juli 2025. (Office of the Iranian Supreme Leader/WANA (West Asia News Agency)/Handout via REUTERS)
Foto: Pemimpin Tertinggi Iran Ayatollah Ali Khamenei (via REUTERS/Office of the Iranian Supreme Le)

Jakarta, CNBC Indonesia - Iran mengecam keras penangkapan Presiden Venezuela Nicolas Maduro oleh Amerika Serikat (AS) dan menyerukan pembebasannya. Teheran juga menegaskan hubungannya dengan Caracas tetap tidak berubah meski pemimpin sekutu dekatnya itu kini dibawa ke New York untuk diadili.

Juru bicara Kementerian Luar Negeri Iran, Esmail Baqaei, menyebut penangkapan Maduro sebagai tindakan ilegal yang melanggar kedaulatan negara. Ia menegaskan presiden Venezuela seharusnya dibebaskan sesuai kehendak rakyatnya.

"Presiden suatu negara dan istrinya diculik. Ini bukan sesuatu yang patut dibanggakan; ini adalah tindakan ilegal," kata Baqaei dalam konferensi pers mingguan, Senin (5/1/2026), seperti dikutip AFP.

"Seperti yang telah ditekankan oleh rakyat Venezuela, presiden mereka harus dibebaskan."

Meski demikian, Iran menegaskan insiden tersebut tidak mengubah hubungan bilateral dengan Venezuela. Baqaei mengatakan kerja sama kedua negara tetap berjalan berdasarkan prinsip saling menghormati.

"Hubungan kami dengan semua negara, termasuk Venezuela, didasarkan pada rasa saling menghormati dan akan tetap demikian," ujarnya.

"Kami sedang berhubungan dengan pihak berwenang Venezuela."

Pernyataan ini menegaskan posisi Iran yang tetap mendukung Venezuela di tengah meningkatnya ketegangan dengan AS. Ini sekaligus menolak legitimasi tindakan militer AS terhadap pemimpin negara sekutunya tersebut.

(sef/sef)
[Gambas:Video CNBC]
Next Article Presiden Negara Ini Jadi Buronan AS, Hadiahnya Naik Jadi Rp825 Miliar


Most Popular
Features