MARKET DATA

Pernyataan Kemlu RI Usai AS Tangkap Presiden Venezuela Nicolas Maduro

tfa,  CNBC Indonesia
04 January 2026 22:30
Presiden Venezuela Nicolas Maduro. (Tangkapan Layar Instagram/AnwarIbrahim_my)
Foto: Presiden Venezuela Nicolas Maduro. (Tangkapan Layar Instagram/AnwarIbrahim_my)

Jakarta, CNBC Indonesia - Pemerintah Indonesia, melalui Kementerian Luar Negeri, merilis pernyataan resmi merespons dinamika yang melibatkan Amerika Serikat (AS) dan Venezuela. Sebagaimana diketahui, Pemerintah AS menangkap Presiden Venezuela Nicolas Maduro dan sang istri dalam sebuah operasi militer pada Sabtu (3/1/2026) dini hari waktu setempat.

"Pemerintah Indonesia terus mencermati dengan saksama perkembangan yang terjadi di Venezuela," tulis @Kemlu_RI seperti dikutip CNBC Indonesia, Minggu (4/1/2026) malam.

Menurut Kemlu RI, Indonesia menyampaikan keprihatinan yang mendalam atas setiap tindakan yang melibatkan penggunaan atau ancaman kekuatan, yang berisiko menciptakan preseden berbahaya dalam hubungan internasional serta dapat mengganggu stabilitas dan perdamaian kawasan, serta melemahkan prinsip kedaulatan dan diplomasi.

"Penting bagi komunitas internasional untuk menghormati hak dan kehendak rakyat Venezuela dalam menjalankan kedaulatan mereka serta menentukan sendiri arah dan masa depan bangsa mereka," tulis @Kemlu_RI.

Lebih lanjut, Kemlu RI menyatakan, Indonesia menyerukan kepada semua pihak agar mengedepankan dialog dan menahan diri, serta mematuhi hukum internasional, termasuk prinsip-prinsip yang tertuang dalam Piagam PBB dan hukum humaniter internasional, khususnya perlindungan terhadap warga sipil, yang keselamatan dan kondisinya harus tetap menjadi prioritas utama.

(miq/miq)
[Gambas:Video CNBC]
Next Article Presiden Negara Ini Jadi Buronan AS, Hadiahnya Naik Jadi Rp825 Miliar


Most Popular
Features