MARKET DATA
INTERNASIONAL

Begini Operasi 2 Jam 20 Menit AS Tangkap Maduro: Bawa CIA-Delta Force

sef,  CNBC Indonesia
05 January 2026 14:00
Sebuah foto yang diunggah oleh Presiden AS Donald Trump di akun Truth Social miliknya menunjukkan dia duduk di dekat Menteri Pertahanan AS Pete Hegseth, sementara Direktur CIA John Ratcliffe dan Menteri Luar Negeri Marco Rubio berdiri di depan layar yang menampilkan unggahan di situs web X.com, saat mereka menyaksikan operasi militer AS di Venezuela dari resor Mar a Lago milik Trump, di Palm Beach, Florida, AS, 3 Januari 2026. @realDonaldTrump/Handout via REUTERS
Foto: Donald Trump saat memantau operasi militer AS ke Venezuela (via REUTERS/@realDonaldTrump)

Jakarta, CNBC Indonesia - Amerika Serikat (AS) menangkap Presiden Venezuela, Nicolas Maduro, Sabtu. Ia ditangkap bersama istrinya Cilia Flores, setelah pemerintah Presiden Donald Trump melakukan serangan besar-besaran ke Caracas.

Maduro dan istri kini dibawa ke New York. Setelahnya Trump mengumumkan AS "bertanggung jawab" ke Venezuela, meski Caracas sendiri telah menunjuk Wakil Presiden Delcy Rodriguez sebagai pemimpin sementara.

Namun bagaimana sebenarnya operasi tangkap Maduro yang dilakukan AS? Bagaimana bisa hal tersebut hanya memakan waktu hanya beberapa jam?


Rencana Berbulan-Bulan

Sebenarnya AS sudah melakukan operasi berbulan-bulan. Mata-mata telah memantau Maduro.

Mengutip BBC Internastional, AS membuat sebuah tim kecil, termasuk satu sumber di dalam pemerintahan Venezuela. Mereka memantau di mana pria berusia 63 tahun itu tidur, apa yang dia makan, apa yang dia kenakan, dan bahkan "hewan peliharaannya".

Hal ini bukan pepesan kosong. Ini diungkap salah satu pejabat militer AS.

"Kemudian, pada awal Desember, sebuah misi yang direncanakan yang dijuluki 'Operasi Absolute Resolve' diselesaikan," muat laman itu.

Replika Rumah Maduro

Dilaporkan pula bagaimana pasukan khusus AS membuat rencana sangat matang. Bahkan ada replika persis rumah persembunyian Maduro, seperti di Caracas.

Mereka berlatih dengan itu untuk tahu rute masuk operasi. Rencana tersebut merupakan intervensi militer AS yang luar biasa di Amerika Latin yang belum pernah terjadi sejak Perang Dingin.

Dilaporkan tidak ada yang tahu soal ini, termasuk Kongres. Bahkan tidak ada konsultasi sebelumnya.

Semua dijaga ketat. Dengan detail yang sangat tepat, operasi hanya menunggu waktu.

"Selama beberapa minggu hingga Natal dan Tahun Baru, para pria dan wanita militer Amerika Serikat duduk siap, dengan sabar, menunggu pemicu yang tepat dan presiden memerintahkan kami untuk bertindak," kata Jenderal Dan Caine, perwira militer AS.

Operasi 2 Jam 20 Menit

Pada Sabtu dini hari, misi selama dua jam dua puluh menit dilakukan. Militer AS melakukan serangan melalui udara, darat, dan laut.

Ledakan keras terdengar di Caracas sekitar pukul 02:00 waktu setempat. Kepulan asap terlihat membubung di atas kota.

Dilaporkan bagaimana 150 pesawat dikerahkan AS sepanjang malam. Termasuk pesawat pembom, jet tempur, dan pesawat pengintai.

Helikopter juga terbang di seluruh kota. Video-video menunjukkan bagaimana ledakan terjadi di beberapa titik, saat helikopter itu terbang rendah di aras Caracas.

"Kami terbangun sekitar pukul 01:55 karena deru ledakan dan dengungan pesawat yang terbang di atas Caracas," kata seorang saksi, Daniela.

"Semuanya gelap gulita, hanya diterangi oleh kilatan ledakan di dekatnya."

Lima Lokasi

Setidaknya ada lima lokasi yang diserang AS. Pelabuhan La Guaira, Pangkalan Udara Jenderal Francisco de Miranda, lapangan terbang yang dikenal sebagai La Carlota dan Pelabuhan La Guaira, Bandara Higuerote dan Antenas El Vocan.

"Beberapa serangan AS menargetkan sistem pertahanan udara dan target militer lainnya," kata para pejabat.

Trump sendiri mengisyaratkan bahwa AS memutus aliran listrik di Caracas sebelum misi dimulai. Meskipun ia tidak menjelaskan bagaimana caranya.

"Lampu-lampu di Caracas sebagian besar dimatikan karena keahlian tertentu yang kami miliki," katanya.

"Gelap dan mematikan."

Unit Delta Force

Penangkapan Maduro sendiri dilakukan unit elit, Delta Force. Beberapa sumber mengatakan ini adalah satuan misi khusus terbaik militer AS.

Mengutip CBS, mereka bersenjata lengkap dan membawa obor las, untuk memotong pintu logam rumah persembunyian Maduro. Pasukan tiba di lokasi Maduro tak lama setelah serangan dimulai pukul 02:01 waktu setempat.

Trump menggambarkan rumah persembunyian itu sebagai "benteng" militer di jantung Caracas. Menurutnya, Maduro sendiri sudah tahu kedatangan militer AS.

Pasukan AS tersebut mendapat tembakan saat tiba. Bahkan salah satu helikopter AS terkena tembakan tetapi masih bisa terbang.

"Pasukan penangkapan turun ke kompleks Maduro dan bergerak dengan cepat, tepat, dan disiplin," kata Jenderal Caine.

"Mereka langsung masuk, dan mereka menerobos masuk ke tempat-tempat yang sebenarnya tidak bisa ditembus, Anda tahu, pintu baja yang dipasang di sana hanya untuk alasan ini," kata Trump.

Maduro Gagal Melarikan Diri

Dikatakan pula Maduro sebenarnya mencoba melarikan diri. Namun upaya itu gagal.

"Dia mencoba untuk pergi ke tempat yang aman, yang ternyata tidak aman, karena kami akan meledakkan pintunya dalam waktu sekitar 47 detik," kata Trump.

"Dia sampai di pintu. Dia tidak dapat menutupnya. Dia diserbu begitu cepat sehingga dia tidak masuk ke [ruangan] itu," tambahnya.

(sef/sef)
[Gambas:Video CNBC]
Next Article Trump Luncurkan 3 Kapal Perang ke Negara Ini, Sebut Rezim Gak Guna


Most Popular
Features