Cara Delta Force AS & CIA Culik Presiden Venezuela Maduro
Jakarta, CNBC Indonesia - Amerika Serikat (AS) melakukan operasi tak terduga, Sabtu lalu. AS menyerang ibu kota Venezuela, Caracas, dan "menculik" Presiden Nicolas Maduro.
Ini terjadi setelah seminggu sebelumnya, Presiden AS Donald Trump menelepon Maduro secara pribadi, memintanya "pergi". "Anda harus menyerah," kata Trump menyebut percakapan tersebut ke wartawan, sebagaimana dimuat NBC.
Namun keengganan Maduro akhirnya membuat Trump nekat. Hasilnya 3 Januari lalu, Trump tak hanya membombardir Venezuela tapi juga menangkap Maduro dan membawanya ke New York.
Lalu bagaimana caranya? Seperti apa pasukan elit militer Delta Force AS dan CIA bergerak?
Operasi Absolute Resolve
Sebenarnya AS sudah melakukan operasi berbulan-bulan. Mengutip BBC Internasional, awalnya AS membuat sebuah tim kecil dengan mata-mata CIA di dalamnya.
Mata-mata CIA tersebut kemudian menyebar masuk ke pemerintahan dan ring satu sang presiden. Mereka memantau di mana pria berusia 63 tahun itu tidur, apa yang dia makan, apa yang dia kenakan, dan bahkan "hewan peliharaannya".
"Kemudian, pada awal Desember, sebuah misi yang direncanakan yang dijuluki 'Operasi Absolute Resolve' diselesaikan," kata seorang pejabat militer AS, dikutip Selasa (6/1/2026).
Ya, operasi itu kemudian disebut sebagai "Operasi Absolute Resolve". Aksi militer ini diyakini sebagai tindakan paling berani di masa pemerintahan kedua Trump itu.
Dilaporkan bagaimana dalam persiapan operasi, pasukan elit berlatih bulan untuk menangkap Maduro. Bahkan sampai menggunakan replika kompleks kepresidenan berdasarkan intelijen yang telah dikumpulkan AS.
Operasi tersebut mirip dengan operasi pasukan AS untuk membunuh Osama bin Laden di 2011. Kala itu mereka berlatih dengan menggunakan model kompleks kediaman Osama di Abbottabad, Pakistan.
Dilaporkan operasi ini sangat rahasia. Tidak ada yang tahu soal ini, termasuk Kongres.
Semua dijaga ketat. Dengan detail yang sangat tepat, operasi hanya menunggu waktu.
"Selama beberapa minggu hingga Natal dan Tahun Baru, para pria dan wanita militer Amerika duduk siap, dengan sabar, menunggu pemicu yang tepat dan presiden memerintahkan kami untuk bertindak," kata Jenderal Dan Caine, perwira militer AS.
2 Jam 20 Menit
Pada Sabtu dini hari, misi selama dua jam dua puluh menit dilakukan. Militer AS melakukan serangan melalui udara, darat, dan laut.
Ledakan keras terdengar di Caracas sekitar pukul 02:00 waktu setempat. Kepulan asap terlihat membubung di atas kota.
Dilaporkan bagaimana 150 pesawat dikerahkan AS sepanjang malam. Termasuk pesawat pembom, jet tempur, dan pesawat pengintai.
Helikopter juga terbang di seluruh kota. Video-video menunjukkan bagaimana ledakan terjadi di beberapa titik, saat helikopter itu terbang rendah di aras Caracas.
"Kami terbangun sekitar pukul 01:55 karena deru ledakan dan dengungan pesawat yang terbang di atas Caracas," kata seorang saksi, Daniela.
"Semuanya gelap gulita, hanya diterangi oleh kilatan ledakan di dekatnya."
Setidaknya ada lima lokasi yang diserang AS. Pelabuhan La Guaira, Pangkalan Udara Jenderal Francisco de Miranda, lapangan terbang yang dikenal sebagai La Carlota dan Pelabuhan La Guaira, Bandara Higuerote dan Antenas El Vocan.
"Beberapa serangan AS menargetkan sistem pertahanan udara dan target militer lainnya," kata para pejabat.
Trump sendiri mengisyaratkan bahwa AS memutus aliran listrik di Caracas sebelum misi dimulai. Meskipun ia tidak menjelaskan bagaimana caranya.
"Lampu-lampu di Caracas sebagian besar dimatikan karena keahlian tertentu yang kami miliki," katanya.
"Gelap dan mematikan."
Foto: Mantan Presiden Venezuela, Nicolas Maduro, akan menghadapi dakwaan terkait tuduhan narkoba. Maduro digiring menuju ke pengadilan New York, Amerika Serikat (AS), Senin (5/1/2026). (REUTERS/Adam Gray)Mantan Presiden Venezuela, Nicolas Maduro, akan menghadapi dakwaan terkait tuduhan narkoba. Maduro digiring menuju ke pengadilan New York, Amerika Serikat (AS), Senin (5/1/2026). (REUTERS/Adam Gray) |
"Penculikan"Â Maduro
Penangkapan Maduro sendiri dilakukan unit elit, Delta Force. Beberapa sumber mengatakan ini adalah satuan misi khusus terbaik militer AS.
Mengutip CBS, mereka bersenjata lengkap dan membawa obor las, untuk memotong pintu logam rumah persembunyian Maduro. Pasukan tiba di lokasi Maduro tak lama setelah serangan dimulai pukul 02:01 waktu setempat.
Trump menggambarkan rumah persembunyian itu sebagai "benteng" militer di jantung Caracas. Menurutnya, Maduro sendiri sudah tahu kedatangan militer AS.
Pasukan AS tersebut mendapat tembakan saat tiba. Bahkan salah satu helikopter AS terkena tembakan tetapi masih bisa terbang.
"Pasukan penangkapan turun ke kompleks Maduro dan bergerak dengan cepat, tepat, dan disiplin," kata Jenderal Caine.
"Mereka langsung masuk, dan mereka menerobos masuk ke tempat-tempat yang sebenarnya tidak bisa ditembus, Anda tahu, pintu baja yang dipasang di sana hanya untuk alasan ini," kata Trump.
Dikatakan pula Maduro sebenarnya mencoba melarikan diri. Namun upaya itu gagal.
"Dia mencoba untuk pergi ke tempat yang aman, yang ternyata tidak aman, karena kami akan meledakkan pintunya dalam waktu sekitar 47 detik," kata Trump.
"Dia sampai di pintu. Dia tidak dapat menutupnya. Dia diserbu begitu cepat sehingga dia tidak masuk ke (ruangan) itu," tambahnya
[Gambas:Video CNBC]
Foto: Mantan Presiden Venezuela, Nicolas Maduro, akan menghadapi dakwaan terkait tuduhan narkoba. Maduro digiring menuju ke pengadilan New York, Amerika Serikat (AS), Senin (5/1/2026). (REUTERS/Adam Gray)