Internasional

Heboh Covid Kraken Muncul, WHO Minta Kembali Pakai Masker

News - Thea Fathanah Arbar, CNBC Indonesia
13 January 2023 07:55
The logo of the World Health Organization is seen at the WHO headquarters in Geneva, Switzerland, Thursday, June 11, 2009. The World Health Organization held an emergency swine flu meeting Thursday and was likely to declare the first flu pandemic in 41 years as infections climbed in the United States, Europe, Australia, South America and elsewhere. (AP Photo/Anja Niedringhaus) Foto: Logo World Health Organization (WHO) (AP Photo/Anja Niedringhaus)

Jakarta, CNBC Indonesia - Badan Kesehatan Dunia (WHO) memberi peringatan terbaru dengan meminta semua negara mempertimbangkan merekomendasikan kembali agar penumpang penerbangan jarak jauh menggunakan masker. Peringatan muncul akibat penyebaran cepat subvarian Omicron, XBB.1.5 atau dikenal dengan Kraken, di beberapa wilayah di dunia.

"Ini harus menjadi rekomendasi yang dikeluarkan untuk penumpang yang datang dari mana saja di mana ada transmisi penyebaran Covid-19," ujar petugas darurat senior WHO untuk Eropa, Catherine Smallwood, mengutip Reuters, Jumat (13/1/2023).

"Negara-negara perlu melihat basis bukti untuk pengujian pra-keberangkatan dan jika tindakan itu diambil, langkah-langkah perjalanan harus diterapkan dengan cara yang tidak diskriminatif," tambahnya merujuk tes negatif Covid-19 di penerbangan.

Meski begitu, peringatan WHO muncul meski belum jelas apakah XBB.1.5 akan menyebabkan gelombang infeksi sendiri. Termasuk bagaimana vaksin melindungi dari penyakit parah, rawat inap dan kematian.

XBB.1.5 merupakan subvarian Omicron yang terdeteksi paling mudah menular sejauh ini. Kranken juga memicu serentetan kasus baru di Amerika Serikat (AS), di mana ini menyumbang 27,6% kasus infeksi di Negeri Paman Sam.

Kemunculan Kraken terjadi saat kasus China masih terus melonjak, pasca Tirai Bambu beralih dari kebijakan nol-Covid ke pelonggaran aturan. Meski begitu kasus China lebih didominasi varian Omicron BA.5.2 dan BF.7.

Sebelumnya, Badan Keamanan Penerbangan Uni Eropa (EASA) dan Pusat Pencegahan dan Pengendalian Penyakit Eropa (ECDC) sudah lebih dulu mengeluarkan rekomendasi untuk penerbangan antara China dan Uni Eropa (UE). Ini termasuk langkah-langkah non-farmasi untuk mengurangi penyebaran virus, seperti pelancong diminta menggunakan masker serta pemantauan air limbah sebagai alat peringatan dini untuk mendeteksi varian baru.


[Gambas:Video CNBC]
Artikel Selanjutnya

Kasus Kematian Covid RI Naik Lagi Kala Endemi Kian Nyata


(sef/sef)

ADVERTISEMENT

ADVERTISEMENT

Terpopuler
    spinner loading
LAINNYA DI DETIKNETWORK
    spinner loading
Features
    spinner loading