Melihat Lagi Pengamanan Jokowi Selama di Ukraina-Rusia

News - Cantika Adinda Putri, CNBC Indonesia
26 June 2022 15:30
Bertolak ke Jerman, Presiden Jokowi Akan Hadiri KTT G7 (Muchlis Jr - Biro Pers Sekretariat Presiden)

Jakarta, CNBC Indonesia - Hari ini, Minggu (26/6/2022), Presiden Joko Widodo (Jokowi) bertolak ke Jerman untuk menghadiri Konferensi Tingkat Tinggi (KTT) negara-negara G7.

Di sela lawatannya itu, Jokowi dipastikan juga akan berkunjung ke Rusia dan Ukraina, dua negara yang saat ini tengah berkonflik.


Komandan Pasukan Pengamanan Presiden (Paspampres) Mayjen Tri Budi Utomo mengatakan, pengamanan kunjungan presiden kedua negara itu sudah dipersiapkan.

"Dari internal kita sendiri sudah mulai dari beberapa minggu lalu, kita sudah mulai latihan, sampai hari ini sudah selesai kita latihan terkait dengan bagaimana kira-kira kegiatan atau kejadian apa yang harus kita antisipasi kita sudah latihan," jelas Tri, dikutip Minggu (26/6/2022).

"Contohnya penyelamatan dari kereta api, penyelamatan di stasiunnya sendiri, di jalan seperti apa, mengescape beliau itu kita sudah latihan, itu dari teknisnya," ujar Tri lagi.

Pasukan khusus pengamanan presiden juga telah menyiapkan helm, rompi hingga senjata laras panjang untuk pengamanan selama di Ukraina dan Rusia.

Menurutnya, pihak Ukraina sudah memberikan keleluasaan agar Paspampres dapat membawa senjata laras panjang.

"Perlengkapan pun kita sudah siapkan helm, rompi yang kemungkinan kalau memang berkenan digunakan untuk kesiagaan di sana kita juga sudah siapkan semuanya," ujar Tri.

Paspampres menyiapkan 39 orang yang akan mengamankan kunjungan Jokowi di kedua negara. Jumlah tersebut terdiri atas 19 orang Paspampres yang melekat dengan presiden, 10 orang tim penyelamatan (matan) dan 10 orang tim advance (pendahulu).

Tim advance pengamanan presiden ini akan disiagakan sebelum Presiden Jokowi hadir di Ukraina dan Rusia. Untuk persiapan deteksi dini risiko keamanan di Ukraina, Tri mengungkapkan, saat ini kondisi di sana cenderung aman.

Dia menjelaskan, kondisi yang berisiko di Ukraina hanya berada di wilayah Donetsk saja. Adapun jarak dari Donetsk ke Kyiv, wilayah yang akan dikunjungi Jokowi, sekitar 380 kilometer jauhnya.

"Untuk komunikasi maupun koordinasi dengan mereka kita sudah lakukan di awal dengan KBRI dan selanjutnya nanti advance akan ke sana. Lebih melekat lagi, nanti di dalam rangkaian kereta api kemungkinan juga mereka akan ikut di dalam situ namun kita batasi untuk jumlah tempatnya," jelas Tri.

Lebih lanjut, Tri menuturkan, seluruh tim pengamanan yang bertugas menjaga presiden selama mengunjungi Ukraina dan Rusia berasal dari satuan Paspampres.

Mereka nantinya akan melakukan deteksi dini berbagai risiko keamanan saat Presiden Jokowi berangkat menemui Presiden Ukraina maupun Rusia.

Setelah kunjungan ke Ukraina dan Rusia, Presiden Jokowi akan melanjutkan kunjungan kerjanya ke Abu Dhabi, Uni Emirat Arab. Menurut Menlu Retno Marsudi, kunjungan itu bertujuan menindaklanjuti kerja sama di bidang ekonomi antara Indonesia dengan Uni Emirat Arab.


[Gambas:Video CNBC]
Artikel Selanjutnya

Ngobrol Bareng Zelensky, Jokowi Malah Ditelepon Putin Nih!


(cap/cha)

ADVERTISEMENT

ADVERTISEMENT

Terpopuler
    spinner loading
Features
    spinner loading