Internasional

Bos Raksasa Migas Arab Sebut Transisi Energi Takkan Mulus!

News - Tommy Patrio Sorongan, CNBC Indonesia
28 January 2022 21:00
FILE PHOTO: A Saudi Aramco employee sits in the area of its stand at the Middle East Petrotech 2016, an exhibition and conference for the refining and petrochemical industries, in Manama, Bahrain, September 27, 2016. REUTERS/Hamad I Mohammed/File Photo

Jakarta, CNBC Indonesia - CEO Saudi Aramco, Amin Nasser, mengatakan bahwa dunia masih perlu melakukan investasi di industri minyak dan gas. Pasalnya, ia menyebut bahwa transisi energi ke sumber-sumber terbarukan tidak akan jalan begitu mulus.

"Kita semua setuju bahwa untuk bergerak menuju masa depan energi yang berkelanjutan, transisi energi yang mulus sangat penting, tetapi kita juga harus mempertimbangkan kompleksitas dan tantangan untuk mencapainya," katanya pada konferensi B20 secara virtual, dikutip dari Reuters, Jumat (28/1/2022).

"Kita harus mengakui bahwa transisi saat ini tidak berjalan mulus," ungkapnya.


Nasser mengatakan, Aramco bertujuan untuk mencapai emisi nol bersih dari operasinya pada tahun 2050. Meski begitu, raksasa migas Saudi itu juga membangun kapasitas hidrokarbon dan memperluas kapasitas produksi berkelanjutan maksimumnya menjadi 13 juta barel per hari (bph).

Ia juga menambahkan investasi dalam hidrokarbon harus berjalan seiring dengan energi baru karena permintaan energi konvensional kemungkinan akan bertahan "cukup lama"

"Ketika ekonomi global mulai pulih, ada kebangkitan permintaan minyak dan gas, tetapi karena investasi minyak dan gas turun, pasokan telah tertinggal, itulah sebabnya kami melihat pasar yang sangat ketat di Eropa dan sebagian Asia," tambahnya.

Arab Saudi, pengekspor minyak utama dunia, bertujuan untuk mencapai 'nol bersih' emisi gas rumah kaca pada tahun 2060. Misi ini sempat disuarakan oleh Putra Mahkota, Mohammed Bin Salman. Untuk itu, Negara Timur Tengah itu bahkan juga sudah mempersiapkan untuk segera melepas ketergantungan ekonomi dari migas dalam visi yang dikenal sebagai 'visi 2030'.


[Gambas:Video CNBC]
Artikel Selanjutnya

Arab Saudi Bawa Kabar Buruk Minyak, Banyakin Pantai Bikini?


(tps/wia)

ADVERTISEMENT

ADVERTISEMENT

Terpopuler
    spinner loading
Features
    spinner loading