Internasional

Ngeri Pecah Perang Dunia 3, AS-Eropa Deklarasikan Lawan Rusia

News - Thea Fathanah Arbar, CNBC Indonesia
25 January 2022 16:30
Foto selebaran yang dirilis pada hari Rabu, 14 April 2021 oleh Layanan Pers Kementerian Pertahanan Rusia menunjukkan, Sebuah kapal angkatan laut Rusia terlihat selama latihan angkatan laut di Laut Hitam. Rusia bersikeras bahwa mereka memiliki hak untuk menutup wilayah Laut Hitam untuk kapal angkatan laut asing dan menolak kritik Ukraina dan Barat atas tindakan tersebut. (Russian Defense Ministry Press Service via AP)

Jakarta, CNBC Indonesia - Ancaman Perang Dunia 3 semakin nyata. Ini dipicu konflik antara Rusia dan Ukraina, yang menyeret Amerika Serikat (AS) dan Eropa.

Dalam pernyataannya terbarunya di Washington, Presiden AS Joe Biden mendeklarasikan persatuan total di antara kekuatan Barat untuk melawan Rusia menyerang Ukraina. Pentagon bahkan menyiagakan 8.500 tentara untuk bergabung dengan NATO di Laut Hitam menghalau Rusia.


"Saya mengadakan pertemuan yang sangat, sangat, sangat baik. (Ada) kebulatan suara total dengan semua pemimpin Eropa," tegas Biden seusai pembicaraan 1 jam 20 menit dengan para pemimpin Eropa dan NATO, Senin (24/1/2022) sore waktu setempat, dikutip AFP.

Hal ini juga diamini Inggris. Dalam pernyataan pers berbeda, pemerintah Negeri Ratu Elizabeth itu juga menegaskan kesatuan Barat untuk menentang Moskow.

"Para pemimpin sepakat tentang pentingnya persatuan internasional dalam menghadapi meningkatnya permusuhan Rusia," kata kantor Perdana Menteri Inggris Boris Johnson.

Persoalan Rusia dan Ukraina kompleks. Bukan hanya melibatkan klaim wilayah, dalam hal ini Krimea yang dicaplok Rusia tahun 2014, tapi juga hegemoni Rusia dan Barat.

Sejak revolusi terjadi di tahun yang sama, yang menyingkirkan pemimpim pro-Rusia di negara itu, Ukraina semakin dekat dengan Barat. Bahkan Ukraina berniat menjadi bagian NATO.

Rusia menentang ini terjadi. Dikhawatirkan akan ada pangkalan militer NATO di dekat Rusia.

Dalam pembicaraan damai Putin kerap meminta jaminan AS dan NATO terkait hal tersebut. Namun selalu deadlock, termasuk Jumat lalu.

Rusia sendiri diyakini sudah menempatkan 100.000 pasukan di dekat Ukraina. Rusia juga akan melakukan latihan militer dengan Belarusia, sekutunya, yang dianggap Barat banian dari rencana invasi.

Sementara itu AS dan NATO dikabarkan telah mengirimkan kapal perang ke Ukraina. Jet-jet tempur juga dilaporkan siap memperkuat NATO.

Mobilisasi alutsista baru-baru ini dilakukan Denmark, Spanyol dan Belanda. Bos NATO menyebut ini dilakukan guna melindungi anggota.

Ketegangan ini memicu ketidakstabilan di pasar global. Sementara indeks saham utama Rusia jatuh dan bank sentral menghentikan pembelian mata uang asing setelah Rubel merosot.

Sementara itu, Prancis dan Jerman mengaku akan mempertemukan Rusia dan Ukraina. Ini guna menemukan jalan keluar.

"Macron (Presiden Prancis) berpikir ada ruang untuk diplomasi, jalan menuju de-eskalasi," kata seorang ajudan.

"Ia akan berbicara dengan Putin dalam beberapa hari mendatang."


[Gambas:Video CNBC]
Artikel Selanjutnya

Perang Dunia 3 di Depan Mata, Negara Ini 'Biang Keladinya'


(sef/sef)
Terpopuler
    spinner loading
Features
    spinner loading