Harga Melejit, Siapa 'Raksasa' Pabrik Minyak Goreng di RI?

News - Damiana Simanjuntak, CNBC Indonesia
07 January 2022 10:25
Pedagang merapikan minyak kemasan di pasar Ciputat, Tangerang Selatan, Kamis,6/1/2022. Harga komoditas minyak goreng terus mengalami kenaikan secara signifikan pada akhir tahun 2021 lalu. Memasuki 2022, harganya masih belum juga mengalami penurunan, bahkan terus naik.
Berdasarkan Pusat Informasi Harga Pangan Strategis Nasional (PIHPS), secara nasional harga minyak goreng curah pada 29 Desember lalu hanya Rp 18.400/Kg. Pada 5 Januari 2022 atau kemarin, menyentuh Rp 18.550/Kg.

Pantauan CNBC Indonesia di pasar Ciputat, salah satu pedagang warung grosir sembako Ichsan mengatakan harga Minyak kiloan Rp21.000/kg dan harga minyak dalam kemasan Rp38.000 per liter. Kemudian ke warung lain Matondang menjual minyak kemasan nya seharga Rp37.000 dan minyak kiloanya seharga Rp20.000/kg. 

Kenaikan harga minyak goreng saat ini dipengaruhi oleh harga crude palm oil (CPO) dunia yang naik menjadi US$ 1.340/MT. Kenaikan harga CPO ini menyebabkan harga minyak goreng ikut naik cukup signifikan.

Namun selain CPO ada juga faktor lain yakni kenaikan harga minyak nabati dunia. Penyebab kenaikan harga karena gangguan cuaca yang menekan tingkat produksi minyak nabati dunia.

Merespons tren kenaikan harga minyak goreng yang pada akhir Desember 2021 mencapai Rp18.492/liter atau mengalami peningkatan 8,31 persen, pemerintah segera memprioritaskan penyediaan minyak goreng dengan harga terjangkau, yang sekaligus bertujuan mengadakan stabilisasi harga.

Menteri Perdagangan Muhammad Lutfi memastikan produksi minyak goreng kemasan berharga Rp14 ribu per liter akan dimulai paling lambat minggu depan. Untuk tahap awal, pemerintah akan menunjuk 5 produsen minyak goreng sebagai pelaksana produksi. (CNBC Indonesia/ Muhammad Sabki)

Jakarta, CNBC Indonesia - Harga CPO terus melonjak sejak sejak tahun 2021 dan cetak rekor di level RM5.071 per metrik ton di Oktober dan November 2021. Saat bersamaan produk hilir sawit khususnya minyak goreng juga ikut 'terbang'.

Pasar minyak goreng Indonesia saat ini diramaikan sejumlah merek, baik kemasan premium mapun non premium.

Berdasarkan Pusat Informasi Harga Pangan Strategis Nasional (PIHPS), secara nasional harga minyak goreng curah pada 29 Desember lalu hanya Rp 18.400/Kg. Pada 5 Januari 2022 atau kemarin, menyentuh Rp 18.550/Kg, atau naik 0,81%


Kemudian Minyak Goreng Kemasan Bermerk 1 pada 30 Desember 2021 harganya Rp 20.600/Kg. Sementara kemarin menjadi Rp 20.800/Kg, naik 0,97%. Begitu juga Minyak Goreng Kemasan Bermerk 2. Di mana pada 30 Desember masih Rp20.030/Kg, kemarin menjadi Rp Rp 20.300/Kg atau meningkat 1,34%.

Booming komoditas termasuk CPO ini menambah pundi-pundi konglomerasi sawit di Indonesia dari lonjakan ekspor dan harga menambah katalis positif bagi saham-saham konglomerasi di sektor sawit.

Data terbaru Forbes merilis daftar orang terkaya Indonesia tahun 2021. Dalam daftar 10 orang terkaya di Indonesia, ada nama keluarga Widjaja, Anthoni Salim, dan Bachtiar Karim. Nama-nama yang tak asing di industri kelapa sawit.

Keluarga Widjaja, pemilik Sinar Mas Group menempati urutan kedua daftar orang terkaya Indonesia 2021 versi Forbes. Disusul Anthoni Salim dengan bisnis Grup Salim. Dan, Bachtiar Karim pemilik grup Musim Mas menempati urutan ke-10.

Kemudian ada Martua Sitorus dan Theodore Rachmat, konglomerat sawit yang menempati posisi ke-14 dan 15.

Martua adalah pemilik grup Wilmar, sedangkan Theodore memiliki bisnis sawit grup Triputra. Juga ada Sukanto Tanoto dengan sayap bisnisnya, Royal Golden Eagle International.

Jika ditelisik, grup bisnis sawit tersebut juga memiliki unit usaha yang memproduksi minyak goreng kemasan bermerek di Indonesia. 

Baik di pasar modern maupun tradisional, sejumlah merek minyak goreng tidak lagi asing bagi konsumen. Bahkan, merek-merek tersebut biasanya mendominasi rak-rak pedagang karena jadi pilihan pertama pembeli. Ada Filma milik Sinar Mas, Bimoli milik grup Salim, Sania dan Fortune milik Wilmar, Sunco milik Musim Mas, dan Camar milik Apical, salah satu sayap bisnis milik Sukanto Tanoto.

Pemerintah tak tinggal diam, Menko Perekonomian Airlangga Hartarto dalam jumpa pers stabilisasi harga minyak goreng di Jakarta, Rabu (5/1/2022), pemerintah akan menerjunkan pabrikan minyak goreng ini ikut berperan menekan laju harga minyak goreng yang terus melambung. Pabrik-pabrik yang sebagian juga dimiliki konglomerat sawit Indonesia di atas. Sebanyak 70 produsen minyak goreng di Indonesia akan melakukan operasi pasar membantu pemerintah meredam harga.


[Gambas:Video CNBC]
Artikel Selanjutnya

Ada Fenomena Migor Ludes di Minimarket, Bos Ritel Buka Suara!


(hoi/hoi)
Terpopuler
    spinner loading
Features
    spinner loading