Cek Tarif Charging Mobil Listrik Dunia, RI Paling Murah?

News - Anisatul Umah, CNBC Indonesia
25 November 2021 19:07
Spklu tersedia, Pln uji coba mobil listrik jakarta-bali (Dok.PLN)

Jakarta, CNBC Indonesia - Pemerintah terus mendorong pembangunan fasilitas pendukung Kendaraan Bermotor Listrik Berbasis Baterai (KBLBB) seperti Stasiun Pengisian Kendaraan Listrik Umum (SPKLU).

Direktur Pembinaan Pengusahaan Ketenagalistrikan Kementerian Energi dan Sumber Daya Mineral (ESDM) Ida Nuryatin Finahari mengatakan, tarif pengisian daya cepat (fast charging) kendaraan listrik di Indonesia sebesar Rp 2.466 per kilo Watt hour (kWh). Sementara badan usaha SPKLU yang membeli listriknya dari PT PLN (Persero) akan mendapatkan tarif curah Rp 714 per kWh.

Menurutnya, tarif fast charging SPKLU di Indonesia ini masih jauh lebih murah dibandingkan dengan negara lain.


"Terkait dengan tarif SPKLU yang kita bandingkan dengan fast charging di beberapa negara, tarif kita sekitar Rp 2.460, masih jauh lebih murah," paparnya dalam webinar yang diselenggarakan BRIN, Rabu (24/11/2021).

Di dalam Peraturan Menteri ESDM No.13/2020 tentang penyediaan infrastruktur pengisian listrik KBLBB, menurutnya pemerintah sudah mengatur mengenai standar keselamatan, fasilitas pembangunan SPKLU dan SPBKLU, lalu ketentuan usaha ketenagalistrikan.

"Artinya bisa dibangun di mana saja? Nah di antaranya di SPBU, SPBG, pusat perbelanjaan, perkantoran, area parkir, di sini diatur mengenai izin usaha penyediaan listrik dan wilayah usaha termasuk tarif tenaga listrik," jelasnya.

Lantas, berapa kah tarif fast charging kendaraan listrik di negara lain?

Berdasarkan data yang dipaparkannya, rata-rata tarif fast charging di dunia sekitar Rp 5.099 per kWh. Adapun negara yang menerapkan tarif pengisian daya kendaraan listrik paling murah yaitu China, lebih rendah dari yang diterapkan di Indonesia. Tarif fast charging di China berada di kisaran Rp 1.483 - Rp 5.643 per kWh.

Berikut daftar tarif fast charging kendaraan listrik di sejumlah negara:

1. Amerika Serikat: Rp 4.010 - Rp 10.247 per kWh.
2. Kanada: Rp 3.119 - Rp 4.150 per kWh.
3. China: Rp 1.483 - Rp 5.643 per kWh.
4. Austria: Rp 5.792 - Rp 13.165 per kWh.
5. Swiss: Rp 2.970 - Rp 7.222 per kWh.
6. Jerman: Rp 8.316 - Rp 13.552 per kWh.
7. Inggris: Rp 3.119 - Rp 7.277 per kWh.
8. Swedia: Rp 5.702 per kWh.
9. Prancis: Rp 4.307 - Rp 7.574 per kWh.
10. Denmark: Rp 7.277 per kWh.
11. Belanda: Rp 7.128 - Rp 10.692 per kWh.
12. Norwegia: Rp 7.871 per kWh.


Skema Kemitraan SPKLU

Sebelumnya, Direktur Niaga dan Manajemen Pelanggan PLN Bob Saril mengatakan ada dua skema dalam pembangunan SPKLU ini. Pertama, PLN sebagai penjual langsung ke konsumen akhir dan skema kedua adalah badan usaha pemegang IUPTL yang menjual ke konsumen akhir.

"Badan usaha pemegang IUPTL penjualan sebagai penjual langsung ke konsumen akhir," papar Bob dalam sebuah diskusi daring, Senin (12/07/2021).

Kedua skema bisnis SPKLU tersebut tetap mematok harga listrik ke konsumen akhir maksimal sebesar Rp 2.466 per kWh.

Dia memaparkan, dua bisnis skema bisnis pengisian daya kendaraan listrik ini, antara lain:

1. PLN sebagai penjual langsung ke konsumen akhir, terdiri dari lima skema:
- POSO: Provide (menyediakan), Own (memiliki), Self Operated (mengoperasikan sendiri)
- POPO: Provide (menyediakan), Own (memiliki), Privately Operated (dioperasikan swasta).
- PPOO: Provide (menyediakan), Privately Owned and Operated (dimiliki dan dioperasikan swasta).
- PLSO: Provide (menyediakan), Lease (menyewa), Self Operated (mengoperasikan sendiri).
- PLPO: Provide (menyediakan), Lease (menyewa), Privately Operated (dioperasikan swasta).

2. Entitas Bisnis Pemegang IUPTL Penjualan Listrik sebagai penjual langsung kepada konsumen akhir, terdiri dari skema:
- ROSO: Retail, Own, Self Operated
- ROPO: Retail, Own, Privately Operated
- RPOO: Retail, Privately Owned and Operated
- RLSO: Retail, Lease, Self Operated
- RLPO: Retail, Lease, Privately Operated.


[Gambas:Video CNBC]

(wia)
Terpopuler
    spinner loading
Features
    spinner loading