Internasional

Jadi 'Tikus' Percobaan, Putin Divaksin Covid Lewat Hidung

News - Thea Fathanah Arbar, CNBC Indonesia
25 November 2021 13:25
Presiden Rusia Vladimir Putin di acara KTT AS-Rusia, Villa La Grange di Jenewa, Swiss, Rabu (16/62021). (AP/Alexander Zemlianichenko)

Jakarta, CNBC Indonesia - Rusia kembali bereksperimen dengan vaksin Covid-19. Kali ini Presiden Vladimir Putin menguji penggunaan vaksin Covid-19 intranasal atau hidung yang belum melewati fase uji klinis.

Dikutip dari CNN International, ini merupakan vaksinasi keempatnya. Putin sempat menerima vaksin booster Sputnik Light buatan negaranya, Minggu (21/11/2021), enam bulan setelah dosis kedua Sputnik V.


Dalam siaran televisi, setelah menerima suntikan booster, Putin mengajukan diri untuk mengambil bagian dalam pengujian vaksin intranasal yang dikembangkan oleh Gamaleya Center. Gamaleya sendiri adalah pembuat Sputnik V dan dosis tunggal Sputnik Light.

"Saya tidak merasakan apa-apa setelah vaksinasi intranasal," kata Putin, dikutip Kamis (25/11/2021).

"Hari ini, setelah dua prosedur ini, saya sudah berolahraga pagi ini. Jadi saya bisa bersaksi bahwa semuanya berkembang seperti yang dikatakan para ilmuwan kami," lanjutnya kepada para menteri.

Menurut laporan kantor berita RIA Novosti, pada pertengahan Oktober, Kementerian Kesehatan Rusia menyetujui uji klinis bentuk semprotan hidung dari vaksin Sputnik V yang dikembangkan oleh Gamaleya Center. Sementara Wakil Direktur Gamaleya, Denis Logunov mengatakan perusahaannya masih menguji kemanjuran vaksin hidung.

Logunov mengatakan bentuk intranasal dikembangkan untuk menginduksi kekebalan penghalang. Jika dikaitkan dengan Covid-19, ini mengacu pada organ kekebalan tubuh yang terletak di hidung dan faring.

Menurut Logunov, vaksin hidung hanya perlu sedikit penyelesaian kemudian akan masuk ke uji klinis. Setelah itu, peluncuran vaksin baru akan dilakukan.

"Ini nyaman, tanpa rasa sakit, dengan efek samping yang minimal," katanya.

Meskipun menjadi negara pertama di dunia yang menyetujui vaksin Covid-19, Rusia tertinggal di belakang dari negara lain. Karena masih banyak populasinya yang belum disuntik.

Menurut angka terbaru yang tersedia dari Oktober, 47,8 juta orang Rusia telah menerima suntikan pertama mereka dan 42,4 juta telah divaksinasi penuh. Populasi negara itu sekitar 146 juta.

Rusia telah berjuang untuk mengendalikan peningkatan infeksi virus corona dalam beberapa pekan terakhir. Negara ini telah mencatat 262.733 kematian akibat Covid-19, menurut angka terbaru dari Universitas Johns Hopkins.


[Gambas:Video CNBC]
Artikel Selanjutnya

Perang Dunia Batal, Ini Kata Putin


(tfa/sef)
Terpopuler
    spinner loading
Features
    spinner loading