Internasional

Covid Rusia 'Meledak', Putin Instruksikan Tutup Tempat Kerja

News - Thea Fathanah Arbar, CNBC Indonesia
21 October 2021 08:59
Russian President Vladimir Putin attends a cabinet meeting at the Novo-Ogaryovo residence outside Moscow, Russia, Tuesday, Aug. 11, 2020. Putin says that a coronavirus vaccine developed in the country has been registered for use and one of his daughters has already been inoculated. Speaking at a government meeting Tuesday, Aug. 11, 2020, Putin said that the vaccine has proven efficient during tests, offering a lasting immunity from the coronavirus. (Alexei Nikolsky, Sputnik, Kremlin Pool Photo via AP)

Jakarta, CNBC Indonesia - Presiden Rusia Vladimir Putin menyetujui proposal pemerintah untuk penutupan tempat kerja selama seminggu pada awal November mendatang. Langkah ini diambil untuk menekan lonjakan tajam kasus infeksi dan kematian Covid-19.

Dalam pertemuan yang disiarkan televisi, Rabu (20/10/2021), Putin mengatakan penutupan tempat kerja dimulai dari 30 Oktober hingga 7 November. Pekerja juga akan terus menerima gaji dan rencana ini dapat dimulai lebih awal atau diperpanjang untuk wilayah tertentu.


"Situasi epidemiologi berkembang secara berbeda di setiap wilayah," kata Putin, dikutip dari Reuters, Kamis (21/10/2021).

"Mengingat hal ini, kepala daerah diberi hak untuk melakukan tindakan tambahan."

Pihak berwenang di Rusia mulai meningkatkan upaya mereka memperlambat pandemi. Walikota Moskow mengumumkan pembatasan tinggal di rumah selama empat bulan untuk orang berusia di atas 60 tahun yang tidak divaksinasi, Selasa (19/10/2021).

Selain itu kantor walikota juga memaksa pusat perbelanjaan menghubungkan kamera keamanan mereka ke sistem pengenalan wajah terpusat. Ini akan memungkinkan pihak berwenang untuk menegakkan pemakaian masker pelindung di depan umum, menurut laporan harian Kommersant.

Namun presiden Persatuan Pusat Perbelanjaan, Bulat Shakirov mengatakan setengah dari 600 pusat perbelanjaan Moskow belum terhubung ke sistem tersebut.

"Tetapi sekarang, karena meningkatnya infeksi, pihak berwenang telah memutuskan untuk memperketat kontrol," katanya, menambahkan bahwa pusat perbelanjaan yang gagal mematuhi dapat diperintahkan untuk ditutup.

Sementara Menteri Kesehatan Mikhail Murashko mengatakan sistem perawatan kesehatan beroperasi di bawah tekanan besar. Sekitar 650.000 profesional medis di seluruh Rusia terlibat dalam merawat pasien Covid-19, menurut laporan kantor berita Interfax.

Hingga kini pihak berwenang Rusia masih mencoba untuk mempercepat laju vaksinasi. Sejumlah hadiah diberikan mulai dari lotere, bonus, dan insentif lainnya.

Namun skeptisisme vaksin yang meluas di antara warga dan sinyal bertentangan di antara para pejabat menghalangi upaya tersebut. Pemerintah mengatakan minggu ini, sekitar 43 juta orang Rusia atau sekitar 29% dari hampir 146 juta penduduk negara itu, telah divaksinasi sepenuhnya.

Kematian terkait virus corona di seluruh Rusia dalam 24 jam terakhir mencapai rekor harian lainnya di 1.028, dengan 34.073 infeksi baru. Kini negara tersebut memiliki total 8.094.825 kasus infeksi dan 226.353 kasus kematian, menurut data Worldometers, sejak pandemi menyerang 2020.


[Gambas:Video CNBC]

(sef/sef)
Terpopuler
    spinner loading
Features
    spinner loading