Internasional

Gawat! Inggris Terancam 'Tsunami Corona', Kasus 100.000/Hari

News - sef, CNBC Indonesia
21 October 2021 06:20
The Union Jack flag flies above the Houses of Parliament from the Victoria Tower in London, Thursday, Sept. 12, 2019. The British government insisted Thursday that its forecast of food and medicine shortages, gridlock at ports and riots in the streets after a no-deal Brexit is an avoidable worst-case scenario. (AP Photo/Alastair Grant)

Jakarta, CNBC IndonesiaInggris tengah mengalami lonjakan kasus Covid-19. Kasus harian terus naik menembus rekor baru pasca April 2020.

Terbaru, Menteri Kesehatan Inggris Sajid Javid mengatakan kasus akan terus naik ke depan mengingat negeri ini tengah masuk ke musim dingin. Kasus baru, kata dia, bisa naik 100.000 per hari.


"Musim dingin merupakan ancaman terbesar," katanya dikutip CNBC International, Kamis (21/10/2021).

Meski demikian, pemerintah tidak akan menerapkan strategi terbaru pasca pelonggaran yang dilakukan. Namun, ia mengaku Downing Street akan tetap waspada.

"Kami mengamati data dengan cermat dan kami tidak akan menerapkan rencana B, tindakan kontinjensi kami pada saat ini," kata Javid.

"Tetapi kami akan tetap waspada, bersiap untuk semua kemungkinan sambil memperkuat pertahanan."

Sebelumnya, ancaman krisis Covid-19 di musim dingin disebutkan Konfederasi Layanan Kesehatan Nasional (NHS) Inggri, yang mewakili organisasi di seluruh sektor perawatan kesehatan Inggris.

Badan itu memperingatkan beberapa pembatasan Covid-19 harus dilakukan kembali "tanpa penundaan" jika pemerintah ingin menjaga warganya tetap sehat dan mencegah rumah sakit menjadi kewalahan di musim dingin.

Rabu, Inggris mencatat rekor kasus 49.139 kasus baru Covid-19 baru. Kemarin, terdapat 179 kematian dalam 28 hari setelah tes positif.

Rata-rata tujuh hari, kasus Covid-19 baru di Inggris telah melonjak dari sekitar 34.000 pada awal Oktober. Sementara itu, jumlah orang di rumah sakit yang memiliki Covid telah melonjak 11% dalam seminggu.

Sementara itu, meningkatnya kasus di seluruh Eropa juga jadi peringatan Organisasi Kesehatan Dunia (WHO). Pejabat itu mencatat peningkatan kasus di seluruh Eropa, termasuk di Inggris, menyalahkan setidaknya sebagian pada pelonggaran pembatasan Covid.

"Belahan Bumi Utara sedang menuju ke musim dingin," kata Kepala Program Kedaruratan WHO, Dr. Mike Ryan.

"Ketika masyarakat mulai terbuka, kami melihat jumlah itu meningkat, dan di sejumlah negara, kami telah melihat sistem kesehatan mulai mendapat tekanan, kami melihat jumlah tempat tidur ICU yang tersedia menurun."

Sejak pandemi, Inggris mencatat 8.589.737 kasus Covid-19 dengan 139.031 kematian. Kenaikan kasus kali ini diyakini kemungkinan karena mutasi varian Delta Plus dan minimnya anak-anak divaksin Covid-19, di tengah gencarnya suntikan pencegah virus ini di negeri itu.


[Gambas:Video CNBC]
Artikel Selanjutnya

Sembako Langka, Inggris Sedang Dilanda 'Pingdemic', Apa Itu?


(sef/sef)
Terpopuler
    spinner loading
Features
    spinner loading