Internasional

Putin Coba Vaksin Covid Lewat Hidung, Ada Efek Sampingnya?

News - Tommy Patrio Sorongan, CNBC Indonesia
26 November 2021 07:22
Presiden Rusia Vladimir Putin di acara KTT AS-Rusia, Villa La Grange di Jenewa, Swiss, Rabu (16/62021). (AP/Alexander Zemlianichenko) Foto: Presiden Rusia Vladimir Putin di acara KTT AS-Rusia, Villa La Grange di Jenewa, Swiss, Rabu (16/62021). (AP/Alexander Zemlianichenko)

Jakarta, CNBC Indonesia - Presiden Rusia Vladimir Putin menjadi salah satu peserta eksperimen uji vaksin Covid-19 terbaru. Namun vaksin ini bukanlah vaksin biasa, melainkan vaksin yang digunakan dengan cara dimasukan lewat hidung.

Mengutip laporan kantor berita RIA Novosti, Kamis (25/11/2021), vaksin itu sendiri sebenarnya merupakan vaksin Sputnik V yang dikembangkan oleh Gamaleya Center. Wakil Direktur Gamaleya, Denis Logunov mengatakan bentuk intranasal dikembangkan untuk menginduksi kekebalan penghalang di mana hidung dan faring merupakan organ tubuh yang paing cocok.


Menurut Logunov, vaksin hidung hanya perlu sedikit penyelesaian kemudian akan masuk ke uji klinis. Setelah itu, peluncuran vaksin baru akan dilakukan. "Ini nyaman, tanpa rasa sakit, dengan efek samping yang minimal," katanya.

Sementara itu, uji coba ini juga sekaligus menjadi vaksinasi keempat bagi Putin. Putin sempat menerima vaksin booster Sputnik Light buatan negaranya, Minggu (21/11/2021), enam bulan setelah dosis kedua Sputnik V.

Dalam siaran televisi, setelah menerima suntikan booster, Putin mengajukan diri untuk mengambil bagian dalam pengujian vaksin intranasal yang dikembangkan oleh Gamaleya Center itu.

"Saya tidak merasakan apa-apa setelah vaksinasi intranasal," kata Putin.

"Hari ini, setelah dua prosedur ini, saya sudah berolahraga pagi ini. Jadi saya bisa bersaksi bahwa semuanya berkembang seperti yang dikatakan para ilmuwan kami," lanjutnya kepada para menteri.

Meskipun menjadi negara pertama di dunia yang menyetujui vaksin Covid-19, Rusia tertinggal di belakang dari negara lain. Karena masih banyak populasinya yang belum disuntik.

Menurut angka terbaru yang tersedia dari Oktober, 47,8 juta orang Rusia telah menerima suntikan pertama mereka dan 42,4 juta telah divaksinasi penuh. Populasi negara itu sekitar 146 juta.

Rusia telah berjuang untuk mengendalikan peningkatan infeksi virus corona dalam beberapa pekan terakhir. Negara ini telah mencatat 262.733 kematian akibat Covid-19, menurut angka terbaru dari Universitas Johns Hopkins.


[Gambas:Video CNBC]

(tps/sef)
Terpopuler
    spinner loading
Features
    spinner loading