Dihantam Covid, Pasar Rumah Elit RI Masih Tetap 'Kinclong'

News - Cantika Adinda Putri, CNBC Indonesia
15 November 2021 10:25
Chief Finnancial Officer Sinarmas Land Alim Gunadi (kiri), Executive Vice President Consumer Loans Bank Mandiri Ignatius Susatyo Wijoyo (kedua kiri) dan Deputi Gubernur DKI Jakarta Bidang Tata Ruang dan Lingkungan Hidup Oswar M. Mungkasa berbincang dengan pengunjung Mandiri Property Expo 2018 di Jakarta Convention Center, Sabtu (5/5). Pada Mandiri Property Expo 2018, Bank Mandiri mengenalkan proses cepat pengajuan KPR same day approval. Hingga 31 Maret 2018, penyaluran KPR Bank Mandiri telah mencapai Rp 40,45 triliun, tumbuh 11,11% dibandingkan Maret 2017.

Jakarta, CNBC Indonesia - Bank Indonesia (BI) mencatat, pada Kuartal III-2021 volume penjualan tipe rumah menengah dan besar memperlihatkan tren peningkatan secara tahunan atau year on year (yoy). Apakah investasi rumah saat ini masih menarik?

Pengamat properti Aleviery Akbar mengungkapkan pasar properti yang bergerak selama pandemi masih pada tipe rumah kecil karena kebutuhan primer keluarga untuk mempunyai tempat tinggal yang layak.


Pada hasil Survei Harga Properti Residensial (SHPR) yang dirilis BI disebutkan tipe rumah menengah dan besar tercatat mengalami kenaikan, masing-masing tercatat 7,01% (yoy) dan 45,57% (yoy).

Sementara terjadi penurunan volume yang signifikan pada tipe rumah kecil pada Kuartal III-2021, yakni sebesar -32,99%.

Kondisi tersebut sejalan dengan perlambatan pertumbuhan pada indeks harga properti residensial (IHPR).

Indeks Harga Properti Residensial (IHPR) Kuartal-III 2021 sebesar 1,41% (yoy), sedikit lebih rendah dibandingkan dengan pertumbuhan pada triwulan sebelumnya sebesar 1,49% (yoy).

Dimana indeks harga rumah tipe menengah dan kecil, masing-masing tumbuh sebesar 1,39% (yoy) dan 2,03% (yoy). Kinerja ini lebih rendah dari 1,59% dan 1,39% pada kuartal sebelumnya. Sedangkan tipe besar tumbuh relatif stabil pada kisaran 0,80% (yoy).

"Pasar menengah bawah mulai ada pertumbuhan tapi masih sangat terbatas. Sedangkan pasar atas/highend masih stabil bahkan bertumbuh cukup baik pada saat pandemi karena banyak yang menjual asetnya," ujar Aleviery kepada CNBC Indonesia, dikutip Senin (15/11/2021).

Oleh karena itu, menurut Aleviery di tengah banyak orang yang menjual rumah-rumah dengan diskon besar-besaran, ditambah masih adanya stimulus dari pemerintah dan BI, bagi yang masih berencana untuk melakukan investasi, ini merupakan waktu yang tepat.

Dia menyebut bahwa situasi ini membawa keuntungan bagi investor. Jadi jika investor mau beli properti saat inilah waktu yang tepat membeli rumah di kawasan elite karena permintaan akan tetap ada sepanjang waktu.

"Rumah kelas atas penjualannya meningkat dengan harga diskon, maka bisa menjadi investasi ke depan yang sangat menarik," ujarnya.


[Gambas:Video CNBC]
Artikel Selanjutnya

Horang Kaya Ramai Obral Rumah, Benarkah Harga Sedang Anjlok?


(mij/mij)
Terpopuler
    spinner loading
Features
    spinner loading