Lagi Ramai Orang-Orang Kaya di DKI Banting Harga Rumah

News - Ferry Sandi, CNBC Indonesia
05 July 2021 16:38
Suasana bangunan reklamasi Teluk Jakarta yang sudah disegel karena tak memiliki izin mendirikan bangunan (IMB) di Pulau D, hasil reklamasi di Teluk Jakarta, Jakarta Utara, Jumat (8/6). Menurut pantauan Cnbc Indonesia sehari setelah dilakukan penyegelan kondisi kawasan tersebut sepi, hanya ada petugas keamanan yang lalu lalang berjaga dan petugas kebersihan taman setempat. Total ada 932 bangunan yang disegel, terdiri atas 409 rumah, 212 rumah kantor (rukan), serta 313 unit rukan dan rumah tinggal.

Jakarta, CNBC Indonesia - Selain fenomena hotel dan gedung perkantoran dijual murah kala pandemi, kini juga sedang musim rumah-rumah kawasan elite Jakarta dijual oleh para pemiliknya. Mereka menawarkan harga miring, sampai-sampai bersedia dinego, hal yang tak biasa saat kondisi sedang normal sebelum pandemi.

Kondisi ini terjadi di beberapa kawasan elite di DKI Jakarta seperti Menteng, Pondok Indah hingga Kelapa Gading. Dari pantauan di toko online seperti Lamudi ada ribuan rumah kawasan elite dijual, dengan tawaran bisa dinego, bahkan tak sedikit yang menulis sedang butuh uang alias BU.

"Sekarang pilihan banyak, banyak yang mau jual, dimana-mana orang mau jual, harga akan koreksi," kata Ketua DPD Asosiasi Real Estate Broker Indonesia (AREBI) DKI Jakarta Clement Francis kepada CNBC Indonesia, Senin (5/7/21).


Sesuai hukum ekonomi, ketika penawaran tinggi sementara permintaan terbatas, maka harga pun bakal ikut merosot. Apalagi, stok suplai rumah yang masuk kategori jual saat ini naik 3-4x lipat dari sebelum pandemi.

"Wah banyak, seperti semua orang mau jual saat ini. Suplai lebih banyak dibanding sebelum-sebelumnya, jauh lebih banyak," kata Clement.

Dengan demikian, bisa dibilang saat ini menjadi momen tepat jika ingin berburu rumah impian di kawasan elite Jakarta. Selain stok berlimpah yang membuat pilihan menjadi lebih banyak, harganya pun bisa dinegosiasikan.

Kondisi ini menjadi peluang bagi broker untuk menawarkan ke calon investor yang ingin membeli aset. Namun, investor juga perlu teliti dalam memilih broker yang terpercaya.

"Yang pasti teman-teman berjuang optimistis pasar properti masih diminati. Karena orang Indonesia banyak yang berpikir lebih baik investasi di properti, nilainya naik terus. Ekonomi ada yang susah, ada yang punya cash, jadi tetap yang cari masih ada. Pakailah broker profesional license, terpercaya dan member Arebi. Karena kondisi seperti ini banyak yang coba lakukan hal-hal yang nggak diinginkan," sebut Clement.

Berdasarkan penelusuran secara online, pada toko online seperti Lamudi, dengan kata kunci "Rumah Dijual Di Pondok Indah" terdapat 2.753 penawaran. Jumlah ini cukup banyak, bahkan dari masing-masing pengiklan mempromosikan harga jualnya bisa dinego sampai ada promosi 'turun harga'.

Misalnya dijual rumah Pondok Indah, penjual memberi embel-embel "TURUN HARGA DARI 21.5 M >>>19.5M DIJUAL RUMAH PONDOK INDAH JAKARTA SELATAN". Ada juga rumah di lokasi yang sama dijual Rp 37 miliar, penjual menawarkan promosi "DIJUAL RUMAH MEWAH DI BAWAH HARGA PASARAN DI PONDOK INDAH# "

Selain itu, penjual lain menawarkan rumah 'hanya' Rp 6 miliar. Penjualan memberikan embel-embel 'dijual cepat' karena sedang butuh. "Di jual Cepat Termurah di Pondok Indah Harga dekat NJOP"


[Gambas:Video CNBC]
Artikel Selanjutnya

Harga Rumah Mulai Tanda-Tanda Lompat Lagi, 'Digoreng'?


(hoi/hoi)
Terpopuler
    spinner loading
Features
    spinner loading