Amit-Amit, Ancaman Ini Bisa Bikin Asia Terendam Laut!

News - Bramudya Prabowo, CNBC Indonesia
07 November 2021 13:40
The Vietnamese-claimed Southwest Cay island in the Spratly island group is seen from a Philippine Air Force C-130 transport plane during the visit to the Philippine-claimed Thitu Island by Defense Secretary Delfin Lorenzana, Armed Forces Chief Gen. Eduardo Ano and other officials in disputed South China Sea, western Philippines, Friday, April 21, 2017. The South China Sea issue is expected to be discussed in the 20th ASEAN Summit of Leaders next week. (Francis Malasig, Pool Photo via AP)

Jakarta, CNBC Indonesia - Di saat semua pihak masih berjibaku dalam mengatasi pandemi Covid-19 yang belum usai, ancaman baru yang lebih menakutkan pun datang.

Dalam laporan Environmental Research Letters, para peneliti memperkirakan bahwa air laut akan naik dalam waktu berabad-abad mendatang. Kota-kota di Asia bahkan diperkirakan akan terendam air laut nantinya. Hal ini dipicu oleh adanya dampak perubahan iklim.

"Benua itu menyumbang sembilan dari 10 kota besar dengan risiko tinggi," tulis AFP, dikutip Minggu (07/11/2021).


Sejumlah wilayah di Asia disebutkan masuk dalam risiko terbesar. Misalnya, rumah untuk setengah populasi Bangladesh dan Vietnam ada di bawah garis pasang tinggi dalam jangka panjang, bahkan untuk dunia.

Ada juga wilayah China dan India. Indonesia juga disebut menghadapi ancaman serupa.

Ancaman kenaikan permukaan laut dan risiko pada wilayah tersebut terjadi hingga akhir abad ini. Tercatat, kenaikan air laut berkisar setengah meter hingga dua kali lipat. Namun itu bergantung pada seberapa cepat berkurangnya polusi karbon.

Air laut juga tetap akan naik setelah tahun 2100. Sebab, akan diisi oleh lapisan es yang mencair, panas yang terperangkap di laut, hingga dinamika air memanas. Ini bahkan terjadi saat penurunan emisi gas rumah kaca diturunkan.

Sementara itu, saat ini KTT iklim COP26 masih berlangsung di Glasgow, Skotlandia hingga 12 November 2021. Ini merupakan upaya negara-negara dunia untuk menjaga kenaikan suhu bumi agar tidak di atas 1,5 derajat Celsius.


[Gambas:Video CNBC]
Artikel Selanjutnya

Gak Cuma Covid-19, Ancaman Ini Nyata, Bisa Jutaan Korbannya!


(wia)
Terpopuler
    spinner loading
Features
    spinner loading