Internasional

Jepang Bawa Kabar Baik Soal Perubahan Iklim, Bumi Selamat?

News - Tommy Patrio Sorongan, CNBC Indonesia
18 April 2022 21:32
Pemandangan dari udara menunjukkan pembangkit listrik tenaga nuklir Fukushima Daiichi setelah gempa bumi yang kuat, di kota Okuma, prefektur Fukushima, Kamis (17/3/2022). (via REUTERS/KYODO)

Jakarta, CNBC Indonesia - Pemerintah Jepang melaporkan rekor terendah dalam emisi gas rumah kaca di negara tersebut. Hal ini dirilis oleh Kementerian Lingkungan Jepang, Jumat (15/4/2022).

Dalam laporan itu, emisi gas rumah kaca Jepang turun ke rekor terendah hingga 5,1% pada tahun keuangan yang berakhir Maret 2021. Ini sebenarnya didorong oleh dari kegiatan industri yang lebih lambat di tengah pandemi dan penggunaan energi terbarukan yang lebih luas.

"Emisi untuk 2020-21 turun menjadi setara dengan 1,15 miliar ton karbon dioksida (CO2) dari 1,21 miliar ton tahun sebelumnya," ujar rilis lembaga itu seperti dilaporkan Al Jazeera mengutip Reuters.


Secara rinci, energi terbarukan menyumbang 19,8% dari pembangkit tenaga listrik sebesar satu triliun kilowatt-jam pada 2020-21. Energi nuklir menyumbang 3,9%, sementara tenaga panas naik 76,3% dalam periode yang sama.

Seorang direktur Kementerian Lingkungan Jepang, Masayuki Koiwa, menyatakan hal ini masih jauh dari target. Pihaknya justru tidak begitu yakin bahwa dalam jangka panjang penurunan ini terus terjadi.

"Untuk mencapai target 2030 dan target netralitas karbon 2050, kita perlu memaksimalkan penggunaan energi terbarukan," katanya.

Pihaknya berjanji akan mempromosikan tenaga surya khususnya untuk memenuhi target 2030. Masayuki menyebut tenaga surya dipilih karena metode pembangkitan itu dapat diterapkan dengan cepat.

Emisi Jepang melonjak setelah bencana nuklir 2011 di Fukushima. Ini menyebabkan penutupan pembangkit listrik tenaga nuklir dan meningkatkan ketergantungan pada bahan bakar fosil. Namun di 2013-14 Tokyo kembali menghidupkan beberapa pembangkit karena tingkat emisi karbon telah mencapai puncaknya di level 1,41 miliar ton.


[Gambas:Video CNBC]
Artikel Selanjutnya

HSBC Minta Kliennya Setop Bisnis Batu Bara di Akhir 2023!


(tps/tps)
Terpopuler
    spinner loading
Features
    spinner loading