Tekad Bulat Jokowi di Tengah Godaan Wanginya 'Harta Karun' RI

News - Redaksi, CNBC Indonesia
15 September 2021 13:01
Sambutan Presiden RI Jokowi pada Pertemuan Majelis Rektor Perguruan Tinggi Negeri Indonesia, 13 Sept 2021. (Tangkapan Layar Youtube/Biro Setpres RI)

Jakarta, CNBC Indonesia - Tekad bulat Presiden Joko Widodo (Jokowi) untuk mendorong hilirisasi komoditas tengah diuji. Bagaimana tidak, saat proses hilirisasi sedang berjalan, harga komoditas yang merupakan 'harta karun' Indonesia kembali meroket.

Batu bara misalnya, data Refinitiv mencatat, akhir pekan lalu, harga batu bara menyentuh US$ 178,75/ton. Ini adalah rekor tertinggi, setidaknya sejak 2008.


Begitu juga harga CPO di Bursa Malaysia di mana awal pekan ini tercatat MYR 4.340/ton, yang berarti sejak awal tahun telah mengalami peningkatan harga hingga 20,55% sejak awal tahun 2021.

Harga nikel dunia pada perdagangan akhir pekan lalu juga sudah melampaui US$ 20.000/ton. Terakhir harga nikel mencapai level tersebut adalah pada 2014. Kenaikan harga juga dialami oleh beberapa komoditas lain, seperti biji tembaga, lignit dan lainnya.

Berbicara di sela groundbreaking Pabrik Industri Kendaraan Listrik PT HKML Baterai Indonesia di Karawang, Jawa Barat, Jokowi menegaskan bahwa era kejayaan komoditas bahan mentah sudah berakhir.

"Kita harus berani mengubah struktur ekonomi yang selama ini berbasis komoditas untuk masuk ke hilirisasi, masuk ke industrialisasi, menjadi negara industri yang kuat dengan berbasis pada pengembangan inovasi teknologi," kata Jokowi, Rabu (15/9/2021).

Strategi bisnis besar pemerintah adalah bagaimana keluar secepatnya dari jebakan negara pengekspor bahan mentah yang kerap melekat di Indonesia.

"Melepaskan ketergantungan dari produk impor dengan mempercepat revitalisasi industri pengolahan, sehingga bisa memberikan peningkatan nilai tambah ekonomi yang semakin tinggi," jelasnya.


Halaman Selanjutnya >> Sawit Hingga Batubara Bikin Ekspor RI Menggila

Sawit Hingga Batubara Bikin Ekspor RI Menggila
BACA HALAMAN BERIKUTNYA
HALAMAN :
1 2
Terpopuler
    spinner loading
Features
    spinner loading