Ada Kabar Baik Juga Peringatan dari Jokowi Soal Covid di RI

News - Emir Yanwardhana, CNBC Indonesia
15 September 2021 10:57
Sambutan Presiden RI Jokowi pada Pertemuan Majelis Rektor Perguruan Tinggi Negeri Indonesia, 13 Sept 2021. (Tangkapan Layar Youtube/Biro Setpres RI) Foto: Sambutan Presiden RI Jokowi pada Pertemuan Majelis Rektor Perguruan Tinggi Negeri Indonesia, 13 Sept 2021. (Tangkapan Layar Youtube/Biro Setpres RI)

Jakarta, CNBC Indonesia - Presiden Joko Widodo mengatakan kondisi pengendalian angka penularan Covid - 19 RI sudah membaik. Meski sudah menurun presiden meminta masyarakat untuk terus waspada.

"Alhamdullilah angka penularan Covid - 19 menunjukan penurunan, kita optimis tetapi harus tetap waspada. Sebagai negara dengan penduduk terbesar keempat di dunia, Indonesia tidak masuk dalam 10 besar jumlah kasus tertinggi di dunia," katanya dalam Webinar UOB Economic Outlook 2022, Rabu (15/9/2021).


Presiden melanjutkan kasus harian turun dari puncaknya pada 15 Juli lalu pada 56 ribu, menjadi 2.500 kasus per hari pada 13 September. Penurunan persentase kasus harian sebesar 13,6% kasus harian per 1 juta, jauh di bawah negara tetangga Asean.

Selain itu keterisian rumah sakit atau BOR (Bed Occupancy Rate) rata-rata di angka 13,8%. Sementara wisma atlet yang sempat menyentuh BOR pada 92% turun menjadi 7% per 12 September.

"Angka positivity rate kita di 2,64% lebih baik dari dunia pada 8,34%," jelasnya.

Mantan Walikota Solo ini juga mengatakan tingkat vaksinasi Indonesia sudah mencapai 72 juta orang atau 34,9% dari total populasi, dengan total dosis yang sudah disuntik mencapai 42%.

Untuk mendorong mendorong pemulihan ekonomi nasional, pemerintah juga mengeluarkan insentif untuk dunia usaha. Ada 2020 lalu Kementerian Keuangan mengalokasikan dana pemulihan ekonomi mencapai Rp 695 triliun, dengan realisasi Rp 579 triliun, sementara pada tahun 2021 ini sebesar Rp 744 triliun dengan realisasi per Juli Rp 355 triliun.

"Dana itu untuk keberimbangan kesehatan dan pemulihan ekonomi nasional untuk mendorong ekonomi," jelasnya.

Pemerintah juga masih memberlakukan aturan PPKM level 1-4 di sejumlah daerah. Meski saat ini sudah melakukan uji coba pembukaan melonggarkan aturan dengan protokol kesehatan yang ketat.

"Upaya pembukaan ekonomi harus hati-hati dan dipatuhi masyarakat serta dunia usaha," jelasnya.


[Gambas:Video CNBC]

(mij/mij)
Terpopuler
    spinner loading
Features
    spinner loading