PPKM Diperpanjang, Ini Ramalan Terbaru Konsumsi Listrik 2021

News - Anisatul Umah, CNBC Indonesia
18 August 2021 15:17
Melihat Gardu Induk 150kV Kendari. CNBC Indonesia/Muhammad Sabki

Jakarta, CNBC Indonesia - PT PLN (Persero) memiliki perkiraan terbaru untuk pertumbuhan konsumsi listrik masyarakat pada tahun ini, terutama setelah diterapkannya Pemberlakuan Pembatasan Kegiatan Masyarakat (PPKM) Darurat atau Level 4 sejak 3 Juli 2021 dan terus diperpanjang, terakhir hingga 23 Agustus 2021 mendatang.

Direktur Niaga dan Manajemen Pelanggan PLN Bob Saril mengatakan, perseroan memperkirakan konsumsi listrik masyarakat pada 2021 ini tumbuh 1,38% menjadi sekitar 246,93 Tera Watt hour (TWh).

Bob mengatakan, perkiraan tersebut merupakan perkiraan moderat.


"Pilihan skenario penjualan 2021 adalah moderat atau akan pulih di triwulan 4 tahun 2021, sehingga prognosa penjualan 2021 menjadi 1,38% atau 246,93 TWh," ungkapnya kepada CNBC Indonesia, Rabu (18/08/2021).

Dia menjelaskan, perseroan memiliki tiga skenario untuk prognosa pertumbuhan konsumsi listrik tahun 2021 ini, yakni skenario optimistis, moderat, dan juga pesimistis.

Tiga skenario ini diambil seiring dengan kebijakan PPKM Level 4 yang diambil pemerintah saat ini.

"Seiring terbitnya kebijakan pemerintah tentang PPKM, telah direncanakan tiga skenario prognosa penjualan tahun 2021 sebagai dampak diberlakukannya PPKM yakni skenario optimis, moderat dan pesimis," tuturnya.

Sebelumnya, dia sempat mengatakan perseroan optimistis penjualan listrik hingga akhir tahun bisa tumbuh di atas 3% karena diharapkan konsumsi listrik sektor pelanggan rumah tangga akan mengalami peningkatan.

Di sisi lain, kondisi sebaliknya bakal terjadi di pelanggan sektor bisnis. Diperkirakan konsumsi listrik di sektor bisnis akan mengalami penurunan. Namun demikian, PLN berharap agar industri tetap bisa berproduksi.

"Konsumsi pelanggan bisnis kemungkinan mengalami penurunan yang signifikan. Kita harapkan untuk industri tetap berproduksi," ujarnya pada awal Juli 2021.

Untuk semester I 2021, PLN mencatatkan pertumbuhan penjualan listrik sebesar 4,89% secara year on year atau dibandingkan periode yang sama pada 2020.

Bob mengatakan, pertumbuhan penjualan listrik selama Januari-Juni 2021 dibandingkan periode yang sama tahun lalu karena pemakaian listrik di masyarakat, terutama untuk pelanggan industri dan bisnis pada semester I tahun ini meningkat.

Sementara pada semester I 2020 lalu ada penurunan karena konsumsi listrik bisnis dan industri menurun akibat adanya Pembatasan Sosial Berskala Besar (PSBB). Selama PSBB 2020 lalu, sejumlah industri dan pusat perkantoran dan perbelanjaan pun tidak beroperasi.

"Penjualan listrik PLN semester I 2021 tumbuh 4,89%," ungkapnya kepada CNBC Indonesia, Kamis (22/07/2021).


[Gambas:Video CNBC]

(wia)
Terpopuler
    spinner loading
Features
    spinner loading