Mobil Listrik Ngegas, Impor Bensin Bisa Turun 373 Juta Barel!

News - Anisatul Umah, CNBC Indonesia
05 August 2021 16:05
Kilang

Jakarta, CNBC Indonesia - Pemerintah terus mendorong berkembangnya ekosistem Kendaraan Bermotor Listrik Berbasis Baterai (KBLBB). Penerapan KBLBB diperkirakan akan menurunkan impor bensin hingga 373 juta barel pada 2050.

Hal tersebut disampaikan oleh Kepala Badan Pengkajian dan Penerapan Teknologi (BPPT) Hammam Riza, dalam peluncuran "SPKLU BPPT-Pertamina", Kamis (05/08/2021).

Dia menjelaskan, dengan asumsi nilai tukarnya Rp 15.000 per US$, maka potensi penghematan devisa dari penurunan impor sebesar US$ 5,86 miliar atau sekitar Rp 87,86 triliun.


"Implementasi KBLBB akan menurunkan impor bensin 373 juta barel pada 2050," ungkapnya.

Akan tetapi, dengan masuknya kendaraan listrik/ electric vehicle (EV) atau KBLBB, diperkirakan ini akan mendorong kenaikan impor liquefied natural gas (LNG) untuk sektor pembangkit listrik.

"Adanya kenaikan impor LNG, maka potensi penurunan defisit neraca perdagangan migas jadi lebih kecil yaitu US$ 78,42 miliar pada tahun 2050," ujarnya.

Melalui implementasi KBLBB, diperkirakan akan menurunkan rasio impor bahan bakar minyak (BBM) pada 2030 sebesar 2% dan pada 2050 akan turun sebesar 6,6%. Dia mengatakan, impor BBM ini akan terjadi karena adanya substitusi BBM dengan listrik.

"Penerapan KBLBB akan menurunkan impor BBM untuk mengurangi rasio impor terhadap penyediaan energi nasional. Kita lihat tahun 2030 rasio impor akan menurun sebesar 2%, pada 2050 rasio impor akan turun sebesar 6,6%," ungkapnya.

Dalam acara yang sama, Direktur Utama Pertamina Nicke Widyawati mengatakan transisi energi adalah sebuah keniscayaan. Oleh karena itu, pihaknya akan terus memberikan dukungan pada program-program pemerintah terkait ini.

"Pertamina komitmen turunkan emisi karbon di 2030 30% dan sebagai perusahaan BUMN yang hari ini jalankan bisnis dominasi oleh fosil energi, maka transformasi Pertamina harus dilaksanakan signifikan dan cepat, transisi energi dijalankan serius dan masif," tuturnya.


[Gambas:Video CNBC]
Artikel Selanjutnya

BPPT Bangun 5 Stasiun Charging Mobil Listrik di DKI-Bandung


(wia)
Terpopuler
    spinner loading
Features
    spinner loading