Efek Corona Delta ke Ekonomi Dunia, Ngeri Nggak Ada Sedapnya!

News - Hidayat Setiaji, CNBC Indonesia
22 July 2021 09:40
New South Wales Premier Gladys Berejiklian prepares to address a press conference in Sydney, Thursday, June 24, 2021. Berejiklian says Sydney is going through one the

Jakarta, CNBC Indonesia - Pandemi virus corona (Coronavirus Disease-2019/Covid-19) sepertinya masih jauh dari kata usai. Kehadiran virus corona varian delta yang lebih menular membuat dunia kembali dilanda kecemasan luar biasa.

Organisasi Kesehatan Dunia (WHO) melaporkan, jumlah pasien positif corona di seluruh negara per 21 Juli 2021 adalah 191.148.056 orang. Bertambah 404.831 orang dari hari sebelumnya.

Dalam 14 hari terakhir, rata-rata pasien positif bertambah 485.518 orang per hari. Melonjak dibandingkan rerata 14 hari sebelumnya yaitu 392.548 orang saban harinya.


corona

"Kita mengharapkan 2021 adalah tahun pemulihan. Namun kemudian dihadapkan pada tantangan varian delta yang tingkat penularannya 50% lebih tinggi dibandingkan varian alpha," tegas Sri Mulyani Indrawati.

Virus corona varian delta membuat lebih banyak orang jatuh sakit, bahkan tidak sedikit yang meninggal dunia. Akibatnya, pemerintahan di berbagai negara kembali mengetatkan aktivitas dan mobilitas masyarakat. Termasuk Indonesia, dengan kebijakan Pemberlakuan Pembatasan Kegiatan Masyarakat (PPKM) Level 4.

Akibatnya, pandemi ikut membuat ekonomi lesu gairah. Berbagai indikator mengungkapkan bahwa ekonomi yang sempat bangkit dan bersemi kini terancam lesu lagi.

Apa saja tanda-tanda kelesuan itu? Berikut daftarnya, seperti dihimpun Refinitiv.

Halaman Selanjutnya --> Rumah Tangga Hingga Investor Tak Bergairah

Rumah Tangga Hingga Investor Tak Bergairah
BACA HALAMAN BERIKUTNYA
HALAMAN :
1 2
Terpopuler
    spinner loading
Features
    spinner loading