Kematian Covid-19 di India Diprediksi 10 Kali Lebih Banyak

News - Yuni Astutik, CNBC Indonesia
21 July 2021 16:20
A health worker prepares to administer the Covishield vaccine to a person during a special vaccination drive against COVID-19 at a vegetable market in Hyderabad, India, Thursday, June 24, 2021. (AP Photo/Mahesh Kumar A.)

Jakarta, CNBC Indonesia - Angka kematian akibat covid-19 di dunia secara total mencapai 4,1 juta pada pekan ini. Sementara itu, kematian di India kemungkinan 10 kali lebih banyak dari angka resmi. Semua orang setuju bahwa jumlah korban sebenarnya jauh lebih besar.

Sebuah studi yang dirilis pada hari Selasa melihat seberapa besar perbedaan yang mungkin ada di India, salah satu pusat pandemi. Demikian melansir npr.org, Rabu (21/7/2021).

Analisis dari Center for Global Development melihat jumlah "kematian berlebih" yang terjadi di India antara Januari 2020 dan Juni 2021 dengan kata lain, berapa banyak lagi orang yang meninggal selama periode tersebut daripada selama periode waktu yang sama pada tahun 2019 atau tahun-tahun terakhir lainnya.


Berdasarkan data kematian dari catatan sipil dan sumber lain, laporan itu menghasilkan kesimpulan antara 3,4 sampai 4,7 juta lebih banyak orang meninggal pada periode pandemi itu daripada yang diperkirakan. Angka tersebut mencapai 10 kali lebih tinggi dari jumlah kematian resmi pemerintah India yang saat ini tercatat 414.482 orang.

Para peneliti melihat India secara khusus karena negara itu sangat terpukul akibat pandemi. Gelombang kedua khususnya menyebabkan cerita yang menyayat hati dari teman dan kolega dan perasaan bahwa angka resmi tidak menangkap skala sebenarnya dari korban it.

Tetapi hitungan angka kematian yang kurang dari sebenarnya akibat covid-19 terjadi hampir di mana-mana. Di Amerika Serikat, jumlah korban resmi adalah 500.000 tetapi jumlah sebenarnya mendekati 700.000, kata Ali Mokdad dari Institute for Health Metrics and Evaluation (IHME).

Pada perhitungan kematian tak dicantumkan dalam data. Tetapi selama krisis kesehatan seperti pandemi, asumsi tambahan kematian ini adalah bagian dari korban COVID-19, kata Mokdad.

Ini tidak hanya mencerminkan mereka yang meninggal karena virus tetapi mereka yang mungkin telah meninggal, karena penyakit jantung atau diabetes karena mereka takut mencari pengobatan selama masa pembatasan wilayah dan mereka yang bunuh diri karena tekanan pandemi.

Ada berbagai alasan perbedaan jumlah kematian di India, seperti yang dilaporkan Lauren Frayer dari NPR dan Sushmita Pathak awal tahun ini. Dr. Aniket Sirohi, seorang pejabat kesehatan kota di Delhi selatan mengatakan bahwa dia menghitung 702 kematian pada satu hari di pertengahan April dan meneruskan angka-angka itu ke rantai komando.

Tetapi angka kematian yang diterbitkan pemerintah untuk wilayahnya setidaknya 20% lebih rendah dari apa yang dia lihat di lapangan. Dia menghubungkan perbedaan ini dengan kekacauan administrasi. Orang-orang dari negara bagian tetangga berdatangan ke Delhi untuk perawatan medis. Beberapa meninggal di Delhi dan dikremasi di sana tetapi tetap terdaftar sebagai penduduk di tempat lain. Mereka tidak dihitung di mana pun.

"Entah bagaimana jumlahnya tidak tercatat atau tidak ditampilkan atau terlewatkan," kata Sirohi.

"India selalu memiliki catatan buruk dalam menjaga hal-hal ini. Kami memiliki banyak populasi. Jadi ada sedikit masalah dengan koordinasi, terutama di saat-saat seperti ini [gelombang kedua pandemi], ketika 50% staf saya sakit," imbuhnya.

Sementara itu, di negara bagian Gujarat barat, media lokal melacak 689 mayat yang dikremasi atau dikubur di bawah protokol COVID-19 dalam satu hari pada pertengahan April. Tetapi hanya sepersepuluh dari kematian itu yang masuk ke penghitungan pemerintah. Jumlah kematian resmi hari itu adalah 78. Perbedaan seperti itu dilaporkan di beberapa negara bagian.

Dalam waktu yang tidak terlalu lama, perkiraan di India dan di seluruh dunia kemungkinan akan dikonfirmasi oleh pengumpulan data tambahan, kata Mokdad. India, misalnya, melakukan survei rumah tangga menanyakan tentang kematian keluarga, yang akan mengisi beberapa kesenjangan penghitungan kematian. Selain itu, nomor sensus akan mencerminkan orang-orang yang "menghilang" selama pandemi.


[Gambas:Video CNBC]

(yun/yun)
Terpopuler
    spinner loading
Features
    spinner loading