Cegah Surat PCR-Vaksin Palsu, Pemerintah Gunakan Aplikasi Ini

News - Emir Yanwardhana, CNBC Indonesia
05 July 2021 11:25
Bandara Internasional Soekarno Hatta, Tangerang, Banten. (CNBC Indonesia/Andrean Kristianto)

Jakarta, CNBC Indonesia - Menunjukkan hasil tes swab PCR yang negatif dan menunjukkan kartu vaksinasi menjadi syarat utama bepergian di masa periode Pemberlakuan Pembatasan Kegiatan Masyarakat (PPKM) Darurat.

Supaya tidak dipalsukan, pemerintah menerapkan data kesehatan penumpang dalam aplikasi Pedulilindungi.

Mulai sejak kemarin, Minggu (04/07/2021), Kementerian Kesehatan membuka akses bagi operator transportasi udara untuk melakukan pengecekan kesehatan penumpang secara otomatis dengan menunjukkan QR code di aplikasi Pedulilindungi atau menunjukkan nomor NIK di counter check-in, sehingga penumpang tidak perlu lagi menunjukkan dokumen hardcopy.


Menteri Kesehatan Budi Gunadi Sadikin mengatakan, dengan mekanisme di atas, maka bisa dipastikan bahwa hanya penumpang yang sehat yang bisa masuk ke pesawat. Semua data penumpang yang telah melakukan vaksinasi dan hasil pemeriksaan PCR/antigen tersimpan dengan aman di big data Kemenkes yang diberi nama New All Record atau NAR.

Seluruh big data NAR ini terkoneksi dengan aplikasi Pedulilindungi, sehingga proses pengisian e-HAC yang selama ini sudah berjalan, dilakukan melalui aplikasi Pedulilindungi.

"Kita ingin di Kemenkes mengintegrasikan aplikasi terkait dengan Covid-19 dan vaksinasi ke dalam aplikasi Pedulilindungi," kata Budi.

Saat ini sudah ada 742 laboratorium yang terafiliasi dengan Kemenkes dan memasukkan data ke dalam NAR, sehingga hanya hasil swab PCR/Antigen dari lab yang sudah terafiliasi yang bisa dipakai sebagai syarat penerbangan.

"Dengan mekanisme baru ini, maka pengecekan kesehatan penumpang dilakukan saat keberangkatan dan bukan saat kedatangan, sehingga bisa membuat para penumpang merasa lebih aman dan nyaman," tutur Menkes.

Proses check-in dengan aplikasi Pedulilindungi ini akan diuji coba untuk penerbangan rute Jakarta-Bali dan Bali-Jakarta, mulai hari ini, Senin, 5 Juli 2021 sampai 12 Juli 2021. Untuk lab-lab yang belum memasukkan data ke NAR, mulai hari Senin, 12 Juli 2021 hasil swab PCR/antigennya tidak berlaku untuk penerbangan.

Mekanisme pengecekan dengan big data NAR ini nantinya akan dilakukan juga pada saat pemesanan tiket di platform milik maskapai maupun platform online lainnya, dan akan diperluas ke moda transportasi darat dan laut dalam waktu dekat.

Pada tanggal 1 Juli juga sudah diluncurkan proyek uji coba (pilot project) menggunakan QR Code Aplikasi Pedulilindungi di Bali di tempat-tempat publik, terutama hotel dan restoran. Penggunaan aplikasi ini diharapkan dapat menguatkan mekanisme tracking dan testing yang bertujuan untuk melindungi masyarakat dan wisatawan dari risiko penularan Covid-19.

Direktur Operasi Angkasa Pura Airports Wendo Asrul Rose menilai integrasi data kesehatan penumpang dengan aplikasi Pedulilindungi ini merupakan antisipasi dari peningkatan trafik penumpang pesawat udara agar meminimalisir penularan Covid-19.

Sebagai langkah awal, penumpang pesawat udara sebelum melakukan perjalanan udara adalah wajib mengunduh aplikasi Pedulilindungi. Selanjutnya, penumpang melakukan proses registrasi dan penumpang mendapatkan user account.

Pada saat melakukan proses testing ke tempat pelayanan kesehatan, ataupun klinik, ataupun rumah sakit ini rumah sakit ini diharapkan sebagaimana SE yang sudah diterbitkan oleh Menteri Kesehatan ini wajib terafiliasi dengan sistem.

"Jadi nanti semua hasilnya akan di-upload, dimasukkan ke New All Record yang datanya dikelola oleh Kemenkes," kata Wendo.

Menteri Komunikasi dan Informasi Johnny G. Plate mengatakan fitur aplikasi PeduliLindungi mengatakan ada fitur juga digunakan sebagai pemantauan zona resiko Covid-19 di seluruh Indonesia. Selain itu, memberi informasi masyarakat untuk mengakses fasilitas publik, juga terintegrasi dengan aplikasi elektronik e-HAC.


[Gambas:Video CNBC]

(wia)
Terpopuler
    spinner loading
Features
    spinner loading