Internasional

Junta Militer Myanmar Apa Kabar? PBB Minta Bebaskan Suu Kyi

News - Tommy Patrio Sorongan, CNBC Indonesia
02 July 2021 15:35
Myanmar leader Aung San Suu Kyi wearing a protective face mask and shield walks to greet supporters as she leaves after a demonstration of the voting for the upcoming Nov. 8 general elections, Tuesday, Oct. 20, 2020, in Naypyitaw, Myanmar. (AP Photo/Aung Shine Oo)

Jakarta, CNBC Indonesia - Perserikatan Bangsa-Bangsa (PBB) meminta agar pemerintahan junta militer Myanmar segera membebaskan pemimpin de facto Aung San Suu Kyi dan presiden terpilih Win Myint.

Mengutip Channel News Asia yang melansir Reuters, hal ini disampaikan langsung oleh Sekretaris Jenderal PBB Antonio Guterres. Ini diutarakan setelah pemerintahan junta membebaskan sekitar 2 ribu tahanan politik, yang mayoritas merupakan jurnalis.


"Kami mengulangi seruan kami untuk segera membebaskan semua orang yang ditahan secara sewenang-wenang, dan itu termasuk Presiden Win Myint dan anggota dewan negara bagian Aung San Suu Kyi," kata Eri Kaneko, juru bicara resmi Guterres.

Lebih lanjut, PBB juga menyatakan keprihatinannya dengan tindakan otoritas junta. Militer disebut terlihat sewenang-wenang dan bertindak tanpa dasar yang kuat.

"Kami tetap sangat prihatin atas berlanjutnya kekerasan dan intimidasi termasuk penangkapan sewenang-wenang oleh aparat keamanan," tambah Kaneko.

Sementara itu Suu Kyi saat ini masih menghadapi sidang atas beberapa tuduhan seperti kepemilikan walkie-talkie illegal, pelanggaran protokol kesehatan, kecurangan pemilu, dan korupsi. Wanita peraih nobel itu pun menolak tuduhan yang dialamatkan kepadanya dalam proses persidangan pada beberapa pekan lalu

"Suu Kyi mendengarkan dengan seksama selama seluruh proses persidangan dan memberi tahu kami kesaksian yang salah dan yang harus di- crosscheck," ujar salah satu pengacaranya, Min Min Soe.

Militer mengambil alih kekuasaan pada 1 Februari lalu dari kelompok sipil yang dipimpin Aung San Suu Kyi. Ia dan partainya dikatakan telah berbuat curang dalam pemilihan November lalu. Suu Kyi lalu dijadikan tahanan oleh junta.

Penahanannya yang dilakukan pihak militer memicu kemarahan publik yang luas. Massa berdemonstrasi di seluruh penjuru negeri meminta Suu Kyi dibebaskan dan militer menyudahi kudeta kekuasaan itu.

Namun aksi demonstrasi ini mendapat perlakuan yang sangat keras dari pasukan junta militer. Menurut kelompok aktivis Asosiasi Bantuan untuk Tahanan Politik (AAPP), setidaknya lebih dari 800orang telah dibunuh oleh pasukan keamanan sejak kudeta tersebut.

Bahkan beberapa milisi etnis bersatu untuk menentang tindakan junta itu dan mulai melakukan beberapa agresi ke markas-markas kekuatan militer. Hal ini mulai memicu ketakutan internasional akan perang saudara.


[Gambas:Video CNBC]
Artikel Selanjutnya

Ultimatum Bagi Junta Militer Myanmar, DK-PBB akan Bertindak


(sef/sef)

ADVERTISEMENT

ADVERTISEMENT

Terpopuler
    spinner loading
Features
    spinner loading