Internasional

Waspada! Lockdown Malaysia Alarm buat RI, Ini Sebabnya

News - Tommy Patrio Sorongan, CNBC Indonesia
31 May 2021 14:05
Commuters waiting for Mass Rapid Transit train at a station in Kuala Lumpur, Malaysia, on Monday, May 4, 2020. Many business sectors reopened Monday in some parts of Malaysia since a partial virus lockdown began March 18. (AP Photo/Vincent Thian)

Jakarta, CNBC Indonesia - Malaysia melakukan penguncian nasional secara total (full lockdown) untuk semua sektor sosial dan ekonomi mulai Selasa (1/6/2021) hingga 14 Juni 2021. Ini dilakukan setelah negara itu mencatatkan lebih dari 8 ribu kasus infeksi Covid-19 harian

Pengumuman terkait hal tersebut disampaikan oleh Perdana Menteri Malaysia Muhyiddin Yassin pada Jumat (28/5/2021) lalu. "Hanya sektor ekonomi dan jasa penting yang akan diizinkan untuk beroperasi," kata Muhyiddin, dikutip dari Straits Times.


Bagi beberapa analis, lockdown yang berlaku di Malaysia ini juga menjadi peringatan penting bagi Indonesia yang merupakan tetangga langsung dari negara itu. Bahkan RI diminta waspada.

"Lockdown Malaysia menjadi sebuah alarm jelas bagi Indonesia karena sebenarnya situasi Indonesia jauh lebih serius dibanding Malaysia," ujar ahli epidemiologi dari Griffith University Australia Dicky Budiman, saat dikonfirmasi CNBC Indonesia, Senin (31/5/2021).

Dicky menjabarkan ada beberapa hal yang melandasi argumen mengapa kondisi Covid-19 di Indonesia lebih serius. Pertama yakni mengenai pelaporan angka kematian.

"Di tengah minimnya 3T (testing, tracing,treatment) dan sistem pelaporan kita, angka kematian Indonesia jauh lebih tinggi dari Malaysia," ujarnya melalui pesan singkat yang diterima CNBC Indonesia, Senin (31/5/2021)

Kedua yakni jumlah testing yang dilakukan. Malaysia dapat melaporkan angka yang cukup besar dari hasil testing dengan rasio 3 per 1000.

"Jumlah tes yg dilakukan di Malaysia per 1000 populasi tiga kali lebih tinggi dari Indonesia," pungkasnya.

Corona MalaysiaFoto: Corona Malaysia
Corona Malaysia

Ketiga yakni laju vaksinasi, di mana Malaysia sudah paling tidak memberi satu dosis vaksin kepada 0,2% per 100 orang dalam seminggu. Indonesia hanya memberi 0,15% per 100 orang per minggu.

Corona MalaysiaFoto: Corona Malaysia
Corona Malaysia

Keempat yakni positivity rate, di mana Malaysia hingga saat ini stabil di angka 6% dan masih di bawah Indonesia yang mencapai 10%. "Test positivity rate Malaysia secara stabil jauh lebih baik dari Indonesia, yang artinya secara pengendalian juga jauh lebih baik."

Corona MalaysiaFoto: Corona Malaysia
Corona Malaysia

Lebih lanjut ia juga memaparkan mengenai respon yang seharusnya dilakukan Indonesia untuk mengekang infeksi lanjutan. Apalagi di Indonesia baru saja terjadi arus mudik lebaran 2021 yang dikhawatirkan dapat memperlebar infeksi.

Ada delapan cara yakni:

1. Respon kuat, cepat, dan terukur. Setiap level & sektor pemerintahan harus siap dengan skenario terburuk.

2. Pembangunan strategi komunikasi resiko dan penjagaan kualitasnya untuk membangun persepsi resiko yang sama bagi semua pihak.

3. Penguatan surveilans: faskes, komunitas, dan Genom,

4. Program deteksi kasus secara aktif di masyarakat atau community outreach.

5. Penguatan sistem rujukan pelayanan faskes, alkes, dan SDM.

6. Akselerasi vaksinasi terhadap lansia dan komorbid.

7. Literasi kenormalan baru yang mendukung 5M dengan melibatkan pemberdayaan publik.

8. Penyiapan Opsi PSBB Jawa Bali dan luar Jawa terpilih


[Gambas:Video CNBC]

(sef/sef)
Terpopuler
    spinner loading
Features
    spinner loading