Internasional

Malaysia Mencekam, Full Lockdown hingga Dampak ke RI

News - Thea Fathanah Arbar, CNBC Indonesia
31 May 2021 08:01
Armed soldiers stand guard outside Pangsapuri Permai, residential area placed under the enhanced movement control order (EMCO) due to drastic increase in the number of COVID-19 cases recorded over the past 10 days in Cheras, outskirt of Kuala Lumpur, Malaysia, Friday, May 28, 2021. Malaysia's latest coronavirus surge has been taking a turn for the worse as surging numbers and deaths have caused alarm among health officials, while cemeteries in the capital are dealing with an increasing number of deaths. (AP Photo/Vincent Thian)

Jakarta, CNBC Indonesia - Kasus Covid-19 di Malaysia kian meningkat. Akibatnya pemerintah Negeri Jiran kembali melakukan penguncian nasional secara total (full lockdown) untuk semua sektor sosial dan ekonomi mulai Selasa (1/6/2021) hingga 14 Juni 2021.

Pengumuman terkait hal tersebut disampaikan oleh Perdana Menteri Malaysia Muhyiddin Yassin pada Jumat (28/5/2021) lalu. "Hanya sektor ekonomi dan jasa penting yang akan diizinkan untuk beroperasi," kata Muhyiddin, dikutip dari Straits Times.


Desakan untuk lockdown total sudah muncul sebelum keputusan Muhyiddin. Sebelumnya, Sultan Negara Bagian Johor Sultan Ibrahim Iskandar meminta pemerintah Malaysia mempertimbangkan penguncian penuh pada Rabu (26/5/2021) malam.

"Lebih dari 7.400 kasus hari ini. Ini menakutkan dan kita membutuhkan hampir semua aspek masyarakat untuk tinggal di rumah untuk memutuskan rantai penularan," kata Sultan Ibrahim.

Per Jumat, Malaysia melaporkan 8.290 kasus baru Covid-19. Angka itu merupakan yang tertinggi dalam sejarah pandemi corona di Malaysia.

Kini total kasus kumulatif sejak dimulainya pandemi di Malaysia menjadi 565.533 infeksi dan 2.729 kematian per Senin (31/5/2021). Kemarin, kasus harian sedikit turun ke 6.999.

Halaman 2>>

Semua Mall Tutup
BACA HALAMAN BERIKUTNYA
HALAMAN :
1 2 3 4
Terpopuler
    spinner loading
Features
    spinner loading