Begini Kontribusi Bali ke RI yang Ingin Dijaga Luhut

News - Emir Yanwardhana, CNBC Indonesia
22 May 2021 20:25
Umat Hindu Bali gelar ritual upacara Melasti. (AP/Firdia Lisnawati)

Jakarta, CNBC Indonesia - Pemerintah mau mencanangkan program Work From Bali atau bekerja dari Bali untuk Aparatur Sipil Negara. Pasalnya kondisi di Bali saat ini sudah memprihatinkan, dimana ekonomi pulau Dewata lebih parah dibanding usai peristiwa 'Bom Bali'.

Deputi Bidang Koordinasi Pariwisata dan Ekonomi Kreatif Kemenko Marves, Odo R.M. Manuhutu bicara saat terjadi pada Bom Bali Satu dan Dua. Dimana imbas dari serangan teroris itu mengakibatkan menurunnya jumlah wisatawan mancanegara.

"Setelah itu pemerintah melakukan upaya meningkatkan permintaan produk pariwisata di Bali dengan menjadi penyelenggara konferensi internasional. Hal serupa juga dilakukan sekarang untuk menciptakan demand," katanya dalam Konferensi Pers Virtual, Sabtu (22/5/2021).


Dia melihat saat ini pemerintah yang memiliki spending power yang lebih dibanding sektor swasta. Dengan tujuan meningkatkan demand program ini juga akan meningkatkan kepercayaan terhadap daerah kawasan hijau Bali bebas Covid -19.

"Swasta nantinya akan tergerak, sudah ada satu dua industri yang tertarik WFB, kalau pemerintah menunjukkan it's okay to travel and stay di Bali ini akan membangun trust. Saat ini dimulai dari tujuh kementerian nanti akan diikuti kementerian lainnya," tuturnya.

Kepala Perwakilan Bank Indonesia di Bali Trisno Nugroho, menjelaskan usai peristiwa bom Bali, ekonomi bali turun tapi tidak sederastis saat pandemi yang mencapai - 9%.

"Nanti bekerja dari bali itu lumayan membantu okupansi rate hotel naik, banyak beberapa hotel besar mulai tumbang, kami merasa ini kompetisinya Bali dengan negara lain Singapura Kuala Lumpur, Bangkok, kalau tidak dijaga Bali akan ketinggalan dengan kompetitor," jelasnya.


[Gambas:Video CNBC]
Artikel Selanjutnya

Dihantam Covid-19, Begini Kondisi Menyedihkan Ekonomi Bali


(roy/roy)
Terpopuler
    spinner loading
Features
    spinner loading