Israel Klaim Hancurkan Terowongan Hamas Sepanjang 15 Km

News - Tommy Sorongan, CNBC Indonesia
17 May 2021 18:35
An Israeli artillery unit fires toward targets in the Gaza Strip, at the Israeli-Gaza border, Sunday, May 16, 2021. (AP Photo/Heidi Levine)

Jakarta, CNBC Indonesia - Israel mengklaim pihaknya telah menghancurkan sebuah terowongan milik Hamas pada serangan pada Senin (17/5/2021) pagi di Gaza.

Dikutip AP, Senin (17/5/2021), militer Israel mengklaim pihaknya menyerang 35 target serta terowongan, yang dikatakan sebagai bagian dari sistem rumit yang disebut sebagai "Metro". Terowongan itu diketahui memiliki panjang sekitar 15 km

Walikota Gaza, Yahya Sarraj, mengatakan kepada Al-Jazeera TV bahwa serangan tersebut telah menyebabkan kerusakan parah pada jalan dan infrastruktur lainnya.

"Jika agresi berlanjut, kami memperkirakan kondisinya menjadi lebih buruk," katanya.

Dari pihak Israel, Perdana Menteri (PM) Benjamin Netanyahu mengatakan tidak akan menghentikan serangan Israel ke Palestina. Ia bahkan menyebut butuh waktu agar pertempuran berakhir.

"Kami akan melakukan apa pun untuk memperbaiki ketertiban. Ini akan memakan waktu," kata Netanyahu selama wawancara di CBS.

"Kampanye kami melawan organisasi teroris yang berjalan dengan kekuatan penuh ... Kami bertindak sekarang, selama diperlukan, untuk mengatur ketenangan dan ketenangan Anda, warga Israel".

Data terbaru Kementerian Kesehatan Gaza menyebut, jumlah korban tewas di wilayah dengan dua juta penduduk itu kini mencapai hampir 200 jiwa. Pada Senin, Reuters melaporkan, 197 warga meregang nyawa akibat serangan yang terjadi, sebanyak 58 di antaranya adalah anak-anak dan 34 wanita.

Hal ini membuat suara internasional semakin lantang meminta agar serangan-serangan ini diakhiri. Sekretaris Jenderal Perserikatan Bangsa Bangsa (PBB) Antonio Guterres merespons konflik dengan merujuk "hal yang mengerikan".

"Putaran terakhir kekerasan ini hanya melanggengkan siklus kematian, kehancuran dan keputusasaan, dan mendorong jauh harapan untuk hidup berdampingan dan perdamaian, "kata Guterres dalam pertemuan Dewan Keamanan PBB dikutip dari CNBC International.

"Konflik harus diakhiri. Ini harus segera menentukan. Roket dan mortir di satu sisi dan pengeboman udara dan artileri di sisi lain harus disesuaikan ... Saya mengimbau semua pihak untuk memperhatikan panggilan ini."

Sementara itu, RI, Malaysia dan Brunei menyatakan pernyataan bersama. Presiden Indonesia Joko Widodo (Jokowi), Perdana Menteri Malaysia Muhyiddin Yassin hingga Sultan Brunei, Sultan Hassanal Bolkiah mengecam agresi Israel di Palestina.

"Kami mengutuk dalam istilah terkuat dan agresi terang-terangan yang berulang kali dilakukan oleh Israel, yang bertanggung jawab atas warga sipil di seluruh Wilayah Pendudukan Palestina, khususnya di Yerusalem Timur dan Jalur Gaza, yang telah membunuh, melukai, dan menyebabkan penderitaan bagi banyak orang, termasuk wanita dan anak-anak," tulis pernyataan itu.



[Gambas:Video CNBC]

(dru)
Terpopuler
    spinner loading
Features
    spinner loading