Internasional

Tepi Barat Memanas! Tentara Israel Tewaskan 5 Warga Palestina

News - Thea Fathanah Arbar, CNBC Indonesia
14 April 2022 20:52
Seorang pengunjuk rasa mengibarkan bendera Palestina selama bentrokan dengan pasukan Israel di pos pemeriksaan Hawara, selatan kota Nablus, Tepi Barat, Jumat, 14 Mei 2021. Pejabat kesehatan mengatakan beberapa warga Palestina tewas oleh tembakan tentara Israel, pada protes yang terjadi di beberapa lokasi di Tepi Barat hari Jumat. (AP / Majdi Mohammed)

Jakarta, CNBC Indonesia - Pertumpahan darah di wilayah Tepi Barat (West Bank) kembali terjadi. Tentara Israel dilaporkan telah membunuh lima warga Palestina di wilayah yang tersebut.

Melansir Al Jazeera, Kementerian Kesehatan Palestina mengatakan dua warga tewas dalam serangan Israel pada Kamis (14/4/2022) pagi, sementara tiga lainnya tewas pada Rabu (13/4/2022). Salah satu korban adalah seorang anak laki-laki berusia 14 tahun.

Militer Israel mengonfirmasi kematian bocah 14 tahun itu pada Rabu malam. Mereka mengatakan bocah tersebut telah melemparkan bom bensin ke tentara yang menggunakan peluru tajam untuk menghentikan ancaman langsung.


Di dekat Ramallah, Kementerian Kesehatan Palestina mengatakan seorang warga Palestina lainnya tewas dalam bentrokan yang meletus setelah pasukan Israel melakukan serangan penangkapan pada Rabu. Tidak ada komentar langsung dari militer atau polisi Israel.

Sebuah rekaman menunjukkan lusinan warga Palestina melemparkan batu ke kendaraan lapis baja Israel, dan sesekali terdengar suara tembakan.

Dinas keamanan domestik Shin Bet mengatakan tiga warga Palestina yang berencana melakukan serangan terhadap warga Israel ditangkap selama serangan itu. Sekitar 20 orang yang digambarkan sebagai tersangka "teror" ditahan dalam operasi Rabu, menurut pernyataan militer dan polisi.

Israel telah meningkatkan serangan dan penangkapan di Tepi Barat setelah empat serangan di Israel dalam tiga minggu terakhir yang menewaskan 14 orang, termasuk penembakan pekan lalu di pusat Tel Aviv.

Sebanyak 36 warga Palestina telah dibunuh oleh orang Israel sejak Januari, menurut kementerian kesehatan Palestina. Jumlah itu termasuk warga Palestina yang melakukan serangan di Israel.

Kementerian Luar Negeri Palestina mengatakan bahwa pihaknya menganggap Israel "bertanggung jawab penuh atas dampak" dari tindakan militer, dan juru bicara Presiden Mahmoud Abbas meminta masyarakat internasional untuk campur tangan.

Pertumpahan darah itu bertepatan dengan dimulainya bulan suci Ramadan. Ini terjadi setelah kekerasan Israel-Palestina meletus di masa lalu dan berubah menjadi perang 11 hari antara militan Gaza dan Israel pada Mei 2021.

Perang tersebut menyebabkan kematian setidaknya 232 orang Palestina, serta 12 orang Israel, dan kehancuran yang signifikan di wilayah yang sudah miskin itu.


[Gambas:Video CNBC]
Artikel Selanjutnya

Buntut Kekerasan di Al Aqsa, Israel 'Ditinggal' Partai Arab


(tfa/luc)

ADVERTISEMENT

ADVERTISEMENT

Terpopuler
    spinner loading
Features
    spinner loading