PPN Naik: Tidak Adil, Tidak Pro-Growth, Tidak Mau Susah!

News - Hidayat Setiaji, CNBC Indonesia
11 May 2021 14:52
Kasir Giant (CNBC Indonesia/Andrean Kristianto)

Jakarta, CNBC Indonesia - Pandemi virus corona (Coronavirus Disease-2019/Covid-19) meninggalkan jejak di mana-mana. Termasuk di Anggaran Pendapatan dan Belanja Negara (APBN).

Pandemi yang diatasi dengan pembatasan sosial (social restriction) membuat aktivitas dan mobilitas manusia menjadi terbatas. Akibatnya, 'roda' ekonomi tidak bisa berputar kencang dan Indonesia terpaksa masuk 'jurang' resesi.

Saat ekonomi 'mati suri', demikian pula setoran pajak. Sebab, pajak adalah cerminan dari aktivitas ekonomi. Pajak dibayar saat ada tambahan kekayaan (Pajak Penghasilan/PPh) atau transaksi (Pajak Pertambahan Nilai/PPN).


Padahal APBN sangat dibutuhkan kala dunia usaha dan rumah tangga belum bisa diandalkan sebagai motor penggerak perekonomian. APBN memberikan stimulus agar dunia usaha rumah tangga bisa bertahan menghadapi pukulan pandemi.

Belanja negara melonjak luar biasa. Dalam APBN 2020 dan 2021, pemerintah menganggarkan stimulus fiskal ratusan triliun dengan nama program Pemulihan Ekonomi Nasional (PEN). Tahun lalu, realisasi penyerapan anggaran PEN adalah Rp 579,31 triliun dan tahun ini disediakan dana Rp 699,43 triliun yang hingga 15 April 2021 terserap Rp 134,07 triliun.

Semua ini dilakukan saat penerimaan pajak masih 'berdarah-darah'. Pada kuartal I-2020, penerimaan pajak tercatat Rp 228,13 triliun, turun 5,58% dibandingkan periode yang sama tahun sebelumnya.

Oleh karena itu, mau tidak mau pemerintah harus lebih banyak berutang demi membiayai stimulus fiskal. Hingga akhir Maret 2021, total utang pemerintah adalah Rp 6.445,07 triliun, melonjak 24,12% dibandingkan Maret 2020.

"Posisi utang pemerintah per akhir Maret 2021 berada di angka Rp 6.445,07 triliun dengan rasio utang pemerintah terhadap Produk Domestik Bruto (PDB) sebesar 41,64%. Secara nominal, posisi utang pemerintah pusat mengalami peningkatan dibandingkan dengan periode yang sama tahun lalu, hal ini disebabkan kondisi ekonomi Indonesia yang masih berada dalam fase pemulihan akibat penurunan ekonomi yang terjadi di masa pandemi Covid-19," sebut laporan APBN Kita edisi April 2021.

Halaman Selanjutnya --> Wacana Kenaikan Tarif PPN Mulai Muncul

Wacana Kenaikan Tarif PPN Mulai Muncul
BACA HALAMAN BERIKUTNYA
HALAMAN :
1 2 3 4

ADVERTISEMENT

ADVERTISEMENT

Terpopuler
    spinner loading
Features
    spinner loading