Jangan Lupa, Larangan Mudik Lebaran 2021 Sudah Berlaku!

News - Ferry Sandi, CNBC Indonesia
06 May 2021 06:50
Mudik lebaran di Stasiun Pasar Senen, Jakarta, Rabu (5/5/2021). (CNBC Indonesia/Muhammad Sabki)

Jakarta, CNBC Indonesia - Pemerintah sudah membuat kebijakan larangan mudik yang mulai berlaku hari ini (6/5/2021) hingga 17 Mei mendatang. Pihak Kepolisian sudah mengingatkan masyarakat untuk mematuhi aturan ini.

Kepala Badan Pemelihara Keamanan Polri Komjen Pol Arief Sulistyanto mengungkapkan ratusan titik penyekatan telah disiapkan Polri. Semuanya sudah aktif sejak pukul 24.00 dini hari tadi.


"Ada 381 titik penyekatan dan itu sudah mulai aktif mulai 24.00 nanti malam. Ini diharapkan masyarakat tidak kucing-kucingan karena akan merugikan diri sendiri," kata Arief, Rabu (5/5/2021).

"Dari seluruh jalur yang ada, bisa saja dia melalui jalur tikus. Tapi jalur tikus itu tidak mungkin bawah ke lubang bawah tanah pasti akan masuk ketemu ke jalur utama yang mau tidak mau harus lewat situ. Pasti akan ketahuan dari penyekatan yang kita lakukan."

Arief menyarankan masyarakat berdiam diri di rumah. Jangan sampai memaksakan diri menggunakan sarana transportasi travel tidak resmi. Sebab, nanti akan rugi karena tidak ada jaminan asuransi.

"Sampai saat ini sudah 159 travel yang tidak mempunyai izin operasi dilakukan penahanan oleh Korlantas Polri di seluruh jajaran. Ini nanti mudah-mudahan tidak akan berkembang lagi karena dengan adanya penahanan akan menimbulkan efek jera," ujar Arief.

Meski larangan mudik sudah tegas, namun Menteri Perhubungan Budi Karya Sumadi mengungkapkan bahwa masih banyak masyarakat yang memiliki keinginan untuk mudik.

"Kita melakukan survei, survei daerah mana saja yang ditujukan untuk mudik. Daerah-daerah yang dituju untuk mudik itu adalah Jawa Tengah lebih dari 30%, Jawa Barat lebih dari 20%, setelah itu Jawa Timur, Banten dan sekitarnya, diikuti Lampung, Sumsel dan sebagainya," ujarnya.

"Dan mereka rata-rata menggunakan moda angkutan mobil paling banyak setelah itu motor. Nah berarti para gubernur harus melakukan suatu koordinasi dengan baik," lanjutnya

BKS mengungkapkan survei bilang kalau tidak ada larangan mudik, maka 33% masyarakat akan mudik. Setelah dinyatakan ada larangan, sebanyak 11% tetap akan pulang. Jumlah itu pun kemudian turun jadi 7%.

"Itu pun cukup banyak. 18 juta. Kita Kemenhub, satgas selalu ingin melakukan suatu upaya-upaya sosialisasi peniadaan mudik. Agar yang 7% ini turun menjadi jumlah yang lebih sedikit. Sehingga kita bisa me-manage dan polisi bisa melakukan penyekatan dengan berwibawa tetapi kita harapkan dengan humanis," kata BKS.


Halaman 2>>>

158 Pos Penyekatan di Jabar
BACA HALAMAN BERIKUTNYA
HALAMAN :
1 2
Terpopuler
    spinner loading
Features
    spinner loading