Corona Malaysia Kurva U, RI Gimana?

News - Thea Fathanah Arbar, CNBC Indonesia
05 May 2021 14:22
A Malaysian national flag is on display in front of the prime minister's office building in Putrajaya, Malaysia Friday, March 20, 2020. Malaysian government issued a movement order to the public starting from March 18 until March 31 to block the spread of the new coronavirus. For most people the new coronavirus causes only mild or moderate symptoms, but for some it can cause more severe illness. (AP Photo/Vincent Thian) Foto: Kantor perdana menteri Malaysia di Putrajaya, Malaysia. (AP Photo/Vincent Thian)

Jakarta, CNBC Indonesia - Kasus corona Malaysia kembali naik. Bahkan mencatat rekor tertinggi kasus harian Covid-19 dalam dua bulan terakhir.

Kasus Covid-19 di Malaysia juga memperlihatkan kurva bentuk huruf U. Artinya kasus kembali naik setelah sempat landai.


Awalnya puncak kasus Covid-19 Negeri Jiran terjadi pada Januari 2021, yang kasus infeksi per harinya melebihi 5.000 kasus. Namun, angka infeksi tersebut kian menurun pada Februari hingga Maret.

Tapi infeksi mulai menanjak kembali pada April hingga awal Mei. Kasus Covid-19 harian Malaysia naik ke angka 2.000 lebih sejak 15 April 2021, bahkan pada Minggu sempat menyentuh 3.418, rekor terbanyak sejak 24 Februari.

Lonjakan kasus corona mengalami kenaikan di Malaysia pun membuat pemerintah memberlakukan memberlakukan penguncian (lockdown) lewat Perintah Kawalan Pergerakan (MCO/PKP).

Program pemerintah ini berlaku mulai Senin (3/5/2021) hingga dua minggu ke depan. Mengutip New Strait Times ini diusulkan Kementerian Kesehatan akibat kenaikan kasus dua minggu terakhir.

Meski demikian, lockdown tidak dilakukan secara nasional. Hanya beberapa area seperti Selangor, Kuala Lumpur, Penang, Johor, Sabah dan Sarawak, dengan MCO bersyarat.

Akibat peningkatan kasus ini, jumlah pasien kritis naik 62% dalam dua minggu dan menyebabkan ICU kewalahan. Bahkan enam RS di Lembang Klang, Selangor, melaporkan 70% ranjang ICU terisi penuh.

"RS Sungai Buloh, RS Kuala Lumpur, RS Ampang, RS Serdang, RS Selayang dan RS Tengku Ampuan Rahimah sudah over 70% kapasitasnya bahkan ada yang hampir mencapai 100%," ujarnya Direktur Jenderal Kementerian Kesehatan, Tan Sri Noor Hisham Abdullah di Facebook ditulis The Star.

"Dengan kapasitas ICU Universiti Malaya Medical Centre, kapasitas tempat tidur ICU sekarang lebih dari 50%," lanjutnya.

Dalam laporan Malay Mail, Johor juga melaporkan hal sama. Pemerintah Johor awal pekan ini mengungkapkan bahwa rumah sakit umum di negara bagian tersebut telah melebihi kapasitas ICU mereka untuk menangani kasus-kasus penting Covid-19.

Ketua Komite Kesehatan dan Lingkungan Johor R. Vidyananthan mengatakan berdasarkan statistik kemarin, total 49 pasien Covid-19 dirawat di enam unit ICU rumah sakit spesialis di negara bagian itu. Dia mengatakan ini berarti penggunaan ICU di negara bagian itu mencapai 114% karena hanya ada kapasitas untuk 43 pasien Covid-19 dalam keadaan kritis.

Pada Rabu (5/5/2021), Malaysia mencatat 3.120 kasus infeksi baru dan 23 kematian. Sehingga totalnya menjadi 420.632 kasus infeksi dan 1.574 kematian.

Sementara kurva Indonesia menunjukkan penurunan setelah mengalami kenaikan kasus pada Januari 2021. Namun, rata-rata kasus harian cukup signifikan yakni 4.940 dalam sepekan terakhir.

Indonesia kini tercatat memiliki 1.686.373 kasus infeksi dan 46.137 kasus kematian, menurut data Worldometers. Meski demikian, RI merupakan negara dengan kasus corona terbanyak di Asia Tenggara.


[Gambas:Video CNBC]

(sef/sef)
Terpopuler
    spinner loading
Features
    spinner loading