Soal Tersangka Baru Suap Pajak, Ketua KPK: Ini Belum Berakhir

News - Cantika Adinda Putri, CNBC Indonesia
04 May 2021 20:10
Konferensi Pers Penetapan dan Penahanan Tersangka Dugaan Tipikor di Lingkungan Ditjen Pajak.

Jakarta, CNBC Indonesia - Komisi Pemberantas Korupsi (KPK) menyebut bahwa pengusutan dugaan kasus suap yang menjerat dua pejabat Direktorat Jenderal Pajak (DJP) Kementerian Keuangan belum berakhir, masih ada pengusutan lanjutan.

Ketua KPK Firli menjelaskan mengapa wajib pajak yang terlibat kasus suap tidak ditetapkan sebagai tersangka. Hal ini diucapkan setelah adanya  pertanyaan dari awak media.

Menurutnya, dalam menetapkan tersangka dalam tindak pidana korupsi tidak hanya cukup dengan bukti saja, tapi juga harus didasarkan terhadap unsur-unsur pidana, subjek hukum, dan perbuatannya.


"Ini belum berakhir. Jadi, ini bukan panggung terakhir, pertunjukannya belum tuntas. Ini baru awal daripada apa yang sudah ditemukan oleh penyidik," jelas Filri dalam konferensi pers virtual, Selasa (4/5/2021).

"Apakah ada bukti, sanksinya apa, perbuatannya apa, dan sebagainya. Itu yang kami sampaikan dan kami hati-hati dalam menetapkan tersangka," kata Firli melanjutkan.

Seperti diketahui, dalam perkara ini KPK menetapkan 6 orang sebagai tersangka. Mereka adalah Angin Prayitno Aji yang merupakan Direktur Pemeriksaan dan Penaihan pada DJP tahun 2016-2019. Kemudian Dadan Ramdani sebagai Kepala Subdirektorat Kerjasama dan Dukungan Pemeriksaan DJP.

Tersangka lainnya yakni Ryan Ahmad Maghribi dan Aulia Imran Maghribi, dan Agus Susetyo yang merupakan konsultan pajak. Serta ada Veronika Lindawati yang merupakan kuasa wajib pajak.

Angin dan Dadan diduga menyetujui, memerintahkan, dan mengakomodasi jumlah kewajiban pembayaran pajak yang disesuaikan dengan keinginan wajib pajak atau pihak yang mewakili wajib pajak.

KPK menyebut Angin dan Dadan memeriksa tiga wajib pajak, yaitu PT Gunung Madu Plantations (GMP) untuk tahun pajak 2016; PT Bank Panin Tbk. untuk tahun pajak 2016; dan PT Jhonlin Baratama untuk tahun pajak 2016 dan 2017.

Pada Januari-Februari 2018 dengan jumlah keseluruhan sebesar Rp 15 miliar. Angin dan Dadan menerima uang dari Ryan Ahmad Ronas dan Aulia Imran Maghribi sebagai perwakilan PT GMP.

Kemudian pertengahan tahun 2018 menerima sebesar SGD 500 ribu yang diserahkan oleh Veronika Lindawati selaku perwakilan PT Bank Panin Tbk. Uang itu merupakan bagian dari total komitmen sebesar Rp 25 miliar.

Sedangkan pada bulan Juli-September 2019, Angin dan Dadan menerima SGD 3 juta yang diserahkan oleh Agus Susetyo sebagai perwakilan PT Jhonlin Baratama.


[Gambas:Video CNBC]

(yun/yun)
Terpopuler
    spinner loading
Features
    spinner loading