Internasional

Astaga! Junta Militer Myanmar Dilaporkan Tembaki Masjid

News - Tommy Patrio Sorongan, CNBC Indonesia
16 April 2021 07:30
Soldiers walk towards anti-coup protesters during a demonstration in Yangon, Myanmar on Tuesday March 30, 2021. Thailand’s Prime Minister Prayuth Chan-ocha denied Tuesday that his country’s security forces have sent villagers back to Myanmar who fled from military airstrikes and said his government is ready to shelter anyone who is escaping fighting. (AP Photo)

Jakarta, CNBC Indonesia - Pasukan junta militerĀ Myanmar dikabarkan telah melakukan serangan tembakan ke sebuah masjid di wilayah Muslim kota Mandalay pada Kamis (15/4/2021) pagi.

Melansir media Irrawaddy, dalam serangan di Masjid Sule itu satu orang bernama Ko Ko Htet dikabarkan tewas sementara empat orang lainnya terluka.


"Dia berada di luar dan dipukul dan meninggal di tempat," kata seorang saksi mata, dikutip Jumat (16/4/2021).

Tak hanya menembak, pasukan junta juga menahan setidaknya 20 orang yang berada di sekitar masjid itu.

"Lebih dari 20 warga sipil di lingkungan itu juga ditangkap ... Mereka (pasukan junta) melepaskan tembakan dan menghancurkan sepeda motor dan kendaraan," kata seorang warga Mandalay itu.

Tak jelas apa motif penyerangan itu, namun Masjid Sule diketahui dekat dengan pusat unjuk rasa di kota itu. Penyerangan itu dilakukan dalam liburan Tahun Baru tradisional Myanmar Thingyan dan bulan suci Ramadhan.

Selain menyerang masjid, di kota Mandalay militer juga dikabarkan menahan enam petugas kesehatan yang dianggap berafiliasi dengan pendemo.

Di kota Yangon, aktor peraih penghargaan akademi veteran Zin Wyne ditangkap dengan tuduhan menghasut pegawai negeri untuk bergabung dengan gerakan pembangkangan sipil dan mendukung Komite Mewakili Pyidaungsu Hluttaw (CRPH).

CRPH sendiri dianggap sebagai pemerintahan tandingan yang dibentuk para anggota parlemen yang terpilih dari partai Liga Nasional Untuk Demokrasi atau NLD.

Kondisi di Myanmar semakin hari semakin memprihatinkan. Gelombang unjuk rasa anti-kudeta yang meluas ditanggapi dengan kekerasan oleh pasukan keamanan yang dipimpin Jenderal Min Aung Hlaing.

Tercatat sudah lebih dari 700 orang tewas semenjak demo besar-besaran untuk menentang kudeta militer yang menggulingkan pemimpin de facto dan aktivis demokrasi Aung San Suu Kyi pada 1 Februari lalu.

Kondisi ini diperparah dengan ancaman perang saudara setelah 10 milisi etnis bersenjata telah memberikan dukungan penuh kepada "pemerintahan tandingan" bentukan CRPH.

Belum ada komentar lebih jauh dari junta yang mengonfirmasi penembakan mesjid dan sejumlah penangkapan baru. Namun PBB menyebut Myanmar bisa saja menjadi Suriah ke-2, di mana krisis kemanusiaan berlarut-larut bertahun-tahun dan menewaskan ratusan ribu orang.


[Gambas:Video CNBC]

(sef/sef)
Terpopuler
    spinner loading
Features
    spinner loading