Sri Mulyani Cs Keroyok Pariwisata Agar Bangkit dari Kubur

News - Cantika Adinda Putri, CNBC Indonesia
09 April 2021 19:05
Menteri Keuangan Sri Mulyani dalam acara Sarasehan Akselerasi Pemulihan Ekonomi Nasional (tangkapan Layar Youtube Jasa Keuangan)

Jakarta, CNBC Indonesia - Pemerintah dan pemangku kepentingan lainnya terus mengupayakan pemulihan pariwisata yang terdampak cukup berat akibat pandemi Covid-19.

Hari ini pemerintah dan stakeholder melakukan perbincangan dengan para pengusaha dan masyarakat di Bali dalam acara Sarasehan Akselerasi Pemulihan Ekonomi Nasional.

Dalam kesempatan tersebut dihadiri oleh Ketua DK OJK Wimboh Santoso, Menteri Keuangan Sri Mulyani Indrawati, Gubernur Bank Indonesia Perry Warjiyo dan Ketua Komisi XI DPR RI Dito Ganinduto, asosiasi pengusaha, serta industri jasa Keuangan.


Sri Mulyani mengatakan dalam upaya kembali menggerakan sektor pariwisata, pemerintah sudah menyiapkan dana hibah pariwisata dan belanja melalui Kementerian dan Lembaga.

"Di sini hibah pariwisata 2020 alokasinya Rp 3,3 triliun untuk 101 daerah di seluruh Indonesia. Untuk Bali sendiri Rp 1,18 triliun untuk 9 kabupaten/kota," jelas Sri Mulyani yang disiarkan secara virtual melalui OJK TV, Jumat (9/4/2021).

"Saya tahu banyak kab/kota masih menghendaki. [...] Jadi kita memberikan sesudah kita mendengar aspirasi dari hotel, restoran, dan akomodasi atau HOREKA. Ini yang paling terkena dahsyat dari pandemi," kata Sri Mulyani melanjutkan.

Selain melalui dana hibah, sektor pariwisata kata Sri Mulyani juga akan didorong menggunakan Dana Alokasi Khusus (DAK).

"Beberapa yang di Provinsi Bali, Kabupaten/Kota diberikan kepada pariwisata. Infrastruktur jalan melalui DAK non fisik, semuanya sebesar jumlah yang diberikan untuk bisa meningkatkan kemampuan atau menambah daya tahan dari sektor yang terpukul," ujarnya lagi.

Sementara itu, Gubernur Bank Indonesia (BI) Perry Warjiyo, pihaknya berkomitmen untuk mendukung pariwisata, dengan terus menyuarakan Bangga Beriwisata di Indoensia saja dan Gerakan Bangga Buatan Indonesia.

"UMKM BI kami dukung pariwisata supaya barang-barang di hotel adalah produk UMKM," tuturnya.

Selain itu bersama dengan Menteri Pariwisata dan Ekonomi Kreatif Sandiaga Uno, BI telah membuat data hub pariwisata.

"Bagaimana mengintegrasikan data dari ticketing, kemudian hotel, dan berbagai data-data e-commerce dan segala macam jadi satu data nasional. Sehingga tahu ke Bali berapa, preferensinya apa dan kurang apa untuk kebijakan dan mendukung pemulihan ekonomi nasional," jelas Perry.

Dalam kesempatan yang sama, Ketua Dewan Komisioner (DK) OJK Wimboh Santoso menjelaskan sektor pariwisata, baik itu perhotelan dan restoran merupakan sektor prioritas di Bali.

Bahkan pihaknya sudah melakukan koordinasi dengan Kementerian Keuangan dan para Direktur Utama Himbara untuk mulai melakukan pendataan kepada nasabah, agar mereka bisa mendapatkan pinjaman tambahan modal kerja.

"Tadi malam sudah rapat dengan Pak Suahasil (Wamenkeu dan Dirut Himbara mulai data seluruh nasabah yang milik himbara untuk rolling modal kerja tambahan, apakah yang sudah direstrukturisasi bisa diberikan kredit, boleh," jelas Wimboh.

Selain itu juga, pinjaman kredit kepada pengusaha pariwisata tersebut boleh dalam rentang waktu lebih dari satu tahun, sesuai kebutuhan.

"Itu semua kami harapkan di 2021 recovery lebih cepat, optimisme harus ada. Kita datang ke Bali, bahwa kita sudah bisa traveling dan aman. [...] Kita bersama sektor jasa keuangan untuk 2021 ini jadi momentum kebangkitan UMKM dan Korporasi," jelas Wimboh.


[Gambas:Video CNBC]

(mij/mij)
Terpopuler
    spinner loading
Features
    spinner loading