Resmi! Ini Surat Edaran Satgas Soal Larangan Mudik 6-17 Mei

News - Ajeng KH, CNBC Indonesia
08 April 2021 17:52
Calon penumpang menunggu bus di Terminal Kampung Rambutan, Jakarta, Timur, Kamis, 30/7. Pemerintah tidak melarang mudik pada periode hari raya Idul Adha tahun ini. Terminal Kampung Rambutan pun mulai dipadati warga yang akan pulang ke kampung. Momen mudik Idul Adha 2020 berlangsung setelah pemerintah menghapus kewajiban melampirkan Surat Izin Keluar Masuk (SIKM). Kendati begitu, penyedia jasa bus AKAP tetap tak mau gegabah dan tetap memprioritaskan kesehatan. Kementerian Perhubungan (Kemenhub) melakukan sejumlah antisipasi menjelang Hari Raya Idul Adha 1441 H. Antisipasi dilakukan mengingat perayaan Hari Raya Idul Adha jatuh pada Jumat (31/7/2020), yang berarti akan ada libur panjang akhir pekan (long weekend). (CNBC Indonesia/ Muhammad Sabki)

Jakarta, CNBC Indonesia - Satgas Covid-19 RI baru merilis Surat Edaran nomor 13 Tahun 2021. Aturan ini berisi tentang peniadaan mudik Hari Raya Idul Fitri 1442 H dan Upaya Pengendalian Penyebaran Corona selama Ramadan.

"Surat Edaran ini disusun dengan maksud mengatur pembatasan mobilitas masyarakat dan mengoptimalisasi fungsi Posko Covid-19 di Desa/Kelurahan selama Ramadan dan Idul Fitri," tulisa maksud dan tujuan dari SE tersebut dikutip Kamis (8/4/2021).

Adapun larangan mudik Idul Fitri 1442 berdasarkan surat tersebut yakni pada 6-17 Mei 2021.


"Peniadaan mudk untuk sementara bagi masyarakat yang menggunakan moda transportasi darat, kereta api, laut, dan udara lintas kota/kabupaten/provinsi/negara sebagai upaya pengendalian mobilitas selama bulan Ramadan dan Idul Fitri," tulis SE tersebut.

Sementara ada pengecualian juga. SE tersebut mencatat yang dikecualikan untuk mudik adalah kendaraan pelayanan distribusi logistik dan pelaku perjalanan dengan keperluan mendesak untuk kepentingan nonmudik.

"Yaitu, bekerja/perjalanan dinas, kunjungan keluarga sakit, kunjungan duka anggota keluarga meninggal, ibu hamil yang didampingi oleh 1 orang anggota keluarga, dan kepentingan persalinan yang didampingi maksimal 2 orang," terang SE.

Bagi yang dikecualikan harus membawa print out surat izin perjalanan tertulis atau Surat Izin Keluar/Masuk (SIKM).

Bersambung Halaman Selanjutnya >> Aturan Lengkap

Aturan Lengkap
BACA HALAMAN BERIKUTNYA
HALAMAN :
1 2
Terpopuler
    spinner loading
Features
    spinner loading