Bos Satgas: Larangan Mudik Narasi Tunggal Presiden!

News - Chandra Gian Asmara, CNBC Indonesia
03 May 2021 14:03
Keterangan Pers Menko Perekonomian, Menteri Kesehatan, dan Kepala BNPB, 3 Mei 2021. (Dok: Tangkapan Layar Youtube Setpres RI)

Jakarta, CNBC Indonesia - Ketua Satuan Tugas Penanganan Covid-19 Doni Monardo dengan tegas menyatakan bahwa ketentuan larangan mudik adalah narasi tunggal presiden, bukan kepala negara.

Hal tersebut ditegaskan Doni Monardo dalam konferensi pers usai mengikuti rapat terbatas bersama Presiden Joko Widodo (Jokowi) di Istana Kepresidenan, Jakarta, Senin (3/5/2021).

"Mohon kiranya narasinya adalah narasi tunggal. Tidak boleh ada pejabat mana pun yang berbeda narasinya dari narasi pusat," tegas Doni.

Doni menjelaskan ketentuan larangan mudik diambil setelah melalui berbagai macam pertimbangan, serta masukan dari sejumlah pihak dan data-data yang dikumpulkan selama satu tahun terakhir.

"Ini adalah keputusan politik negara. Kepala negara adalah bapak Presiden Jokowi," tegasnya.

Kepala Badan Nasional Penanggulangan Bencana (BNPB) itu mengatakan setelah ketentuan larangan mudik keluar setidaknya ada sekitar 7% masyarakat Indonesia yang nekat untuk melakukan aktivitas mudik.

"Bahkan sebelum Ramadan sudah ada yang kembali ke kampung halaman untuk melakukan berbagai macam aktivitas. Sehingga kalau kita lihat, hampir semua provinsi di pulau Sumatera mengalami kenaikan kasus," katanya.

"Oleh karenanya kepada seluruh pejabat di pulau Sumatera, untuk betul-betul evaluasi secepat mungkin, jangan sampai terlambat karena ketika terlambat melakukan pengetatan dan melakukan langkah untuk pencegahan maka kasus eksponensial ini akan tidak terkontrol," jelasnya.

Doni lantas mengajak seluruh elemen bangsa untuk mengikuti arahan tersebut. Pemerintah pusat tak ingin, lonjakan kasus Covid-19 yang terjadi pada tahun lalu kembali terulang.

"Seperti pernah terjadi di Jakarta pada bulan September dan Oktober tahun lalu setelah adanya pengendoran terhadap sejumlah kegiatan liburan, maka rumah sakit Sisma Atlet mengalami kepenuhan. Sehingga terjadi antrean ambulans yang cukup panjang," tegasnya.



[Gambas:Video CNBC]
Artikel Selanjutnya

Larangan Mudik Diperluas, Jubir Jokowi: RI Belajar dari India


(dru)
Terpopuler
    spinner loading
Features
    spinner loading