Sri Mulyani Blak-blakan Soal 'Derita' Pengusaha Bali, Apa Ya?

News - Cantika Adinda Putri, CNBC Indonesia
08 April 2021 14:32
Menteri Keuangan Sri Mulyani memberikan keterangan pers mengenai APBN KiTa (Tangkapan Layar Youtube Kemenkeu RI) Foto: Menteri Keuangan Sri Mulyani memberikan keterangan pers mengenai APBN KiTa (Tangkapan Layar Youtube Kemenkeu RI)

Jakarta, CNBC Indonesia - Menteri Keuangan Sri Mulyani Indrawati mengungkapkan masih banyak pelaku usaha di Bali yang belum menerima bantuan insentif dari pemerintah pusat. Dari survei yang dilakukan oleh berbagai institusi, bantuan yang dibutuhkan belum sejalan dengan yang diterima oleh para pelaku usaha, dari level usaha mikro kecil (UMK) maupun usaha menengah besar (UMB) di Pulau Dewata.

"Seperti relaksasi, penundaan pinjaman, dan cicilan bunga untuk UMKM. Dibutuhkan 59% namun dari program-program pemerintah baru 17,89% (UMK) dan baru 20,86% (UMB) yang mendapatkan atau menerima," ungkap Bendahara Negara dalam Bali Economic and Investment Forum 2021 secara virtual, Kamis (8/4/2021).


Kemudian, untuk bantuan modal usaha, dari 82,96% yang membutuhkan baru 10,73% UMK yang menerima, sedangkan UMB baru 7,49% dari 54,01% yang membutuhkan.

Adapun penundaan pembayaran pajak baru diterima 11,58% UMK dari 54,34% yang membutuhkan. Serta baru 22,46% UMB yang menerima dari 63,10% yang membutuhkan.

Lebih lanjut, Sri Mulyani menyebut insentif kemudahan pengajuan pinjaman baru dirasakan 10,73% UMK dari 62,52% yang membutuhkan. Sedangkan untuk level UMB, baru 6,42% yang menerima dari 46,52% yang membutuhkan.

"Tagihan listrik untuk 450 VA, 74,11% yang dibutuhkan, yang dirasakan 12,95 persen (UMK). Padahal ini adalah sangat targetted karena ada alamat, nama, dan penggunaan listrik. Untuk UMB baru dirasakan 9,09% dari 74,3%," jelas Sri Mulyani.

Dalam bantuan untuk pemasaran baru 8,86% UMK yang merasakan dari 68,52% yang membutuhkan. Sedangkan UMB baru 5,35% yang merasakan dari 66,84% yang membutuhkan.

"Ini menggambarkan program dari pemerintah dan dari sisi kemampuan eksekusi belum bisa dirasakan," tegas Sri Mulyani.


[Gambas:Video CNBC]

(aji/aji)
Terpopuler
    spinner loading
Features
    spinner loading