Internasional

Corona Melejit Lagi di India, Kasus Harian Rekor

News - Thea Fathanah Arbar, CNBC Indonesia
05 April 2021 17:12
People wearing masks queue up to board buses in Mumbai, India, Monday, April 5, 2021. India reported its biggest single-day spike in confirmed coronavirus cases since the pandemic began Monday, and officials in the hard-hit state home to Mumbai are returning to the closure of some businesses and places of worship in a bid to slow the spread. (AP Photo/Rafiq Maqbool)

Jakarta, CNBC Indonesia - India kembali mencatat rekor kasus infeksi Covid-19 dalam satu hari. Negara kedua dengan kasus corona terbanyak setelah Amerika Serikat (AS) ini, untuk pertama kalinya, tercatat memiliki lebih dari 100.000 kasus baru pada Senin (5/4/2021).

Dilansir dari AFP, kasus infeksi paling banyak muncul di negara bagian Maharashtra, dengan hampir 60.000 kasus tercatat dalam 24 jam terakhir. Akibatnya pemerintah memutuskan untuk meningkatkan aturan pembatasan nasional.


Maharashtra adalah negara bagian dengan ibu kota Mumbai di mana perfilman Bollywood berpusat. Kasus mengalami kenaikan di kota itu.

Sejak Minggu (4/4/2021), otoritas negara memperketat jam malam. Mereka hanya mengizinkan pekerja yang terlibat dalam layanan penting untuk keluar rumah mulai pukul 8 malam hingga 7 pagi.

Wilayah dengan penduduk 110 juta orang itu juga me-lockdown masyarakat pada akhir pekan kemarin. Di mana pertemuan lebih dari empat orang kembali dilarang, kantor, restoran, bioskop, kolam renang, bar, tempat ibadah, dan tempat umum ditutup.

Sementara itu, di ibu kota New Delhi, pemerintah setempat  telah mengesampingkan lockdown meskipun ada lonjakan kasus. Polisi mengatakan mereka hanya mengeluarkan lebih banyak denda kepada orang-orang yang tidak memakai masker.

Pemerintah Perdana Menteri Narendra Modi sangat ingin menghindari penerapan lockdown nasional baru setelah penutupan pada Maret 2020. Pasalnya dampaknya sangat signifikan ke kesengsaraan warga dan ekonomi.

India kini tercatat memiliki 12,5 juta kasus infeksi dan 165.000 kematian. Negeri itu sejauh ini telah memberikan hampir 80 juta suntikan vaksin dari total 1,3 miliar penduduk.


[Gambas:Video CNBC]

(sef/sef)
Terpopuler
    spinner loading
Features
    spinner loading